
Xander mengantarkan Jeje ke kampus hari ini,setelah mengetahui istrinya tengah mengandung ia lebih over protektif.
Sedangkan Raya berangkat sendiri dengan mobil kesayangannya.
Sampai di kampus Jeje berpamitan kepada Xander.
Xander memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari gerbang kampus itu,karena permintaan dari Jeje.
"Hati-hati ya sayang dan jaga anak kita." Xander mengecup kening Jeje.
"Iya Dad,tenang saja. Aku akan menjaga mereka dengan nyawa ku sendiri" Jeje tersenyum manis menatap suaminya yang terlihat sangat tampan.
Jeje mencium punggung tangan Xander lalu mengecup bibir seksih suaminya itu. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Xander menarik tengkuk Jeje dan mellumat bibir mungil itu dengan penuh hasrat.
"Emm Dad,sudah !" Jeje mendorong dada bidang Xander agar melepas ciumannya.
"Kebiaasaan deh" keluh Jeje,lalu memukul pelan lengan berotot Xander.
"Habis manis banget sayang. Sudah sana masuk nanti setelah kamu pulang kuliah,kita pergi ke dokter kandungan" Ucap Xander,sambil mengusap bibir Jeje.
"Siap Bos" Jeje memberi hormat dan membuat Xander terkekeh.
Tanpa mereka sadari ada yang melihat kemesraan mereka berdua.
Jeje keluar dari mobil mewah itu,lalu melambaikan tangan kepada Xander.
Xander melajukan mobilnya pelan,entah kenapa perasaanya tidak enak. Seolah akan terjadi sesuatu yang buruk.
Jeje melangkahkan kakinya pelan menuju kelasnya,disana banyak teman-temannya yang menyapanya.
"Ternyata ini alasan lo ! selalu menolak cinta gw ?" Ucap seorang pria.
Jeje menoleh lalu menatap pria itu dengan malas.
"Bukan urusan lo !" Jeje melanjutkan langkahnya,tapi pria itu segera menarik tangan Jeje menuju gudang di belakang kampus.
Dari kejauhan Raya melihat Jeje ditarik paksa oleh pria yang sangat dia kenal lalu Raya sedikit berlari untung mengikuti Jeje tak lupa dia juga membawa teman-temannya.
"Lepas ! Lepasin Gw bajingan ! Gw gak nyangka ternyata lo gila !!" ? Maki Jeje.
"Gw gila karena lo Je ! Lo lebih memilih jadi simpanan pria tua itu dari pada nerima cinta gw,Cih ! Ternyata lo murahan !."
Plak
"Gw bukan murahan !" Jeje menampar pria itu dengan sangat keras.
"Cih ! Dibayar berapa lo ? Gw bisa bayar lo 5 kali lipat dari pria tua itu" Ucap nya sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
__ADS_1
"Fikss,lo gila Riko ! Gw bukan cewek murahan yang seperti lo pikirkan !" Teriak Jeje.
"Oh ya ?" Riko mendekati Jeje dan mendorong Jeje hingga punggungnya membentur tembok.
"Lepasin gw !" Teriak Jeje,meronta dan melawan tapi kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan pria itu.
Riko mencium paksa bibir Jeje dengan kasar,bahkan dengan tega ia menggigit bibir Jeje hingga berdarah lantaran kesal karena Jeje merapatkan bibirnya.
Daddy, Raya tolongin Jeje. Batin Jeje menangis.
Tapi Jeje masih tetap merapatkan bibirnya dan air matanya terus mengalir begitu deras,ia merasa ternoda dan menjijikan karena bibirnya disentuh oleh pria lain. Jeje masih terus berusahan melawan.
DUG
Jeje menendang pisang tanduk Riko,membuat Riko menunduk dan meringis kesakitan.
"Brengsek" Umpat Riko. "Aww,masa depan gw" Pekiknya.
"Mampus lo !" tak sampai disitu ,Jeje menedang bokong Riko dan membuat pria itu tersungkur dilantai.
Jeje tidak menyia-nyiakan kesempatan,ia lalu berlari keluar dari gudang itu. Saat ia membuka pintu gudang itu,Raya juga ingin membuka pintu itu,bersama teman-teman lainnya.
"Mami !"
