
Jeje memanyunkan bibirnya terus sejak ia keluar dari markas tempur,sedangkan Xander sudah terlelap lagi setelah membersihkan tubuhnya.
"Widih ! Baru keluar dari markas,pasti skor 1:0 ya mam ? Mami kalah atau menang nih ?" Ledek Raya,saat melihat ibu sambungnya baru keluar kamar di siang bolong,tepatnya jam 11 siang.
"Diam kau !" Sahut Jeje dengan nada kesal.
"Kalau dari hasil penciumanku nih ya,Mami kalah telak sama Daddy nih, Ha ha ha ha." Ucap Raya tergelak,sambil mengendusi sekitar tubuh Jeje.
"Raya !!!!" Jeje semakin kesal saja,saat mendengar ejekan dari putrinya.
Bagaimana tidak kesal ? Tangannya sudah sangat pegal karena memijat pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu selama 1 jam lebih,tapi pedang sakti itu tak kunjung mual untuk memuntahkan Vla pudingnya,hingga akhirnya tak ada jalan lain dengan terpaksa Jeje goyang cendol diatas suaminya,yang membuat Xander merem melek.
"Awas kau ya ! Kau akan merasakan lebih parah dari ini Ra !" Ucap Jeje,menatap kesal putrinya.
"Tidak akan ! Mam" Ucap Raya percaya diri.
"Oke ! Kita lihat saja nanti" Ucap Jeje.
"Aku ini wonder women,Mam" Jawab Raya sambil memukul dadanya.
"Heleh. Lihat Daddy mu sudah tua tapi bisa membuatku ambruk,apa lagi Devan yang masih muda. Ibarat kata Devan itu ikan segar yang baru di ambil dari laut,kekuatannya masih kuat untuk loncat sana sini" Ucap Jeje menyeringai licik.π
GLEK
Raya menelan ludahnya kasar saat mendengar penuturan ibu sambungnya itu.
Iya,ya. Pasti kekuatan Om Devan kayak Hercules. Batin Raya,membayangkan dirinya dibanting dan di bolak-balik diatas ranjang oleh Devan.
"Kenapa ? Takut ?" Tanya Jeje.
"Ti tidak" Kilah Raya terbata,membuat Jeje tertawa puas dalam hati.
"Nih aku kasih,obat kuat biar kau bisa menandingi kekuatan golok sakti milik Om mu itu" Jeje mengambil 2 botol obat kuat dan obat encok dari kantung Bajunya,lalu menyerahkan kepada Raya.
"Hih !! Inikan obat yang dari Oma ?" Tanya Raya,saat menerima obat itu.
"Hu'um" Jeje mengangguk. "Sudah terbukti ! Daddy sudah mencobanya satu malam bisa 5 ronde berturut-turut" Bisik Jeje,membuat Raya Syok berat.
"Benarkah ?" Jeje mengangguk. "Buktinya aku sampai lemas tak berdaya dan Daddy mu puas" Jelas Jeje.
"Udah ambil saja ! Obat ini akan membantumu memuaskan Om Devan,hi hi hi" Ucap Jeje,meracuni otak Raya.
"Oke aku ambil" Ucap Raya,setelah memikirkannya.
"Sip" Balas Jeje,lalu kembali kekamar,dengan tersenyum puas.
Sedangkan Raya kembali kekamarnya lagi untuk meletakkan obat kuat itu.
Ponsel Raya berdering menandakan ada panggilan masuk.
...'Burung hantu'...
Nama yang tertera di layar ponselnya,dengan cepat Raya mengangkat panggilan telpon itu.
"Ya,burung hantu?" Jawab Raya.
"Eh,eike ada di sindang tapi eike gak boleh masuk kedalam. Mulut pedas" Ucap Ema di luar sana.
__ADS_1
"Ya,emang lo pantes di depan gerbang sambil membawa gelas" Raya tergelak.
"Heii,Eike iket bibir yei pakai karet ya ! Biar Om Dev-Dev gak bisa cepak-cepak Jeder sama Yei,ha ha ha ha" Ema tertawa puas.
"Sialan Lo,dasar burung hantu !"
"Buruan kesindang ! Ekei udah kepanasan nanti make-up Eike yang paripurna nih luntur" Ucap Ema.
"Tunggu 1 jam lagi !" Ucap Raya.
"Hei,yei mau bikin ekei di godain sama satpam-satpam di komplek ini ! Secara kan kecantikan Eike seperti bidadari dari khayangan" Ucap Ema.
"Heh,siapa juga yang mau godain makhkluk kayak lo,yang ada mereka lari ,ha ha haa."
"Jahara deh Yei,buruan Eike pengen pipis" Ucap Ema.
"Ya udah pipis aja sih"
"Heh,Eike ini anak perawan malu dong dilihati orang" Kesal Ema.
"Perawan hidung lo itu !" Ucap Raya tergelak,lalu segera berjalan menuju pintu gerbang.
