
Waktu bergulir begitu cepat,kini usia pernikahan Xander dan Jeje sudah satu bulan lebih dua hari dan Jeje sudah mulai masuk kuliah lagi.
Sedangkan persiapan pernikahan Devan Dan Raya sudah berjalan 40 persen.
Universitas Xxx
"Je,lo dari mana aja ? sebulan ini enggak masuk dan juga lo sekarang masuk pagi ?" Begitu pertanyaan teman-teman Jeje,karena sudah sebulan tidak masuk kuliah,mereka begitu sangat kehilangan sosok Jeje sebulan itu ditambah lagi Jeje pindah jadwal kuliah.
"Iya sory ya teman-teman,soalnya gw ada keperluan"Jawab singkat Jeje.
"Ah,lo gak asik ! Eh lo dah maried ? Gila ini cincin berlian limited edition !" Pekik teman Jeje,saat melihat ada cincin berlian melingkar di jari manisnya.
"He he he,ini termasuk alasan Gw cuti satu bulan karena honey moon" Jeje tidak menutupi statusnya,ia berpikir temannya berhak tahu statusnya saat ini.
"Teman apaan lo ? Masa lo nikah gak ngundang sih ?" Kesal salah satunya.
"Iya nih ! Lo enggak anggap kita lagi ?" Sambung salah satunya.
"Eh,laki lo pengusaha ya ? Secara tuh cincin harganya milyaran rupiah".
"Ya gitu he hee,makanya suami aku enggak mau mempublikasikan pernikahan kami" Jawab Jeje sekenanya.
Lima teman yang sedang mengerubungi Jeje,mengangguk mengerti.
"Pasti laki lo ganteng banget dan pasti seperti Oppa jimmin uhh secarakan Jeje primadona di kampus ini" Ucap Salah satunya heboh.
"He hee,lebih ganteng malahan" Ucap Jeje.
Memang benarkan jika suaminya sangat tampan dan juga sangat hot,apa lagi jika diatas arena pertempuran.
Aduh,pikiran gw jadi mesum gini. Batin Jeje,karena membayangkan mengasah pedang bersama suaminya.
Setelah berbincang sebentar dengan teman-temannya,Jeje memutuskan pulang sedangkan para temannya sudah memasuki kelas.
Lalu dimana Raya ? Raya ijin ingin pergi kesuatu tempat dan Jeje mengijikan asalkan pulangnya jangan sampai telat.
Jeje pulang bersama supir pribadinya yang sudah di siap kan oleh suaminya jauh-jauh hari,karena Xander tidak bisa mengantar jemput Jeje karena kesibukannya di kantor dan Jeje pun tidak masalah,karena sebagai istri ia cukup mengerti pekerjaan suaminya.
Setelah sampai Rumah Jeje membersihkan tubuhnya dan segera memakai pakaiannya,lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur karena belakangan ini ia merasa mudah lelah dan mengantuk. Dan benar belum ada satu menit ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur,Jeje sudah terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan di tempat Lain.
Devan menggeliat dalam tidurnya saat merasakan ada sesuatu yang bermain di dadanya.
"Sayang !" Pekik Devan terkejut saat melihat Raya tidur di sampingnya.
Bagaimana tidak terkejut jika dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang karena Devan mempunyai kebiasaan buruk,jika tidur tidak pernah mengenakan pakaiannya sama sekali.
"Hih,calon istri datang kok malah gitu !" Kesal Raya mencebikan bibirnya kesal.
__ADS_1
"Ck,bukan begitu sayang,aku sedikit terkejut saja"
Devan lupa jika ia memberikan kartu akses untuk Raya.
"Minggir dulu gih" Ucap Devan.
"Om,ngusir aku ?!".
"Bukan Gitu Ray,tapi aku mau pakai baju dulu" Ucap Devan.
"Padahal Om lagi sakit ! Memangnya Om enggak pakai pakaian sama sekali ? " Tanya Raya dan Devan mengangguk.
"Oh,pantas saja tuh golok Om dari tadi manggut-manggut terus" Raya menunjuk tonjolan di bagian bawah Devan
"Raya !!" Devan segera menutup golok yang berbalut selimut dengan kedua tangannya.
Ah,sial ! Kau membuat ku malu. Batin Devan.
"He he heee" Raya tertawa,beranjak dari tempat tidur.
