My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Katak melompat pagar


__ADS_3

Pagi hari di kediaman keluarga Clark


Para pelayan melongo saat melihat dapur berantakan seperti kapal pecah. Mereka tidak banyak bertanya dan segera membereskan kekacauan itu,karena Pak Man sudah memberi peringatan keras.


Sedangkan yang menyebabkan kekacauan itu,masih bergelung di dalam selimut bersama istri tercintanya,saling memeluk dalam keadaan masih polos dan saling memberi kehangatan.


Jeje mulai menerjabkan kedua matanya,ada rasa mengganjal di bawah sana dan juga perutnya di peluk erat oleh suaminya dari belakang.


"Astaga ! Daddy benar-benar keterlaluan !" Kesal Jeje,saat mengetahui rasa mengganjal itu ternyata pedang suaminya yang masih menancap di sarung sempitnya.


"Ada apa sih ? Kau mau lagi ?" Xander bertanya tanpa rasa malu,bahkan pria itu masih memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Dad ! Pedang mu itu cabut dulu" Kesal Jeje.


"Hah,apa ?" Nyawa Xander belum terkumpul.


"Isshh Daddy,aku mau pipis !".


"Ya sudah pipis saja" Jawabnya cuek.


"Bagaimana bisa aku kekamar mandi kalau pedang Daddy masih betah didalam sarungnya ?!". Kedua mata Xander langsung terbuka saat mendengar omelan sang istri.


"Rasanya nyaman jadi ya gitu" Xander tertawa,lalu mengeluarkan pedangnya yang sudah keriput.


"Dasar maniak !" Dumel Jeje,sambil berlalu ke kamar mandi.


"Tapi kamu suka kan sayang ?" tanya Xander,sambil terkekeh. Sedangkan Jeje memutar kedua bola matanya malas.


Setelah drama bagun tidur tadi,keduanya sudah akur dan sudah selesai mandi dan berpakaian. Jeje membantu suaminya untuk memakaikan Dasi.


"Uh,tampan nya suami ku "Puji Jeje,saat selesai memakaikan dasi keleher suaminya.


Cup


Xander mengecup bibir Jeje sekilas.


"Maafkan aku,karena telah membuat mu marah" Xander menarik pinggang Jeje agar semakin merapat ketubuhnya.


"Iya,Dad. Maaf kan aku juga karena terlalu kekanakan" Jeje tersenyum dan menatap suaminya yang sudah terlihat sangat tampan itu.


"Sebenarnya,kau tidak perlu melakukan perawatan untuk ms v mu itu,karena milik mu sudah sangat sempit dan menggigit" Ucap Xander,membuat Jeje malu.


"Tapi kata Ema,agar kau selalu puas dan tidak melirik wanita lain" Ucap Jeje,dengan polosnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Dasar Ema !. Batin Xander,sedikit kesal karena Ema telah meracuni otak suci istrinya.


Tak tahan melihat bibir istrinya yang tengah mengerucut,Xander pun mellumat bibir pink itu dengan lembut dan Jeje membalas nya dengan lembut juga.


"I Love U" Bisik Xander ketika ciuman itu terlepas.


"I Love U To,Dad" Balas Jeje,lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

__ADS_1


Entah sudah ke berapa kali,Suaminya itu mengucapkan kata cinta.


Jeje merasa manjadi wanita yang sangat bahagia di dunia ini karena dicintai pasangan hidup nya dengan begitu tulus,begitu pula Xander merasakan hal yang sama.


Raya mengernyit heran ketika melihat kemesraan Daddy dan mami kecilnya saat di meja makan,beda dengan Oma Airin,yang ingin memukul kepala anak nya dengan centong nasi.


"Kenapa menatap ku seperti itu ?" Tanya Jeje.


"Kalian sudah berbaikan ?" Bukannya menjawab Raya,malah balik bertanya.


"Apa maksudmu,mami dan Daddy mu sedang bertengkar ?" Tanya Xander pada Raya.


"Sepertinya begitu tapi kalian berbaikan begitu cepat,padahal aku ingin melihat Daddy nangis guling-guling dilantai" Ucap Raya,menatap sinis Daddy nya. Teringat kejadian tadi malam ketika Daddynya seperti orang gila karena istrinya tengah merajuk.


"Kau !-"


"Sudah Dad,Raya,ayo makan" Jeje menengahi.


"Apa kau memakai jurus katak melompat pagar ?" Tanya Oma Airin pada Xander.


"Katak melompat pagar ?." Beo Jeje,membuat Oma Airin berdecak kesal.


