
"Enak ya! lihat pepaya gantung nya si uget-uget gatel !" Omel Raya,sambil berkacak pinggang dan menatap Horor Devan.
Raya dan Jeje setelah melakukan Spa di Salon Ema,mereka pergi ke Restauran Vaganza untuk makan siang disana,tapi bukannya dapat makan siang Malahan ia makan hati saat melihat suaminya duduk berhadapan dengan Si uget-uget gatel.
"Sayan--"
"Pulang !!! Dan cuci mata Om !" Ucap Raya,lalu tatapan tajamnya beralih menatap Sinis wanita yang duduk di kursi tepatnya di belakang Devan.
"Hei,Uget-uget gatel ! Emang enggak punya muka lo ya !" Maki Raya.
Winda hanya menundukan wajahnya sambil mengusap air mata dan juga ingusnya. Rasanya ia sudah tidak punya muka lagi.
Hancur sudah harga diri dan juga karier nya.
"Sabar Ra,sabar," Jeje mengelus pundak Raya dengan halus,agar putri sambung nya itu dapat mengontrol emosinya. Karena saat ini mereka tengah menjadi tontonan para pengunjung Restauran tersebut.
Terdengar cibiran dari beberapa pengunjung Restauran.
"Ada ribut apa sih disana?" Tanya pengunjung 1.
"Biasa lah rebutan singkong rebus," Jawab pengunjung 2.
"Ih,istri cantik kayak begitu aja masih di selingkuhin !"
"Iya,laki nya kurang ajar ya ! Kalau aku yang jadi istrinya udah aku rebus tuh singkong nya biar jadi perkedel singkong terus makan nya di cocol pakai sambal terasi !" Omel pengunjung lain nya.
Mantap Mak ! Perdekel singkong di makan nya anget-anget,Hemm mak nyosss ! Lumer di mulut. π
Devan mengusap wajahnya kasar,saat mendengar para pengunjung yang salah paham dengan situasi yang menimpa nya.
"Sayang,dengarkan aku dulu," Ucap Devan dengan nada selembut mungkin.
Luntur sudah sikap Arogant dan kewibawaan nya saat di depan istri cantik nya.
"Apa !!! Mau belain Uget-uget gatel itu !" Raya semakin melotot.
"Dan lo uget-uget gatel ! Awas kalau lo muncul di hadapan keluarga gw. Bakal mampus lo di tangan gw," Maki Raya,sambil menunjuk Winda yang masih tertunduk.
"Ra,sudah ayo ! Kita bicarakan di rumah saja," Jeje segera menarik tangan Raya,karena situasi yang tidak kondusif.
Raya awalnya ingin memberontak tapi,ia mengingat jika Jeje tengah hamil Besar jadi ia menurut dengan ibu sambungnya itu.
"Masih berdiri disitu !" Ketus Raya pada Devan.
"Ah,iya," Devan segera mengikuti istrinya tanpa memperdulikan Winda.
Setelah Raya,Devan dan Jeje sudah tidak terlihat,para pengunjung mulai menghujat Winda yang masih duduk disana.
"Eh,Mbak ! Makanya jadi Cewek itu jangan kegatelan !"
"Bukan kah dia model yang tengah naik daun itu ya ? Yang naik daunnya gara-gara nunggingiin para produser ! Biar dia dapat job banyak."
Brak
"Bu ! Jangan asal nuduh ya ! Saya ini wanita baik-baik," Winda menggebrak meja,lantaran tidak terima dengan nyinyiran pedas dari ibu-ibu yang tengah mengerumuninya.
"Jejak digitalnya ada. Jadi jangan ngelak ! Dasar gatel !" Maki salah satu ibu-ibu yang ada disana.
__ADS_1
"Nih ! Kalau tidak percaya," Salah satu ibu-ibu disana mengeluarkan ponselnya dan menunjukan Video Ajep-ajep Yang pemeran utamanya adalah Winda dengan Seorang Pria tua berkepala botak.
Winda Syok dan menutup mulutnya saat melihat Video dirinya sedang melakukan gaya katak naik ke atas punggung ada di ponsel ibu itu.
"Nih ibu-ibu dilihat dulu kalau tidak percaya !" Ibu itu menunjukan Video tersebut kepada Ibu-ibu yang ada disana.
"Ih ! Dasar pelakor," Maki para ibu-ibu disana dan masih ada banyak lagi makian lainnya yang di lontarkan untuk Winda.
"Kaget ya !" Winda masih diam lantaran masih terlalu syok.
"Asal kau tahu ya ! Pria tua yang ada di Video itu adalah suami ku ! Dasar wanita sun*del," Makinya.
Winda sudah tidak tahan dengan situasi tersebut,secepat kilat ia segera keluar dari Restauran tersebut dengan perasaan malu dan juga hancur.
Kini hidupnya sudah hancur karena kelakuannya sendiri demi mencapai popularitas secara instan.
Ingin rasanya ia menenggelamkan diri di tengah samudra.
Pribahasa ini sepertinya cocok untuk Winda 'Apa yang kau tanam maka itu lah yang akan kau tuai'.