Bagaimana bisa seorang gadis mengatakan hal sevulgar itu di depan pria dengan keadaan tela•njang,Apa Raya tidak takut jika dirinya diterkam olehnya ?. Pikir Devan.
Devan menarik Raya hingga gadis itu hingga terjatuh di bawah kungkungannya.
"Om,mau apa !," pekik Raya,saat tubuhnya berada di bawah Devan.
Tapi dengan cepat Devan mencekal kedua tangan Raya ke atas kepalanya menjadi satu.
"Apa kau ingin merasakannya,Hem ?" Devan menggesekan goloknya di depan pintu sarung yang masih tertutup itu.
"Ssshh,Om.! Jangan sekarang" Lenguh Raya.
"Tapi aku sudah tidak dapat menahannya" Ucap Devan serak.
Sial ! Kenapa aku yang terbakar gairah. Umpat Devan dalam hati. Niat nya hanya ingin mengerjai Raya.
"Om,le pas" Ucap Raya terbata,karena Devan sudah menciumi lehernya.
"Tidak akan pernah aku lepaskan ! Kau berani memasuki kamar ku dan tidur diatas ranjang ku,jadi jangan salahkan aku jika aku meminta hak ku sekarang",Ucap Devan dengan suara yang serak.
"Ih,sebagai calon istri yang baik Ah emmm Aku datang kesini karena Daddy bilang Om sakit dan tidak masuk kantor Ahh Ommm" Raya berucap terbata saat tangan Devan memelintir Coco Chips nya.
"Hemm ?" Devan tidak mendengarkan ucapan Raya,tapi ia malah sibuk mencecap Coco chips milik Raya.
Kali ini Devan melanggar janjinya ! Dan Apakah mereka akan mempertemukan Si Golok dan si sarung sempit ?.
"Ahh,Ommm," Desaah Raya.
"Yeahhh,Sayang. Aku menginginkan mu" Devan terus melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Om,badan mu masih panas".
"Tubuhku panas karena gairah ku memuncak".
"Ah,Om golok mu kenapa bisa sebesar itu ?" Pekik Raya saat tangannya di tuntun Devan memegang golok sakti nya.
"Kau menyukainya ?" Ucap Devan di sela aktifitasnya.
"Yah,aku suka yang besar-besar dan panjang". Ucap Raya,membuat Devan tersenyum.
Raya meraba perut Devan dengan tangan kirinya,sedangkan tangan kanannya mengelus kepala botak si golok sakti.
Devan benar-benar terbuai dengan belaian lembut tanga Raya.
"Dia sudah tidak sabar ingin bertemu sarungnya" Ucap Devan.
"Arrghhhhhh" Pekik Devan,saat perutnya di cubit Oleh Raya.
"Hei,kenapa mencubitku,lihat golok ku menjadi loyo !" Protes Devan,karena cubitan Raya terasa sangat sakit.
"Rasakan ! Dasar mesum !" Raya mendorong,Devan hingga terjerembab diatas lantai. Raya membenarkan Pakaiannya yang sudah berantakan lalu Raya melemparkan selimut ketubuh Devan.
"Lagi sakit juga masih mesum aja !" Ketus Raya.
Devan bangkit dan berdiri di depan Raya,dengan kondisi masih seperti itu,apa lagi dibawah sana terlihat gondal gandul.
"Hei,kau menodai mata suci ku Om !" Pekik Raya menutup kedua matanya.
"Bukankah kau sudah memegangnya tadi ?" Devan menyeringai licik.
"Enak saja ! Kau yang memaksaku untuk memegangnya". Elak Raya,masih menutup kedua matanya.
Tapi tadi besar,sekali astaga tapi aku menyukainya. Ucap Raya dalam hati.
"Cih,padahal kau sangat menikmatinya kan ? Jadi sekarang kau harus bertanggung jawab" Ucap Devan menghampiri Raya yang masih di atas tempat tidur.
"Iya nanti aku tanggung jawab,bukankah kita sebentar lagi menikah" Ucap Raya,tidak mengerti maksud Devan.
"Sini kau !" Ucap Devan saat Raya berjalan menjauhinya.
"Tidak mau ! Aku ini gadis lugu dan polos jadi menjauh lah dari ku Om mesum !!".
"Raya !!!".
Pasti pikirannya udah pada traveling🤣🤣🤣
Moon maaf ya🙏🙏🙏
Jangan lupa like dan hadiahnya🌹😘😘😘
__ADS_1