"Raya ?" Jeje langsung menghambur memeluk Raya dengan erat.
"Je,lo gak apa-apa kan ?" Tanya temannya.
Jeje menggeleng dan mengurai pelukan Raya.
"Astaga bibir lo berdarah ! Brengsek tuh orang" Umpat Raya,saat melihat bibir Jeje terluka.
Sedangkan teman-teman Raya sudah membawa keluar Riko keluar dari gudang itu.
"Brengsek lo !" tanpa basa-basi Raya menampar wajah Riko.
Plak
Raya memukul wajah Riko berulang kali.
"Ternyata gw salah nilai lo,dan gw nyesel pernah suka sama lo" Raya terus memaki dan memukuli Riko,bahkan Jeje dan teman-teman lainnya tidak ada yang melerai karena mereka juga sangat geram dengan tindakan Riko yang termasuk golongan pelecehan sekssual.
Dug
"Mampus lo ! Mamam tuh sakit !" Umpat Raya saat menendang pisang tanduk Riko.
Riko meringis kesakitan dan wajah nya sudah babak belur karena di pukuli oleh Raya,pria itu tidak bisa menghindar karena tubuhnya di pegangi oleh dua temannya Raya,walaupun mereka perempuan tapi kekuatan mereka seperti tarzan jika sedang marah.
__ADS_1
"Gila ya lo Ko,gw nggak nyangka ternyata lo sebajingan ini ! Jangan mentang-mentang bokap lo punya kampus ini jadi lo bisa seenaknya ngerendahin wanita" Maki teman Riko yang ikut menyaksikan kejadian itu.
"Kalian tidak tahu jika dia itu murahan dan simpanan Om-om" Riko masih merendah Jeje dan memberikan bukti video itu ke teman-teman yang mengerubunginya.
"Mata lo picek ? Buka hp lo dan lihat grub Wa, disana lo bakalan nemu jawabannya jika Jeje sudah menikah dan pria itu adalah suaminya," Sahut teman lainnya yang ikut geram karena kelakuan Riko.
"Asal kalian tahu ! Suami Jeje adalah bokap Gw dan Jeje adalah nyokap tiri gw !" Ucap Raya dengan lantang.
Semua orang disana sangat terkejut dengan ucapan Raya,bahkan Jeje juga tak kalah terkejut.
"Serius lo ?" Tanya teman Raya,karena selama ini teman-temannya tidak ada yang tahu seperti apa wajah ayah Raya.
"Dua rius malah dan sekarang Jeje sedang hamil adik Gw. Lihat aja jika terjadi sesuatu sama adek gw,lo bakalan mampus ditangan gw" Ucap Raya sambil menujuk wajah Riko yang terlihat Syok.
Mampus gw. Batin Riko,saat tahu jika suami Jeje adalah Xander Clark.
"Je,lo gak apa-apa ?" Tanya temannya saat melihat Jeje terlihat semakin pucat.
Jeje hanya menggeleng pelan karena ia merasakan kepalanya sangat pusing dan pandangannya pun mulai mengabur.
"Ray,sebaiknya lo bawa Jeje ke Klinik lihat mukanya pucat banget " ucap teman nya terlihat panik. "Tuh si curut biar kita urus" Sela salah satu temannya lagi.
Bruk
Benar saja Jeje sudah jatuh pingsan sebelum di bawa ke Klinik.
"Jeje !."
Xander dan Devan berjalan tergesa menuju klinik yang ada di kampus itu. Setelah mendapat kabar dari Raya jika Jeje pingsan,Xander panik bahkan ia meninggalkan metting penting dengan kliennya.
"Sayang !" Xander memasuki kamar klinik itu,di ikuti Devan dari belakang.
Semua teman-teman Jeje dan Raya terpana saat melihat ketampanan dua pria matang itu.
"Kalo hot daddy begini sih gw juga mau,".
"Ho'oh Gw juga. Jeje beruntung banget ya,"
Begitu kiranya bisik-bisik teman Raya dan Jeje.
"Kenapa bibir kamu berdarah !!."
Kira-kira si Riko dikasih hukuman apa ya sama Daddy ?
Othor gemes pengen bejek kepala Riko😤😤😤
Jangan lupa like,vote sama hadiahnya awas saja ya kalau enggak dikasih.
__ADS_1