My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Lagi yuk !


__ADS_3

Siap-siap memanaskan badan 🔥🔥


Kasih hadiah yang banyak sama Vote juga dan likenya jangan ketinggalan ya !


"Apa kau siap ?" Tanya Devan,sambil menekan golok saktinya ke bokong Raya.


"A aku aku em aku ingin buang air kecil," Ucap Raya,sambil melepaskan tangan Devan yang ada di perutnya dan segera berlari ke kamar mandi.


Devan menaikan sudut bibirnya,saat melihat istrinya terlihat sangat gugup.


"Ternyata gadis nakal ku,bisa gugup juga," Devan terkekeh pelan,sambil membuka seluruh pakaiannya dan menyisakan boxer saja kemudian Devan membaringkan tubuhnya diatas arena pertempuran.


Sedangkan Raya yang di dalam kamar mandi,berulangkali mengatur nafasnya.


"Astaga,kenapa aku jadi segugup ini ? Aduh,bagaimana ini ?" Gumam Raya,mondar-mandir di dalam kamar mandi sambil menggigit kuku jarinya resah.


Jika sebelum menikah dengan Devan,Raya sering kali menjahili pria itu. Tapi sepertinya keadaan terbalik,giliran Raya yang di buat gugup dan panas dingin Oleh Devan.


"Tapi,kata mami rasanya tidak sakit,rasanya itu nikmat" Raya berucap sambil mengingat ucapan Jeje.


"Hufhhh," Raya,menghela nafasnya sekali lagi. Barulah ia berani keluar dari kamar mandi.


Astaga,Om tampan ku sudah siap untuk mengasah goloknya. Batin Raya,saat keluar dari kamar mandi ia melihat Devan berbaring di arena pertempuran hanya dengan menggunakan boxernya saja sambil memainkan ponselnya.


Devan belum sadar jika Raya sudah keluar dari kamar mandi,karena ia sedang berbalas Chat dengan mertuanya.


Jangan bermain kasar !


Salah isi satu pesan keramat dari Mertuanya.


Astaga,tentu saja aku akan bermain lembut. Batin Devan,sambil mengumpat kesal kepada mertuanya.


Raya berjalan berjingkat agar Devan tidak menyadari keberadaanya,Raya berjalan menuju kopernya dan mengambil obat kuat yang sudah di berikan oleh Jeje beberapa waktu yang lalu.


"Sedang apa,sayang?" tanya Devan,yang tiba-tiba ada di belakang Raya.


"Hah ?!" Raya sangat terkejut saat melihat keberadaan Devan yanga ada di belakangnya,dengan cepat ia membalik badannya dan menyembunyikan obat itu di belakang punggungnya.


"Ti ti tidak a aku i tu,"


"Mau aku yang mengambilnya atau kau serahkan sendiri ?" Tanya Devan,ia tahu jika istrinya tengah menyembunyikan sesuatu.


Devan mendekat dan segera merebut sesuatu yang di sembunyikan oleh istrinya itu.


"Obat kuat ?" Ucap Devan,saat membaca tulisan yang tertera di botol tersebut.


Glek


Raya menelan ludahnya kasar,wajahnya terlihat panik dan pucat pasi.


Devan menatap obat kuat itu lalu bergantian menatap wajah Raya yang terlihat sangat panik.


"Untuk apa obat kuat ini ?" Tanya Devan dengan tatapan yag mengintimidasi.


"I tu untuk-" Wajah Raya semakin panik,apa lagi Devan mulai mendekatkan wajahnya.


"Aku tidak membutuhkan obat sialan ini," Devan semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung mancungnya menyentuh pipi mulus Raya.


"Sa sayang ?" Raya memundurkan wajahnya.


"Ta tapi-"


Klunting

__ADS_1


Devan membuang obat kuat itu kelantai dengan asal.


"Apa kau meragukan kemampuanku ?" Raya menggeleng cepat.


"Jika begitu mari kita buktikan," Ucap Devan,kemudian menyerang bibir Raya dengan sangat rakus.


"Emmpphhh,Ahh Om Dev," Dessah Raya,saat ciuman Devan turun kelehernya lagi.


"Aku sudah tidak bisa menahan nya lagi,Sayang. Ijinkan aku memilikimu seutuh nya," Ucap Devan dengan suara seraknya.


"Iya," Lirih Raya. Ia tak mampu menolak permintaan suaminya itu. Karena ia pun sudah sangat ingin dan juga penasaran senikmat apa rasa itu. 🤭


Devan menggendong tubuh Raya dan merebahkan tubuh itu di arena pertempuran.


Raya memalingkan wajahnya,saat Devan melepas Boxer nya.


"Hei ! Dimana gadis nakalku yang suka menggodaku ? " Tanya Devan,menggoda istrinya.


"Ishhh !" Raya hanya mencebikan bibirnya kesal,dan itu membuat Devan semakin gemas.


