My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Panik !


__ADS_3

Crazy up datang !


Kasih vote sama hadiah ya ! Awas kalo enggak ! Gw lemparin kalian pake bom atom satu-satu !👊👊


Raya mengurai pelukannya kemudian ia menatap Devan yang masih terlihat sedih.


Tangan Raya mengambil Rokok yang masih terselip di sela jari Devan kemudian mematikan rokok itu di asbak yang ada disana.


"Jangan sedih lagi," Ucap Raya, kemudian mengecup bibir Devan dengan sangat lembut dan dalam.


Devan memejamkan matanya dan menekan tengkuk Raya lalu menyesap bibir merah ceri itu dengan sangat lembut dan penuh cinta.


"Kau adalah kekuatanku jadi jangan pernah pergi dari ku," Ucap Devan,setelah melepaskan ciuman nya.


"Tidak akan pernah. Karena aku sangat mencintaimu Om tampan ku " Ucap Raya tersenyum.


"Aku lebih mencintaimu ,gadis kecilku," Balas Devan terkekeh kemudian memeluk Raya kembali dengan erat dan sesekali ia mencium pucuk kepala istrinya.


"Mari berdamai,kau harus bisa memaafkan kedua orang tuamu,ikhlaskan hatimu itu maka rasa sakit itu akan hilang perlahan. Dan tenang ada aku disini yang selalu menguatkan mu. Bagaimana ?"


Devan mengurai pelukan nya kemudian ia menatap wajah istrinya dengan intens,kemudian ia menganggukan kepalanya.


"Ah benarkah ?" Tanya Raya dengan senang.


Bukannya menjawab Devan malah membungkam bibir Raya dengan ciuman nya.


"Empphhh."


"Ayo kita main kelereng dan jungkat-jungkit," Ucap Devan kemudian menggendong Raya menuju arena pertempuran.


"Ah sayang. Bukankah kau sedang bersedih ?" tanya Raya ketika tubuhnya di hempaskan diarena pertempuran.


"Sudah tidak karena ada kau yang selalu membuatku bahagia," Ucap Devan segera melepaskan kain yang melekat di tubuhnya dan juga di tubuh Raya.


"Ah,Sayang," Racau Raya,ketika biji ketapangnya di sesap Oleh Devan.


"Semakin hari semakin membesar,apakah kau sedang mengandung ?" Tanya Devan sambil meremat kedua pepaya gantung itu dengan gemas. Devan sadar dengan perubahan bentuk badan Raya yang di bagian tertentu semakin terlihat menonjol.


"Ahh Aku ahh tidak tahu," Raya berucap dengan susah payah karena Devan terus mempermainkan pepaya gantungnya,apa lagi tangan Devan sudah mengobrak- abrik sarung sempitnya,membuat Raya seperti cacing kepanasan.


"Tidak apa-apa kita bisa membuatnya setiap malam,setiap hari,setiap detik dan setiap jam," Ucap Devan sensual.


"Dasar maniak !" Umpat Raya,sambil memejamkan matanya.


Devan tersenyum kemudian ia beralih menatap pintu sarung sempit berwarna pink merekah dan ditumbuhi rumput tipis berwarna hitam,terlihat sangat menggiurkan di mata Devan.


Raya selalu merawat bagian intinya karena itu adalah aset berharga seorang wanita. Maka dari itu sarung sempit Raya terlihat sangat bersih dan wangi juga selalu membuat Devan tergila-gila padanya.


"Sayang, jangan menatapnya seperti itu," Ucap Raya,kemudian ia ingin mengatupkan kedua pahanya tapi ditahan oleh Devan.

__ADS_1


"Jangan menutupnya sayang,karena aku sedang mengagumi milikmu," Ucap Devan sensuall,membuat Raya bersemu merah.


Perlahan Devan membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya di pintu sarung sempit itu.


Hap


Devan melahap rakus sesuatu dibawah sana,membuat Raya menggelinjang dan menaikan bokongnya agar Devan ********** lebih dalam lagi.


"Ahh Sayang," Desaah Raya.


Devan terus memberikan kenikmatan untuk istrinya hingga Raya mencapai pelepasan pertama.


"Ah sayang aku lemas," lirih Raya.


"Aku belum memulainya sayang," Ucap Devan kembali menggagahi tubuh istrinya lalu tangan kirinya memegang golok saktinya dan menuntun menuju sarung sempit yang sudah sangat basah.


"Arghhh," Racau keduanya ketika golok sakti itu sudah masuk sepenuhnya.


"I Love You," Bisik Devan di depan bibir Raya kemudian mellumat bibir itu dengan lembut dan ia mulai menggerakan pinggulnya perlahan.


