My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Rencana makan malam


__ADS_3

"Ya ! Devan kesini kau !" Teriak Oma Airin.


"Ya Tuhan,anak itu sudah tertular otak gesrek istrinya," Ucap Oma Airin sambil menggelengkan kepalanya.


"Ish ! Enak saja Oma bilang otak ku gesrek," Sahut Raya kesal,ketika mendengarkan ucapan Oma Airin.


"Hei ! Memang kau gesrek bukan ?"


"Dirumah ini mana ada yang waras dan yang paling menjadi biang nya adalah Oma,ha ha ha haaa."


KABOOOORRRRRR


Raya segera berlari meninggalkan Oma Airin yang terus mengumpatinya.


"RAYA !!!! Dasar cucu kurang seons !" Umpat Oma Airin.


"HUH !! Jangan marah-marah,nanti kerutan di wajahmu bertambah," Ucap Oma Airin sambil mengaca di cermin yang ia bawa,lalu membuang nafasnya perlahan. Kemudian melanjutkan membuat Konten nya.


Raya berjalan menaiki anak tangga sambil tertawa terbahak,kemudian saat berpasan dengan salah satu pelayan,ia meminta dibawakan sarapan kedalam kamarnya.


"Sayang," Raya memanggil suaminya,yang sedang mengganti pakaian nya dengan baju olah Raga.


"Ya,sayang," Jawab Devan,dan menoleh menatap istri cantiknya.


"Tidak sarapan dulu ? Tadi aku menyuruh pelayan untuk membawakan sarapan ke kamar," Ucap Raya,menghampiri Suaminya yang hanya memakai kaos singlet.


"Nanti saja. Aku mau olah raga dan sebelum itu aku mau minum susu dulu," Ucap Devan tersenyum.


Sebagai istri yang pengertian Raya pun segera beranjak ingin menuju dapur untuk membuatkan Susu kesukaan suami nya.


Tapi baru satu langkah ia beranjak,tangannya dicekal oleh Devan.


"Mau kemana ?" Tanya Devan.


"Mau bikin susu kedapur," Jawab Raya polos.


"Aku tidak ingin susu itu,tapi aku mau nya susu yang ini,"


"Ahh," Desaah Raya,ketika pepaya gantungnya di remat oleh Devan.


"Nakal ! Memangnya tadi malam masih kurang ?" Ucap Raya ,sambil memukul tangan suaminya yang masih meremat pepaya gantungnya.


"Kurang banyak malah," Ucap Devan,kemudian menggendong istrinya seperti monyet gantung lalu ia mendudukan dirinya di tepi tempat tidur dan otomatis Raya duduk mengangkang di pangkuan Devan.


Dengan cepat Devan menyibakkan kaos yang di kenakan Raya dan juga menaikan pembukus pepaya gantung itu.


"Memang apa bedanya sih?" Tanya Raya.


"Beda lah,kalo milik mu ini murni dan alami, menambah stamina juga nutrisi ku,tapi kalau cap Dapur itu hanya menambah vitamin saja," Ucap Devan sambil memelintir biji ketapang yang terpampang di depan matanya,membuat Raya menggeliat.

__ADS_1


HAP


Devan melahap biji ketapan itu dengan rakus,membuat Raya mendeesah.


"Eughhh," Desaah Raya,sambil meremat rambut suaminya dan semakin menenggelamkan wajah Devan di pepaya gantungnya.


"Kau sudah On," Lirih Raya,ketika merasakan sesuatu menonjol dibawah sana.


PLUK


Devan melepas biji ketapang dari bibirnya,kemudian ia beralih melahap bibir Raya dan mellumatnya dengan kasar.


Niat awalnya hanya ingin meminum susu dari sumbernya,tapi bagaimana lagi jika si golok saktinya sudah berubah menjadi talas bogor yang ingin segera memasuki sarung sempit nya.


"Ah Empphhh," Racau Raya,karena tangan Devan meremat pepaya gantungnya.


Keduanya sudah tersulut api gairah dan Devan segera merebahkan istrinya di atas tempat tidur kemudian menyerang bibir istrinya lagi.


"Aku sudah tidak bisa menahan nya," Ucap Devan dengan berat.


"Lakukan sayang," Lirih Raya.


Dengan senang hati Devan segera melancarkan aksinya. Tapi,saat akan memposisikan dirinya ada suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Shitt !" Umpat Devan,karena kegiatan mengenakan nya di ganggu. Kemudian Devan turun dari atas tubuh Raya dan segera memakai celana nya.


