My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Si manis


__ADS_3

Pagi hari di kediaman keluarga Clark.


Xander,Jeje dan Oma Airin sudah berkumpul di meja makan untuk memulai sarapannya.


"Raya dan Devan mana?" Tanya Oma Airin.


"Entah." Jawab Xander, sambil memijat pelipisnya.


"Dad, sebaiknya daddy libur saja dulu. Lihat mata Daddy seperti mata panda." Ucap Jeje, sambil mengusap punggung tegap suaminya.


Xander tidak cukup tidur, karena semalaman ia begadang untuk menjaga keempat anaknya yang rewel.


"Aku tidak bisa, Sayang. Karena hari ini ada meeting penting yang tidak bisa di wakilkan oleh Devan." Ucap Xander, sambil memijat tengkuknya.


"Itulah repotnya jika mempunyai banyak bayi. Tahun depan Mom, request bayi kembar 4 tapi yang perempuan, Ya." Ucap Oma Airin, sambil menatap pasangan suami itu bergantian.


"Oh No! Mom pikir aku ini kucing!" Sungut Jeje, membuat Oma Airin tergelak.


"Kalau aku sih, Yes." Jawab Xander, sambil mengerling nakal ke istrinya


"Daddy!" Pekik Jeje dan menatap tajam suaminya.


"Ha ha ha haaa." Xander dan Oma Airin tergelak bersama, ketika melihat wajah Jeje yang kesal.


Tak berselang lama Devan dan Raya turun dari markas mereka dengan bergandeng tangan dengan mesra.


"Wangi apa nih?" Ucap Oma Airin, ketika Devan semakin mendekat.


"Wangi parfume strobery." Ucap Raya, sambil mendudukan diri di kursi yang sudah di tarik oleh Devan.

__ADS_1


"Wanginya manis dan lembut. Kau mengganti parfum mu, Ra?" Tanya Jeje, kepada putri sambungnya.


"Tidak mam, bukan aku yang mengganti parfume tapi Papi ku sayang." Jawab Raya, menatap ibu sambungnya.


"Iya kan, sayang?" Raya menyenggol tangan Devan.


Semua mata memandang Devan dengan tatapan heran. Tapi, beberapa saat kemudian semua orang menertawakan penderitaan Devan.


Devan semakin menekuk wajahnya dengan kesal.


"Ha ha ha haaa" Xander, Oma Airin dan Jeje masih tertawa terbahak.


"Terus saja menertawakan aku!" Devan mendengus kesal.


"Sudah-sudah. Ayo kita mulai sarapan" Ucap Jeje, kemudian semua orang disana pun mulai memakan sarapannya sambil terus meledek Devan.


Setelah semua selesai sarapan Devan dan Xander berangkat kekantor bersama.


"Selamat pagi Tuan Xander dan Tuan Devan" Sapa setiap karyawan yang berpasan-pasan dengan kedua pria yang berpengaruh tersebut, tak lupa mereka menundukan badannya dengan hormat.


Xander menahan tawanya ketika mendengar beberapa karyawan yang memuji Devan.


"Owhh, Tuan Devan manis sekali"


"He'em. Mani sekali! Jadi pengen gigit"


Kira-kira seperti itu pujian untuk Devan dari karyawannya.😆


Sedangkan Devan hanya berlalu begitu saja tanpa memperdulikan ucapan karyawannya.

__ADS_1


"Hei! Kesini kalian" Xander memanggil dua karyawan wanita yang memuji Devan.


"Mampus kita! Apa big bos marah karena kita mengolok menantunnya?" Kedua wanita tersebut melangkah perlahan sambil berbisik ketakutan.


"Bonus buat kalian!" Xander menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk dua karyawan tersebut.


"Tuan jangan pecat kami. Kami minta maaf karena sudah—"


"Siapa yang ingin memecat kalian?! Ambil uang ini dan mulai besok olok Devan sesuka hati kalian." Ucap Xander, sambil menyerahkan beberapa lembar uang tersebut dan berlalu begitu saja.


"Hah?!" Kedua wanita tersebut tercengang, karena tingkah bosnya yang di luar nalar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Manis." Panggil Xander, ketika Devan memasuki ruangannya.


Sedangkan yang di panggil mendengus kesal sambil menatap tajam Xander.


"Owh, Manis. Jika kau marah menjadi semakin manis. Ha ha ha ha." Xander tergelak.


"Stop mengolokku, Dad." Sungut Devan.


Bukannya berhenti malahan Xander semakin gencar mengolok menantunya tersebut.


"Ya ampun, kau menyakiti hatiku manis." Ucap Xander, sambil memegang dadanya.


"Daddy!!!"


"Ya, manis? Ha ha ha haaaaaa." Xander semakin tertawa terbahak.

__ADS_1


Manis sekali sini kiss kiss sama Emak🤪


Tambahin Vote dan Hadiahnya, jangan lupa jejak jempolnya ya😘


__ADS_2