My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Panik 2


__ADS_3

Hari bergulir begitu sangat cepat dan tidak terasa Four J kini sudah berusia 8 bulan, sedangkan usia kandungan Raya sudah mendekati HPL. Segala persiapan untuk Raya melahirkan Dede gondrong sudah di siapkan jauh-jauh hari. Semua keluarga Clark sangat antusias untuk menyambut kelahiran dede gondrong, termasuk para pelayan yang bekerja disana.


"Kira-kira dede gondrong cewek apa cowok ya?" Tanya salah satu pelayan yang tengah menyapu halaman belakang.


"Namanya juga Dede gondrong, ya pasti cowoklah." Jawab temannya.


"Ehm, aku rasa cewek."


"Cowok!"


"Cewek!" Kedua pelayan itu saling menatap kesal.


"Bagaimana kalau kita bertaruh."


"Oke!! Tapi, apa taruhannya." Ucap Pelayan itu.


"Taruhan uang satu juta! Bagaimana?"


"Oke! Deal!" Ucapnya Mantap.


Setelah selesai berdebat, kedua pelayan itu melanjutkan pekerjaanya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ma ma maa." Celoteh Nathan, sambil menggigit mainannya.


"Mi mi mi." Sahut Sean, sambil merebut mainan Nathan, membuat Nathan menangis histeris.


Ya! Ke empat bayi itu sudah pintar berceloteh, merangkak aktif dan sudah tumbuh gigi, masing-masing mempunyai 2 gigi di bagian depan bawah.


Dan wajah ke empat bayi itu terlihat tidak seperti anak kembar, atau biasa di sebut kembar tidak identik.


Tapi, yang namanya bayi ya Mak, wajahnya masih suka berubah-ubah seiring dengan pertumbuhan mereka.


Seperti anak othor aja waktu bayinya bule mirip bapaknya tapi gedenya mirip emaknya jelek mana item lagi. 😆


"Cup cup, sayang jangan menangis lagi. Oke." Ucap Jeje, lalu memangku Nathan.


"Sean, ini punyamu. Tidak boleh merebut mainan Nathan." Sang mami memberikan mainan yang sama kepada Sean akan tetapi anak gembul itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu memperlihatkan gigi susunya yang baru tumbuh 2 itu.


"Ya sudah kalau tidak mau, ini mainannya buat Nathan saja." Ucap Jeje lembut, lalu memberikan mainan tersebut kepada Nathan, tapi lagi-lagi Sean merebutnya kembali.


"Sean." Jeje sampai menghelai nafas panjang, karena putra keduanya itu suka usil kepada tiga saudaranya.


Sedangkan Aiden dan Ansel sedang bermain anteng dengan mainannya sendiri.


Xander menatap istri dan keempat putranya dari kejauhan dengan perasaan bahagia dan juga hatinya merasa menghangat.


Dia sangat bahagia, sangat!.


Rasa lelah setelah pulang bekerja kini terobati saat melihat istri dan keempat putranya yang sedang bermain di ruang tengah.


"Di di." Aiden melihat Xander yang berdiri tak jauh dari pintu pun langsung merangkak menghampiri sang ayah.


Jeje menoleh saat Ansel memanggil daddynya, kemudian ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Xander dengan menggendong Nathan.


"Di di." Ansel merengek sambil terus mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Hay boy." Xander berjongkok dan berniat untuk menggendong Ansel yang sudah mengulurkan tangannya seolah meminta di gendong oleh daddy nya.


"No Dad, bersihkan diri dulu jika ingin menggendong anak-anakmu." Tegur Jeje, membuat Xander mengurunkan niatnya.


"Daddy, mandi dulu ya Nak." Ucap Xander, lalu mengecup kedua pipi gembul Ansel.


Setelah mencium Ansel, Xander beranjak dan menghampiri istrinya lalu berucap.


"Baiklah ratuku, Rajamu ini akan membersihkan diri dulu."


Cup


Xander mencuri ciuman di bibir pink yang selalu membuatnya candu.


"Dad!!!" Jeje melotot horor.


Bisa-bisanya suaminya itu menciumnya di depan anak-anaknya.


"Obat lelahku, honey." Ucap Xander tergelak, lalu berjalan menuju kamarnya.


Kemudian Jeje memanggil dua baby sitter untuk menggendong Ansel dan juga Nathan. Lalu ia beranjak dari ruang tengah menuju kamarnya.


