
Xander menatap tajam Devan dan Raya,sedangkan Jeje duduk di sebelahnya sambil memakan rujak yang di buatkan Oleh Devan.
Devan mendesah Frustasi,karena keinginan ibu hamil itu sangat menyusahkannya.
"Aissh,tangan ku pegal sekali,sayang" Keluh Devan,memberikan tangan kanannya kepada Raya.
Bagaimana tidak ? Devan mengulek sambal kacang untuk jadi sambal rujak dan memanjat pohon mangga milik tetangga.
"Ih,manja deh" Walau begitu Raya memijat tangan kekar itu.
"Sejauh mana hubungan kalian ?" Tanya Xander pada Devan dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Aa em" Devan membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu tapi ia ragu dan menutup mulutnya lagi.
"Dad !" Jeje memperingati.
"Diam dan makan rujak mu itu !" Xander berkata dengan ketus.
"Kau memarahi ku ?" Tanya Jeje dengan nada sewot.
Drakkk
Jeje berdiri dan mendorong kursi yang ia duduki dengan kasar.
"Sayang,bukan seper-".
"Daddy jahat !" Jeje langsung pergi dari ruang makan.
"Sayang" Xander mengejar istrinya yang tengah marah.
Bisa gawat pedangku pasti akan kena imbasnya. Batin Xander.
Karena Xander tahu menghadapi mood ibu hamil itu sangat mengerikan.
Sedangkan Devan dan Raya ber tos ria.
"Kita selamat Om,hi hi hi" Raya tertawa cekikikan.
"Ayo kita pergi dari sini" Devan mengulurkan tangannya.
"Kemana ?" Tanya Raya,menyambut tangan Devan.
"Ke suatu tempat" Devan mengerlingkan matanya nakal.
"Nakal" Raya mencubit kedua pipi Devan dengan gemas.
Jeje menatap malas suaminya yang memasuki kamar.
"Sayang" Xander mendudukan dirinya di samping Jeje yang tengah duduk di sofa.
"Sana !" Kesal Jeje.
"Maaf tadi aku enggak marah sama kamu kok,tadi aku cuma terbawa suasana karena kesal sama Devan dan Raya" Xander berkata selembut mungkin sambil menggenggam tangan Jeje.
"Alasan !". Masih kesal.
"Sayang-".
__ADS_1
"Daddy mau di maafin kan ?" Xander mengangguk cepat.
"Jangan ikut campur urusan Raya dan Devan !" Tegas Jeje.
"Apa yang kau pikirkan ?" Tanya Xander kesal.
"Hih,Apa daddy tidak ingat saat kita belum menikah ? Bahkan daddy melakukan lebih dari sekedar ciuman !." Ucap Jeje sinis.
"Oh,kau sedang membela mereka ?."
"Siapa yang membela ?" Kilah Jeje,Xander menatap tajam istrinya.
"Menurutku kalau hanya sekedar ciuman itu wajar,biarkan mereka yang terpenting mereka masih tahu batasannya ! Tidak seperti Daddy !" Sindir Jeje.
Xander yang tersindir pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aku percaya sama Devan,pasti dia bisa mengontrol dirinya dari pada Raya" Ucap Jeje,memberikan pengertian.
"Sayang,kau tidak mengerti nafssu para lelaki dewasa !" Xander mendesah resah.
"Apa yang aku tidak mengerti ? Bukankah aku menikahi pria tua ?" ucapan Jeje membuat Xander melotot tajam.
"Apa ?!" Jeje membalas tatapan Xander.
"Ti tidak" Nyali Xander menciut saat melihat istrinya sudah mode galak.
"Awas saja jika Daddy mencampuri urusan mereka." Ancam Jeje.
"Hei,kenapa kau marah sekali ? Wajar jika aku terlalu khawatir terhadap putriku,tapi kau malah-" Xander tidak melanjutkan ucapannya,karena ia sudah tersulut emosi.
"Ya ! Putri mu ! Aku hanya sahabatnya ! Aku tahu jika Daddy masih berat untuk melepas Raya menikah" Jeje berkata sendu,lalu pergi meninggalkan suaminya.
Xander membiarkan istrinya lebih dulu,karena ia ingin menangkan diri.
"Nyonya anda mau kemana ?" Tanya penjaga di pos di dekat gerbang.
"Aku hanya ingin mencari somay bandung pak, ditaman komplek" Jawab Jeje.
"Tapi,nyonya nanti tuan marah jika anda keluar sendiri lebih baik biar saya yang membelikannya" Ucap penjaga itu.
"Tenang saja suamiku sudah tahu,pak. Saya cuma sebentar kok" Bohong Jeje,dan penjaga itu percaya lalu membuka pintu gerbang.
Memangnya aku salah jika aku memberi sedikit kebebasan untuk putriku ? Hidup terkekang itu tidak enak. Apa lagi mereka tinggal hitungan hari akan menikah. Batin Jeje,sambil menyusuri jalan.
