My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Seperti pencuri


__ADS_3

Yang Jomblo bacanya sambil tutup mata. Kalau ngences jangan salahin Emak.🤭


Like! Jangan lupa!


"Sayang, aku butuh vitamin." Ucap Xander dengan manja, sambil memeluk istrinya yang tengah memakai krim malam di depan meja rias.


"Vitamin apa?" Tanya Jeje, dengan kening yang berkerut, ia menatap suaminya dari pantulan cermin yang ada di hadapannya.


"Vitamin ini." Xander menekan bokongnya, membuat Jeje memekik dan mencubit lengan suaminya yang melingkar di perutnya.


Apa itu tadi kenyal, keras dan menonjol di bawah sana? Membuat Jeje merinding saja!


"Dad!! Jangan aneh-aneh deh, ada Crystal." Jeje, menahan kesal dan juga mengingatkan suaminya. Lalu Jeje melirik Crystal yang sudah terlelap diatas tempat tidur.


"Ayolah, sudah dua hari kau tidak memberikanku jatah!" Jawab Xander, tak kalah kesal dan memanyunkan bibirnya.


Ngambek!


"Ada Crystal Dad." Ucap Jeje penuh penegasan. Ia tidak ingin Crystal merasakan 'Gempa bumi lokal' diarena pertempuran itu.


"Kita bisa melakukannya di sofa, di kamar mandi dan di lanta—"


"Stop!" Jeje memotong perkataan Xander yang tidak berfilter itu. Kemudian Jeje merubah posisinya menjadi berhadapan dengan suaminya.


"Sayang, please!" Menatap istrinya dengan tatapan sayu.


Jika sudah menatap seperti itu, berarti hasrat suaminya sudah di ujung rambut. Pelahan Xander menarik pinggang ramping itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menaikan dagu Jeje, sedetik kemudian Xander sudah mengecup benda kenyal dan ranum itu dengan lembut.


"Emmm." Jeje melenguh, ketika merasakan tangan kiri suaminya merambat naik kepunggungnya lalu perlahan naik lagi ke tengkuk dan menekannya, untuk memperdalam ciuman itu. Jeje memejamkan matanya, meresapi dan membalas ciuman yang sangat menggelora itu.


Jika sudah di perlakukan seperti itu, Jeje bisa apa? Hanya bisa pasrah, menolak pun percuma karena suaminya itu mempunyai segala cara untuk mendapatkan keinginannya, yaitu membuat kenyang si pedang panjang yang sudah menganggukan kepalanya dan ngences dari tadi.


Xander melepaskan tautannya, kemudian ia meloloskan Dress satin yang melekat di tubuh istrinya itu. Hingga istrinya setengah polos, karena Jeje hanya mengenakan Underware saja. Sudah kebiasaan Jeje jika akan tidur, ia tidak pernah mengenakan penutup dua pepaya gantungnya.


Xander menatap kagum keindahan lekuk tubuh istrinya itu, body putih mulus dan semakin bohay, tubuh yang masih kencang, Pepaya gantung semakin besar dan masih terlihat kencang.


Ah, Xander sangat beruntung memiliki wanita yang ada di hadapannya ini.


Sangat sempurna!


Dua kata pujian untuk istrinya itu.


Perlahan Xander mendorong tubuh Jeje menuju Sofa yang ada di sana dan membaringkan tubuh istrinya secara perlahan.


"Ahh, Dad." Desaah Jeje, ketika tangan itu masuk kedalam underwarenya dan mengaduk-aduk sesuatu di dalam sana.


Bibir Xander juga tidak tinggal diam, ia melahap dua choco chips yang menempel di pucuk pepaya gantung, bergantian. Sudah di pastikan saat ini Jeje sudah seperti cacing kepanasan, ketika merasakan kenikmatan tiada tara yang di berikan suaminya.


"Emm shhh." Jeje benar-benar menahan desahannya, karena ia sadar jika di dalam markas tempur ada penghuni lainnya, yaitu Crystal.


"Kau suka?" Tanya Xander ketika ia menusuk-nusukan jarinya di bawah sana.


"Ahh, sangat emmm ahhh Dad." Jeje melenguh dan menggeliat tak karuan ketika Xander mempercepat gerakan tangannya di sarung sempit.

__ADS_1


"Kau sudah sangat basah." Ucap Xander dengan suara paraunya.


"Please cepat masukan." Mohon Jeje, ia sangat frustasi dengan gerakan tangan nakal di bawah sana.


Xander tersenyum miring, kemudian ia menurunkan celana panjangnya dan sekaligus boxernya.


Bull


Tersembullah si pedang panjang yang sakti mandra guna dan siap untuk menodong si sarung sempit yang sudah mekar dan kembang kempis dibawah sana.


Xander mulai memposisikan dirinya di sela kaki Jeje. Beruntung Sofa itu cukup besar jadi cukup nyaman untuk bermain disana. Tapi, sebelum itu Xander menurunkan Underware milik istrinya.


"Ughhhh." Desaah Jeje, saat kepala botak di gesekkan dipintu sarung sempit, rasanya geli-geli enak.


Xander memasukan kepala botak dengan perlahan kedalam sarung sempit.


Blesshh


"Ahhh Daddy." Jeje memekik tertahan, ketika si pedang panjang itu sudah masuk sepenuhnya kedalam miliknya dengan sekali hentakan.


Sedangkan Xander menengadahkan kepalanya, saat merasakan pedangnya terasa di pijat di dalam sana dan terasa sangat hangat sekali si sarung sempit itu.


Dengan gerakan pelan namun pasti, Xander menusukkan pedangnya kedalam sarung sempit maju mundur dan naik turun, membuat keduanya mendesaah tertahan.


"Ahh, Dad stop!" Jeje menepuk tangan suaminya.


"Why?!" Xander tetap menggerakan pinggulnya bergoyang es doger perlahan, membuat Jeje merem melek.


Xander menoleh kearah tempat tidur, kemudian ia mengumpat kesal.


"Sial!! Lagi enak-enaknya!" Umpat Xander kesal, lalu memberhentikan gerakkannya.


Demi apapun keduanya kini seperti pencuri di dalam kamarnya sendiri.


Xander dan Jeje terdiam tapi dengan posisi yang sama. Setelah dirasa tidak ada pergerakan lagi dari Crystal, barulah Xander mulai menggerakan pinggulnya lagi.


Walau begitu, keduanya kini merasa tidak tenang dan Aman, karena kegiatan yang mengasikkan dan mengenakan itu takut ketahuan oleh Crystal.


Bisa panjang urusannya nanti!


"Ahh Daddy lebih cepat." Pinta Jeje yang sudah akan mencapai pelepasan.


"Bersama sayang." Ucap Xander, sambil terus menghujam istrinya dengan kecepatan penuh, membuat si botak pusing kepala dan sangat mual hingga akhirnya si botak memuntahkan Vla puding kedalam si sarung sempit itu.


"Argghhh." Racau keduanya saat mencapai pelepasan bersama.


"Sungguh tidak tenang dan tidak enak." Kesal Xander, lalu menarik pedangnya yang sudah berubah menjadi pisau kecil.


"Maaf." Balas Jeje, lalu beranjak dari duduknya, memungut pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Xander.


"Bukan salahmu sayang." Xander merasa bersalah, lalu memeluk istrinya yang sudah berada di dalam kamar mandi, tepatnya di bawah guyuran Shower.


"Sabar masih beberapa hari lagi, setelah itu Daddy bisa bermain sepuasnya." Ucap Jeje, sambil mengusap tangan kekar suaminya yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Tentu, aku akan membuatmu lemas tak berdaya. Tunggu saja!" Ucap Xander, terdengar seperti ancaman.


Glek


Jeje menelan salivanya kasar ketika mendengar ucapan suaminya itu.


Mati aku! Batin Jeje, jantungnya saja sudah berdegup dengan kencang saat membayangkan dirinya lemas tak berdaya di bawah kungkungan suaminya.


Setelah mengatakan hal itu, Xander mulai membersihkan dirinya dibawah guyuran Shower, bergitu pula dengan Jeje.


Ya! Keduanya mandi bersama. Hanya mandi saja tidak ada kegiatan lainnya.


Jika tidak ada Crystal, mungkin keduanya itu mandi sambil bermain cepak-cepak Jeder.


Setelah selesai membersihkan diri, Jeje dan Xander keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap hanya saja rambut mereka masih terlihat sangat basah.


"Mommy dan Daddy kenapa malam begini mandi?" Tanya Crystal, sambil mengucek kedua matanya. Suara Crystal mengejutkan Xander dan Jeje.


Gadis kecil itu sudah terduduk di atas tempat tidur sambil mendekap boneka barbie pemberian Mimi peri.


"Sayang, kamu bangun?" Jeje sangat gugup sekali.


"Iya, Crys haus." Ucap Crystal, sambil menunjuk gelas yang sudah kosong di atas nakas.


"Oh." Jawab Jeje tersenyum, kemudian Crystal melontarkan pertanyaan yang sama 'Kenapa mandi malam?'


"Daddy dan Mommy habis olah raga malam." Ucap Xander, lalu berjalan kearah tempat tidur dimana Crystal tengah menatap dengan tatapan bingung.


"Olag raga malam? Tapi—"


"Sudah ayo tidur lagi, masih malam." Xander naik ketempat tidur.


"Iya, Dad." Walau gadis kecil itu masih penasaran dan tidak puas dengan jawaban kedua orang dewasa itu. Ia memilih merebahkan dirinya lagi dan memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, Crystal sudah terlelap kembali.


"Huh, selamat." Xander dan Jeje bernafas lega.


Dag dig dug banget gak sih?😆


Like!


Komentar!


Vote!


Kasih bunga sekebon dan kopi sedrum!


Yuk!! gabung di Grub Chat Emak Gesrek


Sudah ada Audionya juga lho, yuk dengarkan 🥰



__ADS_1


__ADS_2