
Di Hotel Xx
"Dad,pelan-pelan," Ucap Jeje,saat pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu akan masuk kedalam sarung sempitnya.
"Ya,Honey," Jawab Xander.
Cup
Xander mengecup bibir pink itu dan menyesapnya lembut.
"Eughh," Dessah Jeje tertahan karena bibirnya tengah di patuk Oleh Xander dengan ganas bersamaan Pedang panjang itu berusaha masuk kedalam sarungnya perlahan.
"Dad,sakit," Jeje meringis kesakitan.
"Tahan sayang,kenapa jadi susah begini sih ?" Kesal Xander.
"Apa jalan menuju sarung sempit di block sama 4 tuyul kita ?" Tanya Xander,karena sejak tadi ia sudah berusaha menerobos masuk kedalam sarung itu selalu gagal.
Mana ada yang seperti itu,Dad ? Othor auto ngakak.😆
"Daddy lupa kali caranya," Ucap Jeje,menatap wajah suaminya yang sudah sangat bergairah.
"Masa iya lupa," Ucap Xander sambil menatap pedang panjangnya itu yang masih berdiri tegak.
"Bisa jadikan ? Soalnya Daddy sudah puasa dua minggu atau bisa jadi pedang Daddy sudah karatan atau tumpul," Jelas Jeje,membuat Xander melotot.
Karatan ? Tumpul ? Oh No ! 😅
"Kita coba sekali lagi," Ucap Xander. Ia tidak terima dengan ucapan istrinya,kemudian Xander mulai memposisikan dirinya untuk menerobos sarung sempit itu.
"Tuhkan Pedang daddy sudah tumpul," Ucap Jeje lagi,karena suaminya gagal menerobos sarung sempit itu.
"Ah,aku lupa !" Ucap Xander "Kita belum melakukan pemanasan,pantas saja sarung sempitmu itu masih kering," Ucap Xander,membuat Jeje terkekeh.
"Sudah tua sih,makanya jadi pikun," Ledek Jeje,sambil mencubit pipi suami nya.
"Aku tidak tua,hanya matang saja. Lihat pedang panjangku masih berdiri kokoh dan bisa membuatmu lemas dibawahku," Kesal Xander,sambil menggoyang-goyangkan kepala si pedang yang botak itu.
"Ayo,kita buktikan !" Tantang Jeje,sambil mengelus kepala botak dan berhasil membuat Xander melek merem.
"Siapa takut ! Jika aku bisa membuatmu kalah,maka kau harus bersiap seminggu kedepan harus memimpin permainan," Ucap Xander,tersenyum miring.
Aku akan membuatmu terkapar sayang.
"Mana ada seperti itu ! Itu mah Daddy yang untung" Kesal Jeje.
"Aku yang rug--Empphhh," Ucapan Jeje terhenti karena bibir nya langsung dipatuk oleh Xander dengan rakus.
"Ahh,Dad," Racau Jeje saat kedua Coco Chips nya di hisap dan di pelintir.
Xander melirik istrinya yang terlihat ke enakan,kemudian bibir Xander semakin turun kebawah dan sampai perut Jeje,Xander mengecup berulang kali perut buncit itu,sambil berbisik,
"Siap-siap pakai payung ya anak-anak Daddy,karena Daddy mau menyirami kepala kalian," Bisik Xander,membuat Jeje memukul pundak suaminya dengan gemas,karena suaminya itu berkata konyol kepada 4 anaknya yang masih di dalam perut.
__ADS_1
"Aku hanya memperingatkan mereka,biar tidak kaget," Ucap Xander dengan tenang,saat merasakan pundaknya di pukul Jeje.
Kemudian Ciuman Xander turun kebawah hingga sampai di pintu sarung sempit itu yang masih kering keronta dan adegan selanjutnya bayangkan saja sendiri. 🤣
Setelah hampir 1 jam bertempur,Jeje mengatur nafasnya begitu pula dengan Xander dan Keringat membanjiri tubuh keduanya.
"Kau kalah sayang ! Jadi persiapkan dirimu," Ucap Xander,yang memeluk Jeje dari belakang sambil mengusap perut buncit itu.
"Oke tapi hanya setengah ronde saja dan setengahnya Daddy yang melanjutkan," Ucap Jeje,menyetujuinya.
"Oke ! Jadi jangan salahkan aku jika satu ronde 2 jam jadi kau memimpin permainan selama satu jam,DEAL !" Xander tertawa puas,Sedangkan Jeje melotot sempurna dan membalikan badannya menghadap Xander.
