
"Sayang,itu darah ! Aku berdarah ! Gawat !" Raya histeris,sambil menatap sprei yang ada bercak darahnya.
"My Wife,itu -"
"Om. Mana tahu urusan perempuan ! Itu darah tamu bulananku," Ucap Raya,wajahnya sudah semerah tomat.
"Ya tuhan ! Sangat memalukan," Raya menutup wajahnya dengan bantal.
"Eh,harus nya 2 minggu lagi baru datang,tapi kenapa sudah datang lebih awal, sih ! Jadi enggak bisa jep-ajep lagi deh," Ucap Raya, dibalik bantal dan Devan masih mendengar ucapa Raya itu.
Dasar bocah. Batin Devan.
"Sayang !" Devan menarik bantal yang menutupi wajah istrinya.
"Itu bukan darah tamu bulanan mu tapi itu adalah darah kesucian mu," Ucap Devan menjelaskan,sambil mencium pipi Raya dengan mesra,membuat wajah Raya semakin malu.
"A apa ? Jadi itu -" Devan mengangguk.
"Ya ampun,aku bodoh sekali. Ternyata itu darah perawanku," Raya merutuki kebodohannya.
Aku sudah tidak perawan,hi hi hi. Jadi aku bisa jep-ajep lagi. Batin Raya bersorak girang.
Dasar Raya gesrek.😆
"Kau memang bodoh ! Dan juga mesum tapi aku suka karena ternyata kau masih sangat polos," Devan terkekeh,sambil mengerlingkan matanya nakal.
"Ishh,kau itu memuji ku atau mengolokku ?" Kesal Raya.
"Tidak keduanya,karena aku lebih suka memasukimu," Ucap Devan,sambil mencubit biji ketapang yang ada di pucuk pepaya gantung Raya.
"Ya ! Dasar mesum," Raya segera memukul tangan Devan agar menjauh dari biji ketapangnya.
"Ha ha ha ha," Devan tertawa terbahak saat melihat wajah istrinya yang terlihat kesal itu.
"Ih ! Menyebalkan !" Ucap Raya marah dan juga malu.
"Jangan marah terus nanti cantiknya hilang. Ayo aku akan memandikan mu," Ucap Devan,kemudian menggendong Raya ala bridal style menuju kamar mandi.
"Argghh,sakit. Hikss," Raya memekik saat tubuhnya diangkat oleh Devan,bahkan air matanya sampai mengalir dari sudut matanya.
"Maaf,sayang," Devan benar-benar merasa bersalah.
"Pelan-pelan,hiks. Aku rasa sarung golokmu membengkak," Ucap Raya,meringis saat Devan meletakan nya di dalam bathup yang belum terisi air.
"Benarkah ? Coba aku lihat," Devan terlihat panik dan masuk kedalam bathup.
"Hei ! Om,mau apa ?" Raya menutup bagian intinya dengan kedua tangannya.
"Mau lihat sarung golok ku. Singkirkan tanganmu !" Titah Devan,yang sudah melebarkan kedua kaki Raya.
__ADS_1
"Tidak ! Ini sangat memalukan !" Raya menggeleng dengan cepat.
"Sepertinya bercinta di dalam bathup sangat menarik," Devan menyeringai licik.
"Tidak Eh iya,aku singkirkan tanganku" Raya gugup kemudian segera mengingkirkan kedua tangannya yang menutupi sarung golok tadi.
"Ya Tuhan. Kenapa separah ini ?" Tanya Devan,saat melihat sarung goloknya membengkak dan lecet.
Sepertinya aku harus berpuasa hingga beberapa hari kedepan. Keluh Devan dalam hati.
"Itu semua karena Golok Om yang super jumbo itu," Kesal Raya.
"Maafkan aku sayang. Seharusnya aku tidak memaksakan diri," Ucap Devan penuh sesal.
"Tidak apa-apa,Sayang. Aku ikhlas melayani mu. Ya, walaupun sakit tapi tidak membuatku kapok,he he he he," Raya tersenyum sambil menatap Devan.
Devan tersenyum kecut mendengar ucapan Istrinya.
"Ayo, aku akan memandikanmu setelah itu aku akan mengobati lukamu itu," Ucap Devan,keluar dari bathup dan mengisi air hangat kedalam bathup itu.
Setelah selesai memandikan istrinya,Devan membeli obat salep pereda Nyeri melalui aplikasi Online.
"Ayo buka kakimu,aku akan mengoleskan salep ini," Ucap Devan,merangkam menaiki ranjang panas itu.