"Pak biarkan burung hantu itu masuk" Ucap Raya,pada penjaga.
"Oh,maaf. Saya pikir tadi pengamen" Ucap Penjaga itu menggaruk tengkuknya.
"Tidak apa-apa,pak. Mukanya memang seperti pengamen Ucap Raya tergelak.
"Hei !! Muka cantik begindang,dianggap pengamen !" Ucap Ema ,saat sudah masuk melewati gerbang itu.
"Maaf Mas".
"Mas ? Panggil Eike Miss Em. Yei paham" Ema menunjuk Penjaga itu dengan jari gemulainya.
"Jangam takut pak,Dia udah jinak kok" Ucap Raya sambil tertawa,saat melihat satpam itu takut.
"Ihh,Jahara deh. Yei pikir Eike ini macan apa" Ucap Ema kesal.
"Udah ah ayo masuk ! Lagian kenapa lo gak bawa mobil ?" Tanya Raya,sambil melangkah memasuki rumah.
"Mobil eike pecah ban pas dijalan,jadi Eike lanjut kesini naik abang hijau" Ucap Ema,dengan nada gemulai.
Abang hijau (Ojek Online) π€£
"Ayo silahkan duduk,mau minum apa?" Tanya Raya,dan mempersilahkan duduk di ruang tamu.
"Jus jeruk aja deh,tenggorokan eike kering keronta" Jawab Ema.
"Jeruknya masih diatas pohon jadi air putih aja ya" Ucap Raya.
"Terus tadi mengapain Yei Nawarin eike kalau ujung-unjung cuma di kasih air murni" Ema mencebikan bibirnya kesal.
"Becanda kali,gitu aja sewot" Ucap Raya tergelak dan memanggil salah satu pelayan untuk membuatkan Jus jeruk dan membawa makanan ringan lainnya untuk Ema.
"Eike,mau pipis. Kamar mandi mana ?" Tanya Ema,dengan menggerak-gerakan kakinya sambil memegang burung jalaknya.
"Disana" Raya menunjuk kamar mandi yang ada di dekat dapur.
__ADS_1
Setelah selesai menuntaskan pipisnya,Ema memperhatikan desain rumah besar itu,yang begitu mewah dan Elegant. Walau ia cukup mengenal keluarga Clark tapi ini kali pertama ia datang kerumah besar itu.
"Mana undangannya ?" tanya Raya.
"Nih,Eike udah urus semuanya" Ema mengeluarkan setumpuk undangan dari dalam tasnya.
"Keren nih,suka gw" Ucap Raya sambil membolak-balikan kartu undangan itu.
"Satu undangan 200 ribol, jadi Yei hitung saja itu ada seribu undangan" Ucap Ema,sambil meniupi kuku cantiknya yang di cat warna pink.
"Gila ! Lo mau rampok gw" Seru Raya.
"Hei,mate Yei siwer ? Itu undangan di lapisi emas Asli ! Dodol" Ema tak mau kalah.
"Lagian uang segitu,buat Yei seperti belek mata kan ?" Ucap Ema dengan entengnya.
"Belek mata lo itu" Omel Raya.
Raya mengambil ponselnya dan menghubungi Devan.
"Sayang,aku butuh uang 250 juta" Ucap Raya,saat Devan sudah mengangkat telponnya.
"Iya,aku kirim sekarang" Jawab Devan.
"Om,enggak tanya buat apa gitu ?" Tanya Raya.
"Tidak ! Aku percaya dengan mu sayang" Ucap Devan,disebrang sana.
"Makin cinta deh. Muaaachhhhhhhhhhhhhhhh" Raya mengecup basah HPnya,lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Ih,Jijai deh"
"Sirik aja lo ! Makanya kawin" Ucap Raya,sedangkan Ema hanya mencebikan bibirnya kesal.
"Nih udah gw transfer 250 juta" Raya memperlihatkan bukti transfer yang ada di Hp nya.
"Bukannya 200 jetong ?".
"Yang 50 jetong ,bonus buat Yei" Ucap Raya menirukan gaya Ema.
"Makasih Mulut pedas. Kayaknya Yei harus nikah tiap bulan deh biar eike cepet tajir melintir,ha ha ha ha" Ema tertawa sambil menutup mulutnya dengan manjah.
"Mau lo itu mah !" Kesal Raya.
Nih undangan nya buat para Readers tercinta. Jangan lupa pada datang ya.
"Datangnya bawa sebuket bunga mawar merah dan kopi atau Kursi pijat juga boleh" Raya.
"Awas kalo kalean datang dengan tangan kosong,eike cepak kalean atu-atuπ€" Miss Em.
Nah lo udah di ancem dulu sama Miss Em π
Masih ada 2 bab lagi menuju Raya dan Devan halal. π€£
Tambahin Vote sama hadiahnya ya, jangan lupa like juga πππ
__ADS_1