Ceklek


Jeje memasuki markas tempur 1 untuk menyiapkan pakaian ganti suaminya.


"Honey." Panggil Xander saat melihat istrinya memasuki kamar.


"Heum?" Sahut Jeje, sambil melepas Cardigan yang ia kenakan dan meletakan diatas sofa, lalu menghampiri suaminya.


"Ada apa?" Tanya Jeje, sambil melepaskan dasi yang masih menggantung di leher suaminya.


Xander menangkap kedua tangan lentik itu.


"Aku mempunyai sesuatu untukmu." Ucap Xander, sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Sesuatu?" Kening Jeje mengerut dan Xander mengangguk lalu tersenyum.


"Berbaliklah." Ucap Xander, dengan penuh kebingunan Jeje pun menurut dan membelakangi suaminya.


Xander menyibakakkan rambut panjang Jeje kesamping, lalu ia mengambil sebuah kotak bludru berukuran kecil dalam kantong celannya.


"Dad?" Jeje meraba kalung yang sudah melingkar di lehernya.


Kalung lagi? Batin Jeje.


Karena setiap bulan suaminya itu pasti memberikannya kado berupa perhiasaan yang harganya selangit.



"Spesial For You, Honey. Indah bukan? Kalung ini seperti dirimu sederhana namun sangat indah dan sangat berkilau." Ucap Xander, lalu mengecup leher putih istrinya yang terekspos itu.


Ya! Kali ini Xander memesankan khusus kalung berliontin berlian itu.



"Tapi—Shhhh." Xander tidak ingin mendengarkan protes istrinya, maka dari itu ia langsung meremat kedua pepaya gantung dengan lembut, membuat Jeje mendesis enak.

__ADS_1


Jeje memejamkan matanya, kala mendapat serangan mendadak dari suaminya. Bahkan ia memiringkan kepalanya agar suaminya lebih leluasa mengekplor lehernya.


Jeje merasakan sesuatu yang keras yang menempel di bokongnya. Ya, sudah pasti sesuatu yang keras itu adalah pedang sakti mandra guna yang sudah bangun dari bobo gantengnya.


Xander membalikan badan Jeje dan langsung melumaat bibir pink itu dengan sangat rakus dan begitu pula dengan Jeje membalas setiap pagutan yang di berikan suaminya.


"Eughhh." Desaah Jeje, ketika tangan Xander masuk kedalam dress yang ia kenakan dan jari-jarinya bermain di pintu sarung sempit kesukaannya.


Disisi lain Devan tengah mengigit jarinya sendiri sambil terus bergumam.


"Ya!!! Dasar brengsek!" Umpat Raya, melihat suaminya bertingkah tidak jelas.


"Sayang, aku—"


"Aakhhh, rasa sakitnya datang lagi. Huh huh huh." Raya berteriak lalu mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan.


"Sayang, jangan membuatku panik, astaga!" Devan meraup wajahnya dengan kasar.


"Sepertinya Dede gondrong mau keluar!! Akhhh panggilkan daddy, mami dan Oma." Ucap Raya.


"Ya, sebentar." Devan malah mengambil ponselnya.


"Devan!!!!" Teriak Raya, sambil melemparkan bantal kearah suaminya.


"Astaga!" Kemudian Devan meletakan ponselnya lalu berlari keluar kamar.


"Oma!" Teriak Devan, memanggil Oma Airin yang tengah bermain dengan Four J.


"Ada apa?" Jawab Oma Airin.


"Itu, Raya mau keluar eh salah tapi dede gondrong mau keluar." Ucap Devan dengan terbata.


"APAAAA????!"


...Give away...


Dukung terus karya othor ya dengan cara memberikan vote dan hadiah sebanyak-banyaknya, seperti ini👇



Pemenang akan mendapat kan hadiah berupa pulsa


Juara 1: pulsa 100 ribu


Juara 2: pulsa 50 ribu


Juara 3: pulsa 25 ribu


Juara 4-5: pulsa 10 ribu


Dan 5 komentar terpilih akan mendapatkan masing-masing pulsa 10 ribu.


Jangan lupa follow IG emak. WAJIB!


@Thalindalena


__ADS_1


Give away akan berakhir dan di umumkan saat Novel My sexii Old man ini tamat, enggak lama kok cuma sebulan di mulai dari sekarang. Oke oke🤭


__ADS_2