My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Rapuh!


__ADS_3

Devan berdiri di balkon kamar nya,sambil menyesap rokok yang ada di sela jarinya.


Entah sudah berapa batang rokok yang sudah ia bakar.


Bukan salahku jika aku membenci kalian ! Karena kalian sendirilah yang menanamkan kebencian itu di dalam hatiku. Batin Devan. Sambil menghembuskan asap rokok dari hidung dan mulutnya.


Terlihat jelas sekali jika Pria bule itu tengah frustasi.


Cinta ? Kasih sayang ? Aku tidak pernah mendapatkannya dari kalian !.


Dari keluarga inilah aku mengerti arti mencintai dan menyayangi.


Dari keluarga ini juga aku mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya.


Dan disini aku mengerti arti ketulusan dan arti keluarga.


Bukan hanya masalah uang dan uang ! Yang terus kalian cari !


Kebahagiaan bukan melulu masalah uang ! Tapi bertemu dengan orang-orang baik itu juga termasuk kebahagiaan !.


Dan disini aku mendapat kasih sayang dari seorang ayah,ibu,Oma dan juga istri.


Tapi setelah aku mendapat kebahagiaan ku,kenapa kalian baru menyadari kesalahan kalian ? Tidak kah kalian memikirkan perasaan ku ?


Apa ini yang di sebut dengan manusia egois ?!


Kalian memang hebat dalam segala hal ! Termasuk mempermainkan perasaan anak kalian sendiri !


Salah kah aku ? Salah kah ? Jika aku juga ingin bersikap egois ?


Devan menatap langit di malam itu yang bertabur bintang di atas sana. Terlihat sangat indah dan berkilau membuat siapa pun akan terpana akan ke indahan nya.


Langit malam yang selalu menjadi saksi kesakitannya juga dari rasa rindunya terhadap kedua orang tua nya selama hidupnya ini.


Devan mendongak dan terus menatap langit hingga tak terasa air matanya meluncur dari sudut matanya.


Sesak sekali dadanya ! Seperti dihantam batu yang besar !.


"Keluarkan semua yang kau rasa. Berbagilah rasa sakit itu di dengan ku," Ucap Raya,tepat di belakang punggung Devan. Kemudian Raya memeluk erat Devan dari belakang dan menyenderkan kepalanya di punggung tegap dan kokoh itu.


Tak berselang lama Raya merasakan punggung itu bergetar.


Raya yakin jika Devan tengah menangis.


"Keluarkan semua nya sayang," Ucap Raya, kemudian ia semakin mengeratkan pelukannya seolah menyalurkan kekuatan untuk suaminya.


Terdengar isak tangis yang begitu lirih dan sangat menyakitkan.

__ADS_1


Raya pun ikut menitikan air matanya hingga membasahi kemeja suaminya.


Rapuh ! Ya,saat ini Devan sangat rapuh.


Sebisa mungkin Raya tetap ada untuk Devan untuk memberi kekuatan.


"Aku disini," Lirih Raya,terus menguatkan suaminya.


"Apa salahku ?" Tanya Devan,,dengan suara yang lirih dan bergetar.


"Tidak ada yang salah,keadaan lah yang salah," Ucap Raya lembut.


Devan membalikan badannya dan menghadap Raya.


Raya mendongak dan menatap mata suaminya yang telihat basah.


"Menangislah jika itu membuatmu tenang," Ucap Raya,kemudian mengusap mata Devan yang basah dengan lembut.


Devan mengangguk kemudian memeluk Raya dengan erat.


Raya mengelus punggung Devan yang kembali bergetar.


Terkadang menangis itu di butuhkan jika kita merasa sudah tidak sanggup untuk menanggung beban.


Menangis lah sesuka hatimu tapi jangan berlebihan.


Jadi menangis lah secukupnya saja.


Sementara itu masih di halaman belakang,Tuan Fadaei benar-benar menyesali perlakuan nya kepada putranya.


"Kami menyesal Oma,dulu waktu Devan lahir perekonomian kami sedang tidak baik ditambah lagi perusahaan kecil kami waktu itu terancam bangkrut dan kami harus bekerja banting tulang untuk menstabilkan perusahaan kami. Hingga kami terpaksa untuk menitipakan Devan ke tentangga kami. Sampai satu tahun berlalu perusahaan kami kembali normal dan mulai dari situlah kami melupakan segalanya termasuk putraku,yang hanya ada di pikiranku adalah bagaimana membuat perusahaan kami lebih maju lagi dan mendapatkan uang yang banyak. Aku berpikir dulu jika mempunyai banyak uang akan bahagia tapi ternyata aku salah dan aku baru menyadari," Jelas Tuan Fadaei.