"Ti tidak perlu sayang,ini sudah baik kok," Tolak Raya,mengeratkan selimutnya yang menutupi tubuh seksoy nya. Karena saat ini ia hanya mengenakan baju saringan tahu.
"Benar ?" Tanya Devan.
"Ayo aku lapar,bisa kah kita makan di restoran saja ?" Ajak Raya.
Ia takut jika di dalam kamar terus,Devan akan menerjangnya lagi. Apa lagi Lubang belutnya masih berdenyut sakit.
Walaupun dia berkata 'Tidak kapok' tapi dalam hatinya, ia merasa sangat takut dengan golok sakti super jumbo itu.
"Baiklah,tapi pakaian mu ?" Tanya Devan,sambil menatap body istrinya yang terlihat seksoy,membuat jangkun nya naik turun dan si golok sakti yang super jumbo sudah tegak di bawah sana dan siap untuk diasah.
"Tenang saja,aku membawa pakaian ku kok," Ucap Raya,berjalan perlahan menuju kopernya yang diletakan di dalam lemari.
"Ah sial !!" Ucap Raya tertahan,saat membuka kopernya ternyata hanya ada Beberapa Lingerie seksoy dengan berbagai model lengkap dengan G-Str*ng.
Raya menemukan secarik kertas kemudian membacanya.
Semangat anakku yang cantik !! Ha ha ha ha.
"Mami !!!!!!!!!" Teriak Raya,sedangkan Devan segera menghampiri istrinya dan menanyakan apa terjadi sesuatu kepada istrinya.
Sementara itu Di kediaman keluarga Clark.
Jeje dan Oma Airin tertawa terbahak,membayangkan nasib Raya.
__ADS_1
Ya. Jeje,Oma dan Xander sudah kembali ke rumah sejak tadi pagi,dan membiarkan pengantin baru itu lebih lama berada di hotel.
"Ha ha ha ha,aku yakin saat ini Raya sedang mengumpatimu,Je," Oma Airin tertawa terbahak dengan Jeje.
"Kalian ini jahil sekali," Ucap Xander sambil mengelus perut istrinya yang membuncit.
"Heleh,dulu daddy juga suka kan ? Saat aku memakai baju saringan tahu itu ?" Sindir Jeje.
"Suka banget malah," Jawab Xander.
"Begitu pula dengan Devan,pasti pria itu sedang mengurung Raya di dalam kamar hotel dan tidak akan melepaskan Raya sedikit pun," Ucap Oma Airin.
"Aku jadi tidak tega," Jawab Xander.
"Ya ! kau tidak tega dengan putri kita tapi dulu kau tidak kasihan pada ku ? Malahan kau terus menggempurku sampai aku merasa lelah,letih,lesu dan lunglai," Cerocos Jeje panjang kali lebar,sambil menatap suaminya tajam.
Ngek
Xander mati kutu dibuatnya,ia tidak menjawab ucapan istrinya yang semua benar.
"Rasakan ! Ha ha ha ha," Oma Airin tertawa terbahak,saat melihat putra nya bungkam.
"Mom !!!"
"Apa ? Mom hanya tertawa saja apa salah ?" Ucap Oma Airin,tanpa merasa bersalah.
"Aku yakin di balik semua ini Mom lah yang jadi biang nya," Ketus Xander.
"Elehhh. Sok tahu !" Kilah Oma Airin.
"Memang tahu ! Istriku adalah wanita yang paling kalem dan alim,mana mungkin jadi mesum seperti ini,jika bukan mom yang mengajari," Balas Xander.
"Ha ha ha ha,kau menyalahkan Mom ?" Xander mengangguk.
"Anak kurang ajar !"
"Jeje ! Malam ini tidur sama Mom ! Awas saja jika kau membantah !" Ucap Oma Airin marah,dan Jeje pun mengangguk pasrah.
"Mom ! Jangan begitulah" Seru Xander.
"Apa ? Terserah aku,karena Jeje juga menantuku !".
"Mom !"
"Awas jika kau berani menculik menantuku seperti waktu itu,akan ku bungkus pedangmu itu jadi perkedel !" Seru Oma Airin,lalu menarik tangan Jeje menuju kamarnya.
"Astaga ! Pedang malam ini kau akan kedinginan karena sarung sempitmu di sita oleh Mom," Ucap Xander,sambil menatap pedangnya yang bobo ganteng di dalam sana.
Puasa Dad puasa ! Orang puasa itu dapat pahala banyak. 😆😆😆
__ADS_1
Hari senin nih ! keluarin semua Vote dan hadiahnya dong 😘😘
Jangan lupa like dan komentarnya.