
Raya menghapus air matanya kemudian ia segera membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower.
"Aku ini adalah gadis yang kuat!"
"Aku akan memberikanmu hukuman, Lihat saja, suami Nakalku." Raya menyeringai licik, sambil mengusap wajahnya yang terguyur air shower.
Sementara itu Devan mondar-mandir di depan kamar mandi, ia begitu gelisah karena istrinya tak kunjung keluar.
Ceklek
Tak berselang lama, Raya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk berwarna pink yang melilit di tubuhnya.
Mendengar suara kamar mandi terbuka, Devan pun menoleh dan terperangah saat melihat penampilan istrinya yang sangat menggoda.
Si golok sakti di bawah sana pun sudah menganggukan kepala botaknya sambil berkata 'Sarung sempit aku siap, aku siap!'.😆
Sial dasar golok tidak berakhlak! Umpat Devan dalam hati.
"Sa ya ng?" Panggil Devan tergagap.
Raya hanya melirik sekilas lalu, melepas handuknya di hadapan Devan.
Hingga terlihat lah pepaya gantung yang gondal-gandul yang sangat ranum dan penampakan si sarung sempit yang semakin temben, membuat gairah Devan semakin naik ke ubun-ubun.
Hukumanmu akan segera di mulai!.
Glek
Devan menelan salivanya dengan susah payah, ketika melihat tubuh istrinya yang sangat mulus tanpa cela. Dan tubuh yang dulunya ramping itu kini terlihat sangat seksih dan bahenol.
__ADS_1
Devan tak mampu mengalihkan tatapannya itu.
"Kenapa? Kau menginginkanku?" Tanya Raya, dengan suara yang sangat menggoda.
Dengan bodohnya Devan menganggukkan kepalanya berulang kali.
Sedangkan Raya menggigit bibir bawahnya, membuat Devan tidak tahan untuk mellumat bibir merah ceri itu.
"Kau sangat seksih" Ucap Devan Serak dan memeluk tubuh Raya yang polos itu.
"Benarkah?" Raya menahan dada bidang tersebut dengan kedua tangannya, ketika Devan akan menciumnya.
"Ayolah, sayang." Rengek Devan, ketika Raya menahannya.
Seolah ia melupakan kesalahan yang baru saja ia perbuat.
"Sabar! Kita lakukan pemanasan dulu." Ucap Raya, sambil mengusap rahang tegas yang di tumbuhi bulu-bulu kasar itu.
Cup
Raya mengecup Leher Devan dan menyesapnya hingga meninggalkan jejak cinta disana.
Devan memejamkan matanya dan merasakan sensasi yang berbeda ketika Istrinya memperlakukannya seperti itu.
"Kau adalah miliku, Om Tampan." Desis Raya.
"Yah, Aku adalah milikmu dan selalu milikmu gadis kecilku " Balas Devan dengan suara seraknya.
"Kita lakukan pemanasan dulu!" Ucap Raya.
__ADS_1
Dan dengan cepat Devan membuka pakaian yang melekat di tubuhnya hingga polos tanpa sehelai benang.
"Wah, ternyata golok saktimu sudah berubah menjadi talas bogor rupanya." Ucap Raya tak berfilter, lalu megelus si kepala botak dengan lembut dan sensuall.
Membuat Devan merem melek dan menelan salivanya berulang kali.
"Hari ini kau cukup diam dan biar aku yang bergoyang cendol di atasmu." Ucap Raya, sangat menggoda sambil meremat pepaya gantungnya sendiri lalu mendorong Devan kebelakang hingga terjerembab diatas tempat tidur dengan posisi terlentang.
Devan yang sudah di selimuti gairah pun menurut saja dan tidak curiga dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba menjadi agresif.
"Auhhh." Desis Devan. Ketika Raya mengecupi dada bidangnya.
"Bagaimana? Kau suka?" Tanya Raya sambil menggesekan si sarung sempit di bawah sana.
"Cepat masukan sayang." Devan frustasi di buatnya.
"Jangan terburu-buru sayang." Ucap Raya, sambil mengecup bibir Devan sekilas dan ciuman itu semakin turun hingga ke roti sobek yang menggoda iman para readers.
"Oh!! Shitt! Kau membuatku frustasi." Umpat Devan, saat Raya mempermainkan tubuhnya.
"Bagaimana nikmat bukan?" Tanya Raya.
"Sangat tapi lebih enak jika golok saktiku di colokkan kedalam sini." Ucap Devan, sambil memegang si sarung sempit.
"Boleh! Tapi pegang saja jangan di colokan!" Ucap Raya, menyeringai licik.
"What? Apa maksudmu!"
Maksudnya kasih Vote sama hadiah dan like biar emak makin semangat. 🤪🤣
__ADS_1