"Om,itu kenapa sekarang bertambah sangat besar ?" tanya Raya,saat melihat golok sakti yang sudah berdiri tegak di depan matanya.


"Karena dia sangat bersemangat dan siap untuk menghabisi lawannya," Ucap Devan,membuat Raya semakin takut.


"Takut ? Bukankah kau pernah melihatnya ?" Tanya Devan,sambil melepaskan Lingerie yang di kenakan Raya.


Raya menggeleng dan kemudian mengangguk.


"Sshhhhh Om," Raya mendessah kuat,saat Devan menghisap biji ketapangnya dengan lembut dan tangan satunya lagi memelintir biji ketapang itu.


Ciuman Devan berpindah ke bibir Raya lagi,keduanya saling mellumat dan menghisap,dan tangan kanan Devan dengan perlahan menuju sarung sempit dan memainkan daging kecil yang ada disana.


"Eughhhhh," Raya menggelinjang,saat tangan Devan bermain di bawah sana. Ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.


"Enak ?" Tanya Devan,dan Raya mengangguk pelan.


Devan tersenyum puas.


Raya memberanikan diri untuk menyentuh golok sakti super besar yang bentuknya keras tapi kenyal.


"Ughhhh," Racau Devan,saat merasakan tangan Raya mengurut Goloknya.


Devan mencium Bibir Raya dengan rakus dan Raya pun membalasnya. Salah satu tangan Devan bermain di kedua pepaya gantung itu,sedangkan tangan lainnya menjadi tumpuan nya agar tubuhnya tidak menindih tubuh Raya.


Dan tangan Raya semakin aktif untuk mengurut golok sakti yang super besar itu.


"Sayang,ayo kita mulai," Ucap Devan dengan nafas yang memburu.


"Iya,aku juga sudah sangat ingin,Aahhh Om jangan nakal," Racau Raya,saat Ciuman Devan turun ke pintu si sarung Sempit.


"Ahh ouhhh Om."


"Yah,keluarkan suara indahmu sayangz" Ucap Devan.


"Ahh,su dahh ahh cepat masukan," Racau Raya,sambil mencengkram Rambut Devan.


"Baiklah,tapi tahan ya rasanya akan sedikit sakit," Ucap Devan saat sudah menghentikan aksinya, lalu mulai mengarahkan Golok saktinya di depan pintu si sarung sempit yang sudah banjir.


"Banyak omong ! Cepetan Om," Sepertinya Raya sudah sangat tidak sabar di masuki si golok sakti.


"Tahan ya," Devan mulai memasukan goloknya itu kedalam pintu masuk lubang semut.


"Argghh,sakit. Kenapa rasanya sakit hiksss. Kata mami rasanya enak," Raya terisak,padahal golok Devan baru masuk ujung kepalanya saja. Raya mencengkram lengan Devan dengan kuat.

__ADS_1


"Om,aku gak kuat. Sakit sekali," Raya terisak.


"Tahan sayang,ayolah."


Devan kembali memberikan sentuhan lembut di pepaya gantung itu dan mencium bibir Raya dengan sangat lembut dengan penuh cinta agar Raya lebih tenang dan mengalihkan Rasa sakit itu.


Setelah Raya sudah tenang,baru lah Devan kembali menghentakan Golok saktinya itu dengan lembut.


Jleb


"Arghhhhh,sakit," Pekik Raya tertahan saat Golok super besar itu berhasil masuk kedalam si sarung sempit.


"Sakit Om,sangat sakit hiks hiks," Raya terisak,ia merasakan tubuhnya seperti terbelah dua.


"Maaf,sayang maaf," Devan menghapus air mata Raya lalu mengecup kedua mata indah itu bergantian.


"Ouhh Sayang,ini sangat nikmat sekali," Racau Devan,saat goloknya terasa di jepit di dalam sana.


"Tapi aku sakit,Om," Isak Raya.


"Tahan ya sayang,sakitnya cuma sebentar kok," Devan berucap sambil menggerakan pinggulnya perlahan.


"Ouh,Ya ampun," Devan meracau lagi saat rintik-rintik kenikmatan itu mulai menjalar keseluruh syaraf yang ada di tubuhnya.


Devan menggerakan perlahan sambil ******* bibir Raya dan memainkan biji ketapang yang ada di puncak pepaya gantung itu.


"Ahh,Omm Shhh," Dessah Raya,saat mulai merasakan kenikmatan itu walau rasa sakitnya lebih mendominan.


Mendengar suara laknat keluar dari bibir seksoy itu,Devan semakin bersemangat dan mempercepat gerakannya.


"Ahhh Ughhhh," Suara Laknat itu terus keluar dari bibir Raya,seiring dengan hujaman yang di berikan oleh Devan.


"Nikmat bukan ?" Tanya Devan.


"Ahh Iya ahhh Lebih cepat lagi," Racau Raya.


Kini Raya dan Devan merasakan nikmatnya surga dunia bersama,keduanya saling melenguh