β€β€β€β€
Di dalam perjalanan pulang Jeje merasa canggung sendiri karena melihat Melihat Raya dan Devan tak berhenti berdebat.
Jeje duduk di jok belakang sendirian,sedangkan Devan menyetir dan Raya duduk di samping Devan.
"Sayang,aku tadi di perintahkan Daddy untuk mengurus wanita siluman itu," Jelas Devan. "Jika kau tidak percaya,kau bisa hubungi Daddy," Ucap Devan lagi.
"Memang apa yang di lakukan Uget-uget gatel itu ? Sampai kau yang harus turun tangan !" Tanya Raya dengan nada ketus.
Kemudian Devan menjelaskan se detail mungkin dari A sampai Z,dari mulutnya kering sampai berbusa.
"Sekarang paham kan ?" Tanya Devan.
"Paham !" Ucap Raya dan Jeje bersamaan.
"Tapi aku masih tidak terima saat kau melihat pepaya gantungnya yang mau jatuh itu !" Ucap Raya dengan nada kesal.
Jeje mendengarkan perdebatan pengantin baru itu pun jadi pusing sendiri.
"Hei ! Kalian ini bisa tidak berdebatnya nanti saja ?".
"Tidak bisa !" Jawab Devan dan Raya bersamaan.
"Astaga ! Kalian menakuti ke empat tuyul ku," Ucap Jeje dengan nada sedih,sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Sorry,Mam," Kemudian pasangan pengantin baru itu saling diam dan sepakat untuk melanjutkan perdebatannya saat sampai di rumah.
Beberapa saat kemudian Mobil yang di kemudikan Devan sudah sampai di halaman Kediaman keluarga Clark.
Jeje keluar lebih dulu dari mobil,karena ia merasa lelah dan juga mengantuk,barulah di susul Raya turun dari mobil tersebut.
Blam
Raya menutup pintu mobil dengan keras,membuat Devan berjingkat kaget.
"Sayang," Devan segera mengejar Raya yang sudah memasuki kamar.
__ADS_1
"Apa ?! Jangan pegang-pegang dan jangan lihatin aku !" Raya menyentakkan tangannya yang di cekal oleh Devan.
"Memang kenapa ? Aku ini suamimu jadi aku berhak menyentuh dan melihat mu, bahkan melakukan jungkat-jungkit juga bebas," Ucap Devan,masih mencekal tangan Raya.
"Karena mata Om itu sudah tercemar ! Dasar Omes !" Sungut Raya.
"Ayolah sayang,ini semua cuma salah paham," Ucap Devan memohon.
"Salah paham ? Saat kau menatap pepaya gantung si uget-uget gatel sampai tidak berkedip,Om bilang salah paham ?!" Omel Raya.
"Sayang,Milik mu lebih besar dan indah dan lebih dari segala-galanya," Rayu Devan. Karena ia pikir dengan merayu istrinya dapat meluluhkan hati istrinya itu.
Ternyata dugaanya salah.
"Oh,jadi Om mengakui jika pepaya gantung uget-uget gatel itu juga besar ?!" Omel Raya lagi.
Astaga,sepertinya aku terjebak dengan ucapan ku sendiri. Batin Devan.
"Bu bukan begitu Sayang," Rayu Devan lagi,dengan wajah yang memelas.
"Lalu seperti apa ? Sekarang pergi ke kamar mandi dan cuci mata Om itu sampai bersih," Titah Raya dengan nada tegas.
Bagai kerbau yang di cunguk hidungnya,Devan menuruti perkataan istrinya. Bahkan ia sampai mencuci matanya sampai 7 kali.
Setelah selesai mencuci matanya,Devan keluar dari kamar mandi dengan tersenyum cerah sambil menatap istrinya yang masih terlihat kesal padanya.
"Sayang,Come Here and Hug Me," Ucap Devan dengan PD nya.
"Sudah ?" tanya Raya dengan datar.
"Sudah sayang,mata ku sudah bersih dan suci kembali," Devan tersenyum manis.
"Oke," Raya mengambil tangan Devan dan menuntunya.
Dalam hati Devan sudah tersenyum senang karena istrinya sudah tidak marah lagi. Tapi dugaanya ternyata salah lagi,ketika Raya menuntunnya menuju pintu kamar.
"Sekarang keluar dari kamarku dan tidur diluar malam ini !" Ucap Raya di ambang pintu.
"Sayang ! Kau tega lalu bagaimana dengan golok ku jika minta diasah ?" tanya Devan Lesu.
"Asah saja sama Miss Lux ! Lebih licin dan cepat tajam !" Ketus Raya.
"Sayan--"
Blam
Belum selesai bicara,Raya sudah menutup Pintunya dengan kasar dan segera menguncinya.
"Sial ! Semua ini karena Ayah mertua !" Umpat Devan,menyugar rambut gondorongnya kebelakang.
"Miss Lux ??"
πππ
Othor mau ketawa sambil guling-guling,kasian sama nasib goloknya Om Devanπ€£
Tambahin dong Vote dan hadiahnya,please. Like dan komentar juga biar tambah rame ππ
__ADS_1