Oma menghembuskan nafasnya kasar,kemudian berucap.


"Jadi itu alasanmu mengabaikan Devan ?" Tuan Fadaei mengangguk. "Aku pikir kau bukan ingin memajukan perusahaan tapi kau terlalu terobsesi dengan kekayaan ! Sesibuk apapun orang tua mana mungkin sampai melupakan anak nya dan lebih parahnya lagi kalian menitipkan ke tetangga kalian ? Lalu apa gunanya kau sebagai seorang ibu ?" Oma Airin menatap tajam Nyonya Fadaei.


"Maaf," Ucap Nyonya Fadaei menunduk.


"Apa maafmu bisa mengembalikan segalanya ?" tanya Oma Airin,kemudian meraih gelas kaca yang terletak diatas meja kemudian melemparkannya ke dinding.


Pyar


Semua orang yang ada di sana terkejut begitu juga para pelayan.


"Kaget ??" Oma Airin terkekeh pelan.


"Kau lihat gelas kaca itu ?" Oma Airin menujuk gelas kaca yang sudah tak berbentuk di dekat dinding sana,kemudian Tuan dan Nyonya Fadaei mengangguk.

__ADS_1


"Gelas kaca itu seperti hati Devan yang sudah kalian remukkan ! Hati lelaki juga lembut sama dengan hati perempuan,karena mereka juga punya perasaan !".


"Gelas yang sudah pecah tidak mungkin di kembalikan lagi secara utuh ! Walaupun di perbaiki dengan cara apa pun !" Ucap Oma Airin dengan tegas.


"Lalu kami harus bagaimana Oma," Tanya Nyonya Fadaei terisak.


"Tanyakan kepada hatimu sendiri ! Kau seorang ibu bukan !" Ucap Oma Airin,kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan halaman belakang itu dengan perasaan kesal.


"Dia mommy bukan ya ?" Bisik Jeje kepada suaminya.


"Aku rasa bukan,eh mungkin iya," Bisik Xander balik.


"Mungkin setan gesreknya keluar dari tubuhnya dan sedang berjalan-jalan,maka dari itu Mommy bicaranya lurus dan waras," Bisik Jeje lagi.


"Kau benar,kita berdoa saja semoga setan gesreknya tersesat dan tidak kembali ke tubuh Mommy," Balas Xander terkekeh.


"Dasar," Jeje mencubit gemas lengan suaminya.


"Tuan,sebaiknya anda mendekati Devan lagi secara perlahan," Ucap Xander.


"Iya,Tuan. Anda benar dan kami pun sudah berencana membeli rumah di sekitar komplek ini," Ucap Tuan Fadaei.


"Itu ide yang sangat bagus," Jawab Xander. "Kalau tidak salah rumah yang ada di depan rumah kami itu akan di jual," Ucap Xander.


"Benarkah ?"


"Iya,tapi rumahnya tidak terlalu besar," Ucap Xander lagi.


"Tidak masalah,yang terpenting kami bisa dekat dengan putra kami," Ucap Nyonya Fadaei,sangat antusias.


"Bukankah,rumah itu milik janda gatel itu ?" Tanya Jeje kepada suaminya dan di angguki Xander.


"Huh,syukurlah jika dia pindah jadi tidak ada yang godain Daddy lagi," Gumam Jeje,tapi masih di dengar Xander.


"Cemburu ya ?" Bisik Xander,membuat Jeje tersipu malu.


"Tuan,apakah anda akan berencana untuk pindah ke indonesia ?" Tanya Xander.


"Iya," Jawabnya tegas. "Dan untuk perusahaan kami bisa menyerahkan kepada orang kepercayaanku dan aku juga menghandlenya dari sini," Ucap Tuan Fadaei.


"Kenapa tidak dari dulu seperti itu ?" tanya Xander.


"Ya,seperti yang di katakan Oma tadi,mungkin karena aku terlalu terobsesi dengan kekayaan," Ucap Tuan Fadaei tersenyum getir.


Bagaimana perasaan kalian ?


Kalo emak udah nangis bombai apa lagi pas part nya Devan.😭😭😭

__ADS_1


Yuk tambahin vote dan hadiahnya.


__ADS_2