"Jangan di dengarkan ucapan Mommy" Ucap Xander pada istrinya.


Xander tahu jika Oma Airin tengah menyindirnya jika ia menaklukan hati Jeje diatas ranjang pertempuran.


Pletak


Oma Airin melemparkan centong nasi kepada Xander.


"Kau berani menculik menantu ku dari kamar ku ?! Hah !" Kesal Oma Airin.


"Mom sudah,kami sudah berbaikan" Jeje menenang kan.


"Huh" Oma membuang nafas,lalu tersenyum menatap Jeje.


"Katakan pada mommy jika pria tua itu menyakiti mu" Jeje mengangguk saja.


"Dan kau,jika berani membuat sedih menantuku lagi,bersiap lah pedang panjang mu itu akan ku patah kan" Ucap Oma Airin,sambil mematahkan sendok,membuat Xander bergidik ngeri sambil membekap pedang nya dibawah sana.


Xander tahu jika Ibunya sangat menyayangi menantu cantik nya itu,dan ia merasa bersalah karena membuat hati Jeje sedih dan juga kesal.


"Habislah Daddy ,hi hi hi" Ledek Raya,membuat Xander melotot.


"Diam kamu !" kesal Xander,bukannya takut Raya malah tertawa terbahak.


"Itu juga berlaku untuk Devan, Raya !" Tegas Oma Airin. "Lihat jika pria itu berani menyakitimu".


"Jangan lah Oma,nanti aku tidak merasakan enak-enak jika Oma mematahkan goloknya" ucap Raya.


"Golok ????" Pekik ketiga orang tersebut bersamaan.

__ADS_1


"Astaga,aku rasa di keluarga Clark ini semua tidak ada yang beres,yang satu pedang dan yang satu nya golok" Ucap Jeje sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya dan lebih heran nya lagi,jodoh kita sama-sama pria berumur,ha ha ha ha" Raya tertawa keras.


Xander menatap istrinya dengan tajam.


"He he he,bercada sayang" Ucap Jeje lalu memeluk suaminya.


"Ya kau benar Je,Mom sampai heran kepada kalian. Apakah mata kalian ini rabun atau katarak ? Jelas-jelas Xander dan Devan itu pria Tua !". ucap Oma Airin,menekan kata Tua.


"Mom !!" Kesal Xander.


"Apa ? Mommy mengatakan yang sejujurnya ! Harusnya kau memeriksakan mata istrimu itu ke dokter mata" Kesal Oma Airin,ia masih kesal pada putranya karena mengambil Jeje dari kamarnya.


"Astaga !" Ucap Raya,lalu tertawa terbahak.


Xander dengan cepat memakan sarapannya,dari pada berdebat dengan ibunya yang tidak akan ada habisnya.


Sedangkan Jeje hanya bisa menahan tawanya saat mendengar ucapan Absurd ibu mertuanya.


Setelah sarapan,Xander bersiap berangkat kekantor dan diantarkan Jeje sampai halaman rumah.


"Tunggu aku dirumah dan jangan kemana-mana" Ucap Xander sebelum memasuki mobilnya.


"Iya,Dad. Tapi jika aku bosan bagaimana ?" Karena Jeje masih dalam masa cuti kuliah.


"Datang ke kantor nanti supir akan mengantarkanmu" Ucap Xander,lalu memasuki mobilnya,dan membuka kaca mobilnya.


"Daddy tidak menciumku ?" Tanya Jeje,karena suaminya tidak melakukan ritualnya itu.


Xander tersenyum,kemudian keluar dari mobilnya lagi lalu mencium kening dan bibir istrinya sekilas.


"Dasar bucin" Raya meledek,saat melihat mobil Xander sudah keluar dari pintu gerbang rumah.


"Biarin,wlekkk" balas Jeje menjulurkan lidahnya.


"Mami kecil ku,lucu sekali sih ? Apa tadi malam lo di kasih enak-enak sama Daddy,makanya lo bisa luluh cepat ?" Tanya Raya,menaik turunkan alisnya.


"His,apaan sih !" Jeje tersipu malu.


"Berarti benar kata Oma jika daddy menggunakan jurus katak melompat pagar ha ha ha".


"Apaan itu ?" Tanya Jeje penasaran.


"Daddy melompat-lompat enak di atas ranjang bersama Mami kecil,ha ha ha ha". Raya tertawa terbahak.


"Raya !!!!".


Jurus Katak melompat pagar πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Raya bener-bener πŸ‘πŸΌπŸ€£πŸ€£πŸ€£

__ADS_1


Jangan lupa hadiah dan like nya ya🌹🌹😘😘


__ADS_2