"Sebentar sayang,mungkin pelayan yang mengantarkan sarapan kita," Ucap Raya bangkit dari tempat tidur kemudian memakai pakiannya kembali.


"Terimakasih Mbak," Ucap Raya tersenyum,ketika menerima nampan itu.


"Sama-sama,Nona muda," Ucap Pelayan wanita itu. Kemudian menundukan kepalanya sebelum undur diri.


"Sayang,ayo kita sarapan dulu," Ucap Raya,berjalan menuju arah suami nya yang terlihat kesal.


"Isi tenaga dulu,baru setelah itu kita bisa main jungkat-jungkit dan main kelereng," Ucap Raya tersenyum,sambil memberikan Roti bakar selai strobery untuk suaminya dan Devan menerimanya kemudian memakannya.


"Kelereng ?" Tanya Devan,dengan mengerutkan alis tebal nya.


"Iya,kau kan punya 2 kelereng," Ucap Raya tanpa beban sambil memakan roti bakar.


"Astaga ! Yang benar saja kau manamainya seperti itu !" Kesal Devan. "Yang benar itu bakso urat," Ralat Devan.


"Sama saja lah,sama bulat ini," Ucap Raya terkekeh.


"Terserahlah," Sahut Devan kesal dan membuat Raya tergelak mendengar nya.


Karena berdebat dengan istrinya itu tidak akan ada habisnya.


Kemudian mereka memakan sarapan nya dengan tenang,hingga sarapan mereka habis tak tersisa.

__ADS_1


"Kita tidak jadi main kelereng ?" Tanya Raya,ketika melihat Devan memakai kaos singletnya lagi.


"Nanti malam saja karena mood ku sudah anjlok ! Ayo ganti baju mu kita olah raga," Ajak Devan dan diangguki Raya.


Setelah Raya berganti pakaian,mereka berjalan menuju ruang fitnes yang ada di lantai 3 Rumah besar itu.


Dan ternyata di ruang fitnes sudah ada Xander dan Jeje yang tengah melakukan Gym Ball.


"Ternyata kalian disini," Ucap Raya.


"Ya,seperti yang kalian lihat" Ucap Jeje. "Daddy ! Pegangi tangan ku dengan benar nanti aku terjatuh," Seru Jeje karena Xander terlihat malas memegangi tangan Jeje.


"Aku pegal sayang," Rengek Xander.


"Pegangi yang benar Dad,nanti mami mengglinding lagi" Ucap Raya.


"Kau pikir mami mu bola ? Dan kau mendoakan mamimu ?" Sahut Xander kesal


"Maka nya jangan enaknya saja," Sindir Devan,kepada ayah mertuanya.


"YA ! Kau memang benar," Sahut Xander tergelak dan membuat Jeje menekuk wajahnya kesal.


Sedangkan ketiga orang itu tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah Jeje yang cemberut.


"Kalian ini memang menyebalkan !" Sungut Jeje kesal.


"Bercanda sayangku," Ucap Xander kemudian memeluk tubuh istrinya yang sudah di penuhi keringat.


"Devan,nanti malam aku berencana mengundang kedua orang tuamu untuk makan malam,Bagaimana menurutmu ?" Tanya Xander,setelah mengurai pelukannya dari Jeje.


"Ah,iya terserah daddy saja," Jawab Devan sekenanya,dan tersenyum menatap Xander.


Xander mengernyitkan keningnya saat mendengar jawaban Devan,tapi ia tak ingin berfikir negatif.


Terlihat jelas jika raut wajah Devan berubah ketika mendengar ucapan Xander tapi, yang mengetahui perubahan itu hanya lah Raya.


"Semua akan baik-baik saja," Bisik Raya,sambil menepuk dada Devan berulang kali.


Sepertinya akan terjadi gempa bumi dirumah ini,nanti malam. Batin Raya.


Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan ?. Batin Xander,ketika baru menyadari raut wajah Devan berubah kesal.


Xander tahu betul sifat Devan. Jika Devan terlihat mengeratkan rahang dan juga menggertakan giginya itu pertanda jika Devan sedang memendam kekesalan nya.


Aku akan mencari tahunya nanti. Batin Xander lagi.


Nah lohh bakal ada gempa bumi nih.


Bertahap dulu ya,bab lainnya nyusul

__ADS_1


Tambahin Vote dan hadiahnya.😘


__ADS_2