My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Bakso mercon 2


__ADS_3

Glek


Devan menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat bakso milik Raya yang sudah di penuhi lautan cabai.


"Boleh ya." Pinta Raya lagi.


"Kau pesan saja kembali ya." Ucap Devan, lalu memesankan bakso untuk istrinya lagi. Tapi, sayang nasib baik tidak berpihak kepadanya karena baksonya sudah habis.


Dan dengan terpaksa Devan menukar baksonya dengan bakso Raya.


Dan Raya pun langsung memakan baksonya denga lahap, tanpa memperdulikan kegetiran Devan.


"Kenapa hanya di lihatin saja, Sayang?" Tanya Raya sambil mengunyah baksonya.


"A aku kenyang." Jawab Devan.


Krukukk... Krukuukkkk


Perut sialan tidak bisa diajak kerja sama. Batin Devan kesal.


"Nah, kau lapar! Sini aku suapi. Ayo buka mulutmu dengan lebar." Raya menyuapi Devan.


Hap


"Bagaimana enak tidak?" Tanya Raya dengan wajah yang sangat bahagia, ketika satu suap bakso sudah mendarat di mulut Devan.


"E enak." Jawab Devan sambil mengunyah bakso yang di dalam mulutnya. Ia tidak mungkin mengatakan 'tidak enak', bisa-bisa istrinya itu mengamuk lagi.


"Bagus! Ayo aku suapi lagi." Ucap Raya.

__ADS_1


"Tidak perlu aku bisa sendiri. Huahhh." Devan kepedasan lalu meminum es teh manis yang ada di hadapannya hingga tandas. Devan tidak sanggup memakan bakso mercon tersebut.


"Sayang, kau kepedasan ya? Maaf ya tapi ini salahmu juga kenapa tadi bilang enak!" Ucap Raya, tak ingin disalahkan dan hal itu membuat Devan mendengus kesal.


"Sayang, aku minta susu." Ucap Devan tiba-tiba.


"Tapi, sayang ini di tempat umum." Otak Raya sudah bertraveling ria.


"Nanti saja di rumah. Ditahan dulu, sayang." Ucap Raya lagi.


"Bukan susu cap Nona tapi susu gelas. Dasar mesum!" Kesal Devan.


"Eh, aku pikir he he hee." Ucap Raya, lalu menghampiri pedagang bakso untuk memesan susu untuk suaminya.


"Adanya susu kental manis." Ucap Raya, sambil meletakkan segelas susu hangat di atas meja tepat di hadapan Devan.


"Tidak apa-apa." Ucap Devan, lalu meminum susu itu untuk menetralisir rasa pedas di lidahnya hingga habis tak tersisa.


"Maaf sayang. Lihat wajahmu merah sekali karena makan bakso ini. Dan keringatmu ini." Ucap Raya, sambil mengelap wajah Devan dengan beberapa lembar tisue.


"Jangan di ulangi lagi. Baksonya benar-benar mercon meledak dimulut." Kesal Devan kepada istrinya.


"Sesuai namanya bukan." Jawab Raya terkekeh, sedangkan Devan memutar kedua bola matanya malas.


"Ayo kita mencari parfume." Ucap Raya bersemangat.


"Apa tidak bisa besok saja?" Tanya Devan. Lalu beranjak dari duduknya dan membayar semua pesanannya. Raya hanya menggeleng cepat sebagai jawabannya.


"60 ribu, Mister." Ucap pedangan bakso itu.

__ADS_1


"Ini, ambilah." Ucap Devan, menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada pedangang bakso tersebut.


"Benar Mister?" Dan diangguki Devan.


"Alhamdulillah, terimakasih Mister semoga mister dan madam sehat selalu,langgeng dan di murahkan rejekinya." Ucap Pedangang tersebut, ketika menerima uang tersebut.


"Aminn." Jawab Devan dan Raya bersamaan.


Setelah selesai itu Devan dan Raya pergi menuju Mall besar yang ada di kota tersebut.


"Sebenarnya parfume mu wanginya harum dan aku suka, kenapa harus di ganti?" Tanya Devan, sambil melirik istrinya yang tengah memilih parfume yang terjajar di atas Rak.


"Nah ini dia. Wangi stroberynya lembut sekali." Ucap Raya, sambil menyemprotkan parfume ke tangan Devan.


"Kau suka wanginya?" Tanya Raya.


"Ya." Jawab Devan singkat.


"Kalau begitu mulai besok pakai parfume itu." Ucap Raya, kepada suaminya.


"What!!!"


Jatuh sudah wibawa Devan nantinya. 😆


Tambahin Vote dan hadiahnya! Likenya juga jangan sampai ketinggalan.


Yang minta visualnya Raya


__ADS_1



__ADS_2