
"Lagian kau itu anak perawan mana boleh berfikiran seperti itu !" Kesal Jeje,tak habis pikir dengan putri sambungnya itu.
Ya tuhan,kenapa otak cucu ku bisa kurang seons sih ?. Batin Oma Airin,berdecak kesal sambil menatap Raya.
"Iya deh iya,yang udah mantan perawan" Kaborrrrrr. Raya secepat mungkin melarikan diri.
"Raya,awas lo ya !!" Teriak Jeje,lantaran kesal dengan teman sekaligus anak sambungnya itu.
"Ngapai teriak-teriak ? Lagian yang di ucapkan Raya benar kan ? Mantan perawan" Oma Airin menimpali lalu tertawa terabahak.
"Mom !!" Jeje cemberut kesal.
"Ayo sayang. Kita ke kamar saja,lama-lama disini otak kita ikut geser" ucap Xander,menuntun istrinya menuju kamar mereka.
"Hei !! Anak kurang aja ! Aku sumpahin- Eh sumpahin apa ya ?" Oma Airin memikirkan kata-kata untuk menyumpahi putranya,sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Xander berjalan menaiki tangga beriringan dengan Jeje,saat mendengar ibunya berteriak,ia menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya meledek ibunya.
"Benar-benar kurang garam !!!" Maki Oma Airin pada putranya.
"Dad !!" Tegur Jeje pada suaminya.
"Iya ya sayang".
"Jangan kayak gitu apa sama Mommy,nanti kualat loh" Istri cantiknya menasehati,saat sudah di dalam markas tempur.
"Iya maaf,enggak lagi" Jawab Xander,lalu melepaskan Jas dan juga kemejanya menyisakan celana panjang kemudian Xander merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Aku mau mandi dulu,Dad" Jeje bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri.
"Iya sayang" Jawab Xander.
Jeje keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju sekseh berwarna putih. Ia melihat suaminya memejamkan matanya,karena tak ingin mengganggu waktu istirahat suaminya,Jeje duduk di tepi tempat tidur menghadap ke jendela.
Tanpa disadari,sejak tadi Xander memperhatikan istrinya dan diam-diam memotret istri cantiknya itu.
"Sayang" Panggil Xander.
"Dad,sudah bangun ?" Jeje menoleh dan tersenyum lembut.
"Aku hanya memejamkan mata ,tidak tidur" Jawab Xander dan menatap Jeje tak berkedip
"Jangan menatap ku seperti itu,Dad !" Protes Jeje,karena suaminya sudah memberi kode.
Jantung Jeje berdegup dengan cepat,apalagi suaminya terlihat sangat menggoda dengan tubuh bagian atas terbuka memperlihatkan roti sobeknya, juga bulu-bulu kasar yang tumbuh diarea dada dan di bawah pusarnya.
Ah,Sangat Seksihh dan menggoda.🤤
Xander menopang kepalanya dengan tangan kirinya,sedangkan tangan kanannya untuk jadi bantalan kepalanya dan jangan lupa tatapan mesum nya itu di tunjukan untuk istrinya.
Untuk istrinya lho ya.😆
"Dad !!" Xander melengkungkan bibirnya ,hanya sedikit.
__ADS_1
"Kemarilah !".
"Tidak mau ! Ini masih sore,Dad !" Tolak Jeje.
"Hei !! Aku hanya ingin memelukmu" Xander merentangkan kedua tangan berototnya.
Dengan ragu Jeje menghampiri Xander dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu.
Xander mengecup kepala Jeje dengan penuh cinta.
"Kamu cantik dan seksih" Bisik Xander. "Pasti Oma yang mengganti semua baju tidur mu?" Tanya Xander.
"Iya" Jeje mengangguk dalam pelukan itu. "Daddy tidak suka ?" Jeje mendongak,ingin melihat ekspresi wajahnya.
"Suka tapi aku lebih suka jika kamu tidak mengenakan apa pun" Bisik Xander,terdengar menggoda.
"Isshh Mesum !" Jeje menarik bulu yang tumbuh di dada suaminya,membuat Xander memekik sakit.
"Awhh,sudah berani nakal ya ?"
"Nakalnya sama suami sendiri" Giliran Jeje yang menggoda suaminya. Membuat Xander gemas untuk tidak menerkam istrinya.
"Dad !!". Pekik Jeje saat suaminya sudah berada di atasnya.
"Satu ronde di sore hari " Ucap Xander,tersenyum nakal dan dengan cepat ia meloloskan pakaian istrinya.
"Uhh,Dad" Jeje tidak dapat menolak jika sudah begini.
"Yeah,Honey" Xander mencicipi Coco Chips berwarna pink kecoklatan itu.
"Ah,Dad Empphhh" Bibir Jeje di bungkam oleh Xander saat ia mencapai pelepasan pertamanya.
"Asah pedangku sayang,lihat dia sudah mengembang" Ucap Xander,saat ia membuka penutup terakhirnya.
"Dad,malu" Jeje memalingkan wajahnya.
"Bersiaplah sayang,pedangku akan meluncur" Xander mulai memposisikan diri dan menuntun pedangnya itu agar tidak salah masuk.
Jleb
"Ah,Daddy" Jeje menggigit bibirnya kala pedang panjang dan besar itu masuk sepenuhnya.
Xander mulai memompa maju mundur naik turun tanpa henti. Membuat Jeje tak berhenti mengeluarkan suara laknatnya. Beruntung kamarnya sudah di pasang peredam suara jika tidak,mungkin suara-suara laknat itu sudah menggema dan mengguncang rumah besar itu.
Satu jam berbagi peluh dan bercinta dengan berbagai gaya,akhirnya mereka mencapai puncak langit ke tujuh.
"Terimakasih Sayang" Xander menciumi seluruh wajah Istrinya yang terlihat sangat kelelahan.
"Dad,aku lelah bisakah cabut pedang mu itu" keluh Jeje.
"Sebentar,aku hanya memastikan vla puding ku masuk semua ke dalam sana" Ucap Xander.
"Vla puding ?" Jeje mengerutkan keningnya.
"Pasukan kecebong" Jawab Xander,seakan tahu kebingungan istrinya.
"Daddy,Aneh masa iya namainya makanan" Jeje terekeh.
__ADS_1
Setelah memastikan Vla pudingnya masuk semua ,Xander menarik pedang pusakannya yang sudah mengecil dan merebahkan badannya di samping istrinya.
"Mau kemana ?" Xander menarik Jeje kedalam pelukannya.
"Mau ke kamar mandi Dad,mau membersihkan ini" .
"Nanti dulu aku belum selesai" .
"Daddy ! Hanya satu Ronde loh" Kesal Jeje,bukan tidak ingin melayani suaminya tapi tubuh Jeje sudah sangat lelah karena sudah di gempur suaminya dua kali dengan durasi yang cukup lama.
"Baiklah-baiklah" Xander mengalah,lagian juga ia kasihan melihat istrinya yang terlihat sangat kelelahan.
"Ayo kita kekamar mandi" Ajak Xander,membuat Jeje beringsut mundur.
"Hanya mandi sayang,aku janji" Xander lalu menggendong tubuh polos istrinya.
Xander menepati janjinya,hanya mandi tidak ada kegiatan lainnya. Ya,walaupun tangannya tidak bisa diam untuk menjamah tubuh istrinya.🤭
"Dad,aku ngantuk" begitulah Jeje,setelah selesai mengasah pedang.
"Ayo,sini. Aku akan menghangatkan tubuh mu".
Greb
Xander merengkuh tubuh istrinya dan membawanya kedalam dekapan hangatnya.
Tak perlu waktu lama keduanya sudah terlelap,hingga malam menjelang.
"Daddy sama Mami kecil mana ,Oma ?" Tanya Raya,saat di meja makan tidak melihat kehadiran Ayah dan ibu sambungnya.
"Jangan pikirkan mereka ! Sudah ayo makan" Ucap Oma Airin.
"Tapi-".
"Mereka sedang sibuk mengasah pedang" .
"Hah Pedang ? Pedang apa Oma ? Dan untuk apa ?" Tanya Raya dengan wajah bingungnya.
"Untuk mencetak adik mu" Ucap Oma Airin kesal.
"Hah,pedang ? Adik ? Maksudnya gimana sih ?"
"Diam Raya !". Ucap Oma Airin bukan marah tapi karena kesal Raya terlalu banyak bertanya.
"Tapi ak- empp". Ucapan Raya terputus karena Oma menyumpal mulutnya dengan paha ayam goreng.
"Diam dan nikmati makan malam mu !" Ucap Oma Airin melanjutkan makannya.
Sedangkan Raya menggut-manggut sambil mengunyah ayam goreng itu.
"Enaknya ayam gorengnya" Ucap Raya sambil terus mengunyah.😅
Asah terus sampai kinclong🤣🤣😝😝
Kalau lulus kasih hadiahnya sama like nya.
Aku tagih loh.🤭
__ADS_1