
"Huh,selamat. Hampir saja di terkam sama harimau kelaparan," Ucap Raya saat sudah keluar dari apartemen Devan.
Sedangkan Devan mengumpati dirinya karena hampir saja dirinya kelepasan.
"Awas saja,saat malam pertama nanti kau akan ku habisi hingga kau tidak bisa berjalan" Umpat Devan lalu memakai pakaiannya.
Waktu sudah sore hari tapi Jeje masih tertidur sangat pulas,bahkan Xander pulang pun ia tidak menyambutnya.
"Dimana istriku ?" Tanya Xander pada pak Man,saat istrinya tidak menyambutnya.
"Nyonya tidak keluar kamar sejak pulang sekolah Tuan,dan sepertinya Nyonya sedang tidak sehat" Ucap Pak Man dengan hati-hati.
Sring
Xander menghentikan langkahnya dan menatap tajam Pak Man,membuat pak Man menelan ludahnya kasar.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku,Hah !" Bentak Xander.
"Maaf,Tuan" Pak Man,menunduk.
"Jika terjadi sesuatu pada istriku,akan aku penggal kepalamu itu !" ancam Xander,dengan raut wajah yang sangat mengerikan.
Glek
Pak man menelan ludahnya kasar sambil memegangi lehernya.
Xander berjalan tergesa menuju markas tempur karena ia sangat khawatir dengan istri cantiknya.
Brak
Xander membuka pintu dengan kasar,raut wajah yang mengerikan tadi berubah lembut saat melihat istrinya tertidur pulas dengan berbalut selimut hingga sebatas leher.
"Sayang,aku sangat khawatir tapi kau malah tertidur pulas" Xander mengusap pipi istrinya dengan sangat lembut.
"Eumm" Jeje menggeliat dan matanya masih terpejam.
Xander terkekeh melihatnya ketika melihat istri kecilnya terlihat sangat menggemaskan. Lalu ia segera membersihkan diri tanpa berniat membangunkan istrinya.
Setelah berpakaian Xander ikut masuk kedalam selimut dan memeluk tubuh Istrinya.
"Tidak panas" Xander menyentuh kening istrinya.
"Dad" Jeje mulai membuka matanya yang masih terasa berat.
"Kau sudah pulang ?" Tanya Jeje,Xander mengangguk lalu mengecup kening dan bibir Jeje sekilas.
"Kenapa tidak membangunkan ku ?" Jeje sedikit terkejut saat melihat Xander sudah memakai pakaian santai.
"Kau terlihat sangat pulas sayang,apa kau sakit ?" Tanya Xander terlihat cemas.
"Tidak" Jeje menggeleng. "Aku hanya merasa sedikit lelah dan mengantuk" Jawab Jeje.
"Tapi Pak Man bilang jika kau tidak keluar kamar sejak pulang kuliah ? ".
"Iya,aku tidur sejak siang tadi".
"Itu tandanya kau sedang tidak sehat sayang. Ayo kita pergi kedokter" Xander sangat cemas.
"Tidak perlu,aku memang sedikit pusing tapi sekarang sudah mendingan" Ucap Jeje.
"Benarkah ?".
__ADS_1
"Iya,mungkin karena Daddy tiap malam minta jatah jadi aku sedikit kelelahan" Ucap Jeje,sambil memijat tengkuknya yang terasa pegal.
"Maafkan aku sayang" Xander,merasa bersalah. "Kenapa kau tidak mengatakannya jika kau kelelahan ?".
Bagaimana aku mengatakannya jika daddy Main sradak sruduk saja. Batin Jeje.
"Mana mungkin aku menolak kegiatan enak itu" Ucap Jeje,sambil tersenyum.
Iya,Jeje sangat menyukai sentuhan suaminya.
"Nakal ya sekarang" Xander,mengecup bibir Jeje.
"Sekarang sudah sore,apa kau tidak lapar ?" Tanya Xander,karena istrinya pasti melewatkan makan siangnya.
"Lapar tapi aku mau makan nasi goreng tapi pakai topping Stroberry dan jeruk. Pasti rasanya sangat enak" Ucap Jeje dengan berbinar.
"Sayang,keinginan mu aneh sekali ? Apa kau mengidam ?" tanya Xander,sambil mengelus perut rata istrinya.
"Entah tapi apakah secepat itu ? aku ingin sekali makan nasi goreng itu" Rengek Jeje.
"Bisa jadi,karena aku menumpahkan Vla puding ku setiap malam di rahimmu,sebaiknya kita cek".
"Tapi aku takut hasilnya mengecewakan" Jeje tidak ingin membuat suaminya kecewa.
"Tidak apa-apa,nanti kita bisa mencobanya lagi dan lagi" Xander mengerling nakal.