"Eughh," Desaah Raya tertahan karena merasakan nikamat tiada tara.


"Ssshhhhh," Devan mendesis nikmat ketika ia mengasah golok saktinya perlahan.


Malam ini Devan bermain sangat lembut tidak seperti biasanya. Raya pun semakin terbuai dengan permainan Devan yang sangat memabukkan.


"Ah,Sayang," Suara laknat terus keluar dari bibir Raya. Membuat Devan semakin bersemangat.


Devan menyemburkan santan kental yang berkomposisi Ribuan kecebong berkualitas premium menuju rahim istrinya. Devan mendiamkan sejenak Golok sakti nya di dalam sarung sempit sebentar,setelah memastikan santan kentalnya masuk semua barulah ia mencabut golok saktinya yang sudah berubah menjadi wortel rebus,kecil dan lembek.


"Terimakasih Sayang," Devan melabukan ciuman di bibir istrinya dengan sangat gemas,barulah ia merengkuk tubuh ramping istrinya itu kedalam dekapannya dan menarik selimut yang ada di bawah kakinya untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos.


"Sama-sama sayang," ucap Raya,kemudian memeluk erat Devan dengan erat dan mulai memejamkan matanya.


Jika di markas tempur 2 sedang terjadi asah mengasah golok,berbeda dengan di markas tempuer 1 yang sedang terjadi kehebohan.


"Mommy !!" Teriak Xander begitu panik dan memanggil ibunya.


"Dasar anak kurang garam ! Apa kau tidak punya malu malam-malam begini berteriak,apa lagi disini masih ada besan mu," Ketus Oma Airin menghampiri putranya.


Ya. Tuan dan Nyonya Fadaei di paksa menginap di rumah besar itu.


Mendengar Xander berteriak semua pelayan dan juga Tuan Fadaei dan istrinya menuju kamar Xander.


"Marah-marahnya nanti saja Mom. Aku sedang panik," Ucap Xander sambil mengacak rambutnya kasar.


"Ada apa memang ?" Tanya Oma Airin.


"Istriku kesakitan Mom ! A a aku--."

__ADS_1


Plak


Oma Airin memukul kepala putranya dengan keras.


"Dasar bodoh !" Umpat Oma Airin,kemudian memasuki markas tempur 1.


"Jeje,kau tak apa ?" Tanya Oma Airin panik. Dan Nyonya Fadaei pun ikut mendekat.


"Mulas perutku sangat mulas," Ucap Jeje sambil meremat dressnya.


"Oh,kau mau Puup ?" tanya Oma Airin nyeleneh.


"Oma sepertinya Nyonya Clark akan melahirkan,karena perutnya mengencang sekali," Ucap Nyonya Fadaei,sambil memegangi perut Jeje yang terasa kencang.


"Oh astaga ! Kenapa kau tidak bilang jika ingin melahirkan," Ucap Oma Airin.


"Aku tidak tahu Oma," Jawab Jeje,sambil meringis.


"Xander ayo bawa istrimu kerumah sakit!" Teriak Oma Airin karena Xander berada di ambang pintu.


Xander mendekat kemudian bertanya.


"Apa istriku sakit hingga harus di bawa kerumah sakit?" Tanya Xander dengan bodohnya.


"Dasar bodoh ! Istrimu mau melahirkan !" Oma Airin dengan gemas mencubit lengan putranya.


"Sakit," rintih Jeje kesakitan.


"Sabar ya sayang," Ucap Xander menenangkan.


"Sabar saja Tidak cukup ! Ayo bawa Jeje kerumah sakit !" Omel Oma Airin.


"Tapi bagaimana membawanya ?" Tanya Xander lagi..


"Daddy !!!" Teriak Jeje,lantaran kesal dengan suaminya yang tiba-tiba menjadi konyol.


"Aku panik sayang," Ucap Xander,begitu sangat panik apa lagi melihat wajah kesakitan istrinya.


"Ayo gendong istrimu,Tuan," Ucap Nyonya Fadaei yang sejak tadi diam kini angkat bicara.


"Sebentar," Ucap Xander.


"Hei !!! Kau itu harus menggendong istrimu kenapa harus berdoa dulu?" Tanya Oma Airin kesal,karena Xander malah berlutut sambil mengangkat kedua tangannya.


"Aku meminta kekuatan kepada Tuhan,agar kuat untuk menggendong istriku," Ucap Xander dengan bodohnya.


"Daddy !!! Lihat saja setelah ini aku akan mencari ayah lain untuk 4 tuyul ku !" Kesal Jeje sambil menahan kesakitan.


"Jangan !!"

__ADS_1


Daddy jadi se ons gara-gara panik🤣🤣🤣


__ADS_2