"Awwwww," pekik Xander saat bobanya di pelintir Jeje dengan kencang.
"Rasakan !" Amuk Jeje,dan memelintir boba satunya lagi.
"Sayang,sakit !" Keluh Xander,sambil mengusap kedua boba nya.
"Huh" Jeje mendengus kesal dan segera beranjak dari tempat tidur itu masih dalam keadaan polos,lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Sayang ikut," Xander mengikuti Istrinya.
Brak
Jeje menutup pintu kamar mandi itu dan segera menguncinya dari dalam.
"Sayang,buka pintunya !" Teriak Xander dari luar kamar mandi,sambil menggedor pintu kamar mandi.
"Rasakan ! Enak saja mau menang sendiri," Kesal Jeje,sambil membersihkan dirinya di bawah guyuran shower.
A few moments later
Jeje sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi yang sudah di sediakan di dalam sana.
"Sayang,kenapa lama sekali ?" Tanya Xander.
Jeje melihat penampakan Xander yang hanya mengenakan Boxer berwarna hitam,membuat Jeje menelan ludahnya kasar,apa lagi perut kotak-kotak Xander terlihat begitu menggoda,tapi Jeje segera mengalihkan pandangannya.
Haiss,dasar hormon kehamilan ! Kesal Jeje,di dalam hati,karena hanya melihat Xander berpenampilan seperti itu sudah membuatnya cenat-cenut.
"Memang kenapa ?" Jawab Jeje dengan ketus,agar membuat Xander segera pergi kekamar mandi.
"Tidak apa-apa," Jawab Xander,lalu memasuki kamar mandi.
"Huh,akhirnya," Ucap Jeje,sambil mengusap dadanya.
♤♤♤♤
Jeje dan Xander kini sudah berada di Kediaman nya.
"Kalian ini lama sekali ?" Tanya Oma Airin kesal,karena pasangan suami istri itu baru sampai rumah jam 9 malam.
"Maaf,mom. Tadi kami mampir makan dulu," Jawab Xander. Keduanya itu duduk di ruang tengah dan berhadapan dengan Oma Airin.
__ADS_1
Makan istrinya,he he he.
"Oh,begitu ? Aku pikir kalian ini mampir kehotel !" Ucap Oma Airin ketus.
"Tidak lah,Mom," Sanggah Jeje dengan cepat.
"Benarkah ? Tapi lehermu itu mengatakan lain," Ucap Oma Airin,ingin tertawa terbahak tapi masih ditahannya.
"Mom,ini cuma di gigit semut," Ucap Xander.
Sedangkan Jeje menutupi bagian lehernya dengan kedua telapak tangannya.
Aih,kenapa ke lupaan. Batin Jeje kesal.
"Iya semutnya gede,segede gajah malah," sindir Oma Airin.
"Mom !!" Seru Xander tidak terima.
"Apa ? Mom benarkan ? Mana ada semut bisa menggigit leher Jeje seperti itu ! kecuali si semut gajah itu yang melakukannya," Ucap Oma Airin.
"Ingat ya Xander,istrimu sedang hamil besar jadi kau harus bisa mengurung pedang panjang mu Agar tidak bisa masuk kedalam lubang belut !" Ucap Oma Airin dengan kesal.
"Lubang belut ?" Tanya Jeje.
"Iya karena lubang mu kan sudah di bobol oleh Xander jadi namanya lubang belut."
"Astaga Mom !" Pekik Xander.
"Apa sih ? Memang benar kan," Ucap Oma Airin tanpa malu.
"Iya juga sih," jawab Xander,dan langsung mendapat cubitan dari Jeje.
"Kau juga Je,kehamilanmu sudah semakin membesar jadi kalau diajak mengasah pedang jangan mau !" ucap Oma Airin,memperingati menantunya.
"Iya Oma," Jawab Jeje,sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang ?" Protes Xander.
"Sudah diamlah,Dad. Benar yang dikatakan Mom."
"Ya tapikan-"
"Cih ! Apa kau takut jika pedangmu itu karatan ? Jika iya,kau tenang saja karena Mom sudah mempersiapkan Obat penghilang karat untukmu," Ucap Oma Airin sambil tertawa terbahak.
"Mom !!!!!!"
Astaga Oma 🤣🤣🤣🤣
Yuk tambahin vote dan hadiahnya ya,biar makin naik ratingnya. Please🥺
Jangan lupa besok datang ke pernikahan Devan dan Raya. Awas kalau kalian tidak pada datang ya !
__ADS_1