"Aku akan menyuruh Raya untuk membelikan sesuatu untuk mu" Xander mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan untuk Raya.
"Ayo, aku akan memasakan nasi goreng spesial untukmu" Xander mengulurkan tangannya,tapi Jeje malah merantangkan kedua tangannya.
"Gendong" Ucap Jeje dengan nada yang sangat manja.
Dengan senang hati Xander menggendong istrinya seperti koala,menuju dapur.
"Tidak ! Aku hanya ingin memasakan nasi goreng untuk istriku" Ucap Xander datar,tangannya mengambil wajan penggorangan di dalam rak lemari.
"Tuan,biar saya yang membuatkannya" Pelayan itu merasa tidak enak dan sangat takut.
Selama bekerja disana ia tidak pernah melihat Bos memasuki dapur begitu pula Pak Man yang sudah bekerja puluhan tahun disana.
"Kau tidak dengar ucapan ku ?!".
"Maaf tuan" Pelayan itu mundur dan membiarkan Tuannya menguasai dapur.
"Sayang semangat" Jeje bertepuk tangan saat melihat suaminya sedang mengulek bumbu.
Sedangkan Xander melambaikan tangannya sambil tersenyum,melihat istrinya duduk tak jauh dari sana.
"Pak Man,apa kita tidak salah lihat ?."
"Tidak ! Ini nyata,ada bule mengulek sambal ?" Pak Man saja sampai tidak percaya,jika bosnya itu ternyata pandai memasak.
"Cinta membuat seseorang menjadi konyol ,maka dari itu aku tidak ingin jatuh cinta" Ungkap Pak Man.
"Pak Man sedang curhat ?" Tanya pelayan itu,menatap Pak Man dengan intens.
"Eh".
Raya melajukan mobilnya menuju apotek terdekat.
"Mbak,saya mau beli ini" Raya menunjukan ponselnya.
__ADS_1
"Yang biasa atau yang bagus,dek ?" tanya Apoteker itu.
"Yang bagus saja" Jawab Raya sekenanya.
"Wah,Adeknya nikah muda ya?" Tanyanya kepo.
"Saya belum menikah !" Ketus Raya.
"Berarti,adek ini hamil di luar nikah dong ?" Tanya nya lagi.
Wah minta di tampol pake sendal itu mulut. Batin Raya kesal.
"Hamil ? Mbak jangan bicara sembarangan ya !"
"Lho kalau adek nya tidak hamil,kenapa beli test peck ?".
"Test peck ? Apa itu ?" Tanya Raya sedikit ketus.
"Alat tes kehamilan,dek".
"Hahhh ? Alat tes kehamilan ?" pekik Raya.
Daddy,benar-benar kurang garam !. Kesal Raya Dalam hati.
"Berapa ?" Tanya Raya,ia ingin segera cepat pulang lantaran kesal dan juga malu.
"50 ribu,dek" Apoteker itu menyerahkan kantong plastik berisikan alat tes kehamilan.
"Nih ambil aja kembaliannya". Menyerahkan uang pecahan 50 ribu rupiah diatas meja etalase dengan kasar,lalu segera memasuki mobilnya.
"Dih,uang pas juga" Dumel Apoteker itu.
Di perjalanan pulang,Raya tak berhenti mengumpati Daddynya.
Raya memasuki rumah dengan wajah yang di tekuk.
"Tuh mukanya kayak kanebo kering" Tanya Xander,sambil menuangkan nasi goreng diatas piring.
"Daddy,keterlaluan ! Masa nyuruh aku beli beginian !" Raya melemparkan kantong plastik itu di atas meja makan.
"Emang kamu nyuruh beli Raya apa,Dad ?" Tanya Jeje.
"Alat tes kehamilan" Jawab Xander,tanpa merasa bersalah,sambil meletakan stroberry diatas nasi goreng.
"Asal Daddy tahu,gara-gara beli ini disangkanya aku yang hamil !" Ucap Raya kesal,tapi Xander dan Jeje malah tertawa terbahak mendengar penuturan putrinya.
"Kasian,sini peluk mami" Jeje memeluk putri sambungnya.
"Ogah ah lepas lagi marah nih" Mulut Raya komat kamit seperti mbah dukun baca mantra.
"Kalian enak main jungkat-jungkin tiap malam tapi malah aku yang kena imbasnya" Ucap Raya dengan penuh kekesalan.
"Enak dan nikmat. Tuh perut mami kamu sampai kembung" Jawab Xander tanpa Dosa.
"Daddy.!!"
Dasar Gesrek🤣🤣🤣
Kasihan Raya,sepertinya penderitaan Raya akan segera dimulai 🤣🤣🤣
Hari ini mau Crazy up.
__ADS_1
Awas lho kalau enggak dikasih hadiah,like,sama Vote !.