My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Dasar tidak peka!


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, Kini usia Four J sudah tiga bulan dan sudah lewat juga masa nifas Jeje satu bulan yang lalu. Dan Rambut Four J pun sudah mulai tumbuh walaupun masih tipis.


Kandungan Raya juga sudah memasuki bulan ke empat dan sudah lewat masa penyiksaan Devan di masa-masa ngidam istrinya.


Jeje duduk dengan gelisah dan sudah berulang kali ia melirik jam dinding yang ada di ruang tengah.


"Sudah jam 10 malam kenapa belum pulang juga? Tapi Devan sudah pulang tadi sore, kemana bule KW itu?" Jeje duduk diatas sofa lalu berdiri lagi menuju pintu rumah tapi, suaminya itu tak kunjung pulang.


"Apa aku tanya Devan saja? Eh, tidak!" Jeje mengurungkan niatnya, kemudian ia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas Sofa untuk menghubungi suaminya.


"Ihh!!! Kok Ponsel nya mati sih!" Kesal Jeje, saat ponsel suaminya tidak bisa dihubungi.


Berbagai pikiran negatife pun mulai melintas di kepalanya.


Sedangkan Pak Man dan satu pelayan wanita dengan setia menemani majikannya itu.


"Hoaam, pssstt. Pak Man ngantuk tidak?" Tanya Pelayan wanita sambil berbisik.


"Tidak!" Jawab Pak Man, padahal jika di perhatikan mata Pak Man sudah memerah karena menahan kantuk.


"Jangan suka membohongi diri sendiri, Pak." Sindir Pelayan wanita tersebut, membuat Pak Man berdehem lalu mengucek matanya yang sudah terasa sepet.


Kembali lagi ke Jeje yang masih menunggu suaminya.

__ADS_1


Apa daddy main serong di belakangku?


Apa aku sudah tidak menarik lagi?


Apa daddy lupa atau tidak ingin menyentuhku lagi?


Padahal masa nifasku sudah berakhir satu bulan yang lalu! Tanya Jeje dalam hati.


Ia berusaha mengusir pikiran negatif itu tapi tetap tidak bisa, yang ada dia malah semakin berpikir yang tidak-tidak tentang suaminya.


"Sudahlah!" Jeje kemudian pergi meninggalkan ruang tengah tapi, sebelum itu ia memerintahkan Pak Man dan pelayan wanita yang menemaninya untuk beristirahat dan tak lupa ia mengucapkan terimakasih.


Jeje memasuki kamar Four J dengan perlahan, di dalam kamar tersebut terdapat dua tempat tidur dengan ukuran yang cukup besar untuk tidur Four J dan para babby sitternya.


Ceklek


"Eh!" Jeje terperanjat ketika melihat suaminya sudah ada di dalam kamar.


"Sayang, kau dari kamar Four J?" Tanya Xander, sambil membuka Jasnya.


Jeje melewati Xander begitu saja tanpa menjawab pertayaan suaminya, lalu ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur dan menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya dan hanya pucuk kepalanya saja yang terlihat.


"Sayang? Suamimu ini bertanya loh." Ucap Xander lagi, mengernyit saat istrinya cuek kepadanya.

__ADS_1


Apa salahku? Batin Xander.


"Honey, aku mau mandi." Ucap Xander lagi.


"Huh." Jeje mendegus kesal lalu membuka selimutnya dengan kasar kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Xander masih diam sambil memperhatikan istrinya yang sepertinya marah dengannya.


"Sayang, kau tidak ingin memandikanku?" Tanya Xander, dengan tatapan menggoda istrinya saat sudah sampai di dalam kamar mandi dengan keadaan polos.


"Malas!" Jawab Jeje dengan ketus, kemudian ia segera keluar kamar mandi tanpa memperdulikan tatapan suaminya.


Brak


Jeje membanting pintu kamar mandi dengan keras membuat Xander terperanjat kaget.


"Dia kenapa sih?" Tanya Xander pada dirinya sendiri, sambil mengelus dada bidangnya.


Sedangkan Jeje yang sudah di atas tempat tidur pun mengumpati suaminya.


"Dasar tidak peka!!!!!! Bule KW!" Kesal Jeje, sambil meninju bantal suaminya berulangkali.


Tambahin Vote, hadiah dan likenya jangan lupa👊👊

__ADS_1


__ADS_2