Ya,Jeje tahu diri akan statusnya hanya sebagai ibu sambung Raya,maka dari itu ia ingin bersikap adil dengan memberi sedikit kebebasan,karena selama ini hudup Raya sedikit terkekang karena peraturan Ayahnya. Terkekang dalam arti pergaulan diluar sana. Dan Jeje tahu jika suaminya melakukan hal itu demi kebaikan putrinya. Tapi yang jadi masalah,Xander sepertinya sangat berat melepas Raya yang sebentar lagi akan menikah. Jeje tahu itu,setiap orang tua pasti merasakan hal yang sama.
"Sebenarnya aku masih belum bisa untuk melepaskan putriku" Xander menghela nafas kasar sambil mengusap foto Raya yang ada di ruang pribadinya.
"Anak gadis Daddy sudah tumbuh Dewasa,perasaan baru kemari Daddy menimangmu dan sebentar lagi kau akan menjadi milik orang" Mata Xander berkaca-kaca,ia tidak menyangka jika putrinya akan menikah secepat ini. Begitu besar cinta dan kasih sayang yang ia berikan untuk putrinya.
"Huh,benar yang di katakan Jeje,aku harus belajar untuk menerima semua ini" Xander bangkit dari kursinya dan mencari istri cantiknya.
"Dimana istriku ?" Xander bertanya pada salah satu pelayan,karena dirinya mencari istrinya disetiap sudut ruangan di rumah,ia tidak menemukannya.
"Tadi saya melihat,Nyonya berjalan keluar,Tuan" Jawab Pelayan itu.
Xander bergegas keluar dan menemui penjaga.
__ADS_1
"Maaf,tuan tadi nyonya mengatakan jika akan membeli somay di taman komplek".
"Bodoh !" Umpat Xander. "Kenapa kalian membiarkannya pergi sendiri ! Hah !" Wajah Xander sudah memerah karena marah.
"Tadi Nyonya bilang jika sudah meminta izin kepada Tuan dan kami sudah menawarkan untuk membelikan somay bandung," Jawab penjaga itu takut.
"Sial !" Xander tidak menyalahhkan para penjaga itu. Ia segera mengambil kunci mobil yang tergantung di tempat kunci lalu segera mengendari mobilnya menuju taman.
Xander sangat khawatir,apa lagi jarak rumah dan taman komplek lumayan jauh,ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.
Jika Xander sedang sangat khawatir beda dengan Jeje tengah menikmati somay bandungnya di salah satu kursi panjang yang ada ditaman itu sambil melihat anak-anak kecil berlarian kesana kemari.
"Enak sekali,sudah lama aku tidak merasakan suasana seperti ini" Gumam Jeje,sambil terus melahap Somaynya.
Kehamilannya ini tidak seperti kehamilan pada umumnya. Jika tiap hari ibu hamil harus mengalami morning sicknes tapi Jeje tidak merasakan hal itu dan makanan apapun masuk kedalam perutnya.
Jeje menghabiskan 3 porsi somay bandung,membuat penjual somay menggelengkan kepalanya.
"Berapa pak ?" Tanya Jeje.
"25 ribu neng" Si bapak menjawab sambil tersenyum.
Jeje merogoh kantongnya,ia lupa jika tidak membawa uang.
"Em,pak. Uang saya ketinggalan." Si bapak itu melihat Jeje dari atas hingga kebawah lalu tersenyum.
"Tidak apa-apa neng,saya ikhlas" Jawab Si bapak itu.
"Tapi pak-".
"Berapa semuanya pak ?" Tanya Seorang pria yang ada di belakang Jeje.
Jeje menoleh dan ternyata orang itu adalah suaminya.
"Dad-".
"25 ribu mister" Jawab Si bapak. Xander memberikan sepuluh lembar uang ratusan ribu untuk si bapak itu.
"Tuan ini ?".
"Ambilah pak,ini rejeki untuk bapak." Ucap Xander tulus.
"Tapi Tuan saya tidak bisa menerimanya".
"Ambil saja pak,anggap saja itu bayaran 3 porsi somay yang di makan oleh istri saya" Ucap Xander sambil tersenyum. Jeje melihat itu pun sampai berkaca-kaca karena terharu,ia tidak menyangka jika suami sangat dermawan.
"Ya allah, tuan terimakasih" Si bapak itu sujud syukur karena mendapatkan rejeki berlimpah hari ini.
"Terimakasih banyak tuan semoga tuhan membalas kebaikan tuan dan Nyonya". Xander dan Jeje mengaminkan doa bapak itu.
"Dad-"
"Ikut !!!".
Wah,Jeje mau dibawa kemana sama Daddy ?
Paling di ikat diatas ranjang pertempuran πππ Otak Othor auto travelingπ€£π€£π€£
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,Rate bintang lima dan kasih hadiah ππ