My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Memangnya Embek?!


__ADS_3

Xander dan Jeje menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat tatapan tajam Oma Airin yang seperti mau menguliti lawannya.


Mau tak mau akhirnya Xander dan Jeje mengikuti Oma Airin kedalam rumah.


"Kalian ini sangat keterlaluan sekali!" Omel Oma Airin kepada Putra dan menantunya. Saat ini mereka sudah berada di dalam ruang kerja Xander.


Jika Jeje menundukan kepalanya lantaran malu, berbeda dengan Xander yang terlihat santai sambil menatap ibunya yang terus mengomel.


Bisa-bisanya kalian bermain jungkat-jungkit saat ada Crys di dalam markas tempur kalian!


Bisa tidak, pedangmu itu di masukin jeruji besi kalau perlu di rantai sekalian!


Xander mendengus kesal saat mendengar ucapan ibunya yang tak berfilter itu, yang benar saja di rantai?! Memang pedangnya Embek?!


Kau juga Je, harusnya kau menolak ajakan suamimu yang super mesum ini!


Sedangkan Jeje hanya terus menunduk tanpa berani menatap ibu mertuanya.


Kalian ini sama saja!


Omel Oma Airin tiada henti dan tak berfilter, sambil berjalan mondar mandir di depan Anak dan menantunya itu.


"Paham tidak kalian?" Tanya Oma Airin, dan menatap kesal kedua orang yang ada di hadapannya.


"Sudah?" Xander malah balik bertanya dengan nada yang sangat santai, dan membuat Oma Airin menggeram kesal.


"Mommy lagi serius!" Sentak Oma Airin, kepada Putranya.


"Dad." Jeje memperingatkan agar tidak menjawab perkataan ibunya.


"Aku dua rius malah." Jawab Xander lagi, membuat Oma Airin semakin kesal sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Seharusnya Mom tidak memarahi kami, tapi Mommy seharusnya memarahi Cucu dan cucu menantu lucknut itu." Ucap Xander, membuat Oma Airin mengeryitkan keningnya.


"Hei! Jangan lempar jambu sembunyi tangan!"


"Lempar batu, Mom." Jeje mengingatkan.


"Terserah apa itu!" Jawab Oma Airin, dengan kesal.


Kemudian Xander berucap lagi dan menceritakan kelakuan Raya dan Devan, membuat Oma Airin tercengang.


"Ya ampun, kenapa di keluarga ini tidak ada yang beres? Gempa bumi dan yang satu olah raga malam, Semua orang di sini pada mesum, kecuali aku!" Oma Airin menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Dan Mommy lah Biang ke mesumannya." Ketus Xander.


"Ya!! Anak kurang garam!" Seru Oma Airin, dan menatap putranya dengan tajam.


Sedangkan Jeje memalingkan wajahnya sambil menahan tawa, karena yang di ucapkan Suaminya adalah kebenaran.


"Kalian semua harus di hukum!" Sungut Oma Airin, lalu mengambil ponselnya yang selalu ada di kantong celananya.


"Cih!" Oma Airin hanya berdecak kesal, menanggapi perkataan Putranya.


"Sekarang, belikan Mom ini! Harus sama dan mirip, anggap saja ini hukumanmu!" Oma Airin menunjukan layar ponselnya tepat di depan wajah Xander.


"What!!! are you kidding me?!" Pekik Xander dangan mata yang membola saat melihat permintaan ibunya itu.


"Hei! Turunkan nada bicaramu itu, sangat tidak sopan sekali." Ketus Oma Airin, kemudian memasukan ponselnya lagi kedalam kantong celananya.


Jeje hanya menatap suami dan Ibu mertuanya secara bergantian, ada rasa bingung dan juga rasa penasaran dengan permintaan Oma Airin, tapi Jeje memilih diam saja dan membiarkan hal itu menjadi urusan suaminya.


Jeje yakin jika saat ini Ibu mertuanya meminta sesuatu yang tidak lazim, maka dari itu dia memilih diam.

__ADS_1


"Mom!!" Xander meraup wajahnya frustasi.


"Jangan pelit sama Orang tua! Beramal lah kepada nenek tua ini, maka rezekimu tidak akan terputus." Sebuah kalimat sindiran dan juga nasehat, membuat Xander menghembuskan nafasnnya kasar.


Oma Airin mengaku jika sudah tua. šŸ˜†


"Baiklah." Jawab Xander pada akhirnya.


"Harus ada di sini besok!" Jelas Oma Airin.


"Mom!!" Protess Xander.


"Baik, Lubang belut akan Mommy sita! selama satu bulan!" Ancam Oma Airin, membuat Xander mendelik kesal.


Big No! Mana bisa dia tidak celap celup selama itu! kemarin tidak di kasih jatah dua hari saja kepalanya sudah cenat-cenut tak karuan, bawaannya emosi terus. Pikir Xander.


"Baiklah, pemaksa!" Putus Xander pada akhirnya.


Sepertinya masalah ini sangat menguntungkan Oma Airin, lihatlah wajah yang sudah banyak kerutan itu nampak berbinar.


Aku harus berterimakasih kepada Crystal, hi hi hi. Batin Oma Airin, tertawa cekikikan.


Dasar Malin lucknut! Umpat Xander dalam hati.


Rantai Dad! Rantai pedangnya🤣


Sajen woyy!!


Like!


Komentar!

__ADS_1


Vote!


Kasih bunga sekebun dan Kopi sedrum!


__ADS_2