My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Jangan mengganggu !


__ADS_3

Jeje menatap malas Suaminya yang terus mengeluarkan gombalan mautnya.


"Dasar buke Kw!" Ketus Jeje, sambil menatap suaminya dengan kesal.


"Satu kali pandangan matamu cukup untuk membuat hatiku dag dig dug Serr." Ucap Xander menahan senyumnya, ketika istrinya menatapnya.


"Apaan sih!" Kesal Jeje, tapi dengan senyuman geli.


"Sayang, maafin aku ya." Ucap Xander, lalu mengambil alih Nathan dari gendongan Istrinya dan menyerahkan kepada Baby sitternya.


"Jangan mengganggu nyonya kalian dulu!" Ucap Xander dengan tegas kepada empay baby sitter yang ada di hadapannya.


"Baik Tuan!" Ucap Mereka serempak.


"Daddy, kenapa berbicara seperti itu pada mereka! Bagaimana jika Four J menangis mencariku." Ucap Jeje kepada suaminya.


"Ssstttt" Xander menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Jeje agar istrinya itu diam, kemudian Ia mengambil dompetnya.


"Buat Jajan kalian! Tapi, ingat jangan mengganggu nyonya kalian hari ini." Ucap Xander sambil memberikan uang ratusan ribu yang lumayan banyak untuk para babysitternya.


"Wah, terimakasih Tuan." Ucap Para baby sitternya dengan bahagia karena mendapat uang jajan yang lumayan banyak.


Xander hanya menjawab dengan dehaman, kemudian ia menarik istrinya menuju markas Tempur satu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dad!" Pekik Jeje, saat dirinya di dorong suaminya hingga membentur dinding, kemudian Xander meraup bibir pink istrinya dengan rakus.


"Emmmpphh, ahhhh." Racau Jeje, ketika Xander semakin memperdalam ciumannya sambil meremat lembut pepaya gantungnya.

__ADS_1


"Hah.... Hah....Hahhhh." Nafas keduanya tersengal ketika ciuman panas itu terlepas.


"Dad— Emphhhhh." Belum selesai bicara, Xander sudah menyeruduknya lagi, lalu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke arena pertempuran yang sesungguhnya.


Xander merebahkan Jeje perlahan di bawah kungkungannya.


Tatapan tajam itu menatap istrinya dengan intens.


Nafas keduanya masih kembang kempis akibat ciuman panas mereka yang berlangung beberapa menit.


"Kenapa tidak mengingatkanku?" Tanya Xander , sambil mengusap pipi istrinya dengan sangat lembut.


Jeje memejamkan matanya ketika ia merasakan usapan lembut itu.


"Dad?"


"Hem? Maaf karena aku sibuk bekerja hingga melupakan kewajibanku." Ucap Xander, menatap istrinya lembut lalu mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


"I Love You To, Dad." Balas Jeje, kemudian mencium lembut bibir tebal dan seksih itu.


Keduanya saling berpagut lembut, saling mematuk dan mellumat lembut.


Tangan Xander membuka seluruh pakaian kerjaanya hingga dirinya polos tanpa sehelai benang. Begitu pula dengan Jeje.


"Dad, ahhhh ssshhhh." Suara laknat Jeje tertahan ketika Xander menghisap Choco chips di ujung pepaya gantungnya dan tangan tangan kanannya mengusap lembut si sarung sempit yang sudah lama tak berpenghuni. Sedangkan tangan kirinya ia jadikan tumpuan tubuhnya agar tidak menindih Jeje.


"Dad, aku sedikit takut." Ucap Jeje, ketika melihat pedang panjang milik suaminya yang terlihat sudah siap menodong si sarung sempit.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku takut sakit karena sudah lamakan kita melakukannya." Jelas Jeje dengan jujur.


CUP


Xander mengecup bibir pink itu sekilas lalu tersenyum hangat.


"Aku akan melakukannya perlahan." Ucap Xander dan Jeje pun mengangguk.


"Ah, dad." Racau Jeje, saat Xander memainkan jarinya dibawah sana.


"Sempit sekali." Ucap Xander, menatap istrinya dengan kabut gairah.


Sial! Baru jari saja yang masuk sudah sempit begini. Batin Xander, ketika merasakan jarinya terasa di jepit si sarung sempit.


Jarinya terus bergerak liar di bawah sana, hingga membuat Jeje menggeliat seperti Ulat Keket.


Walau Xander sudah tidak tahan. Tapi, Xander tidak ingin buru-buru karena ia tidak ingin menyakiti istrinya.


Kemudian Xander mengecupi seluruh wajah istrinya dengan lembut dan ciuman itu semakin turun.


Semakin turun


Dan semakin turun.


Hingga


Bersambung


🤪🤪🤪🤪🤪

__ADS_1


Kasih Like, Vote dan hadiahnya😘😘


Jangan marah🤪🤪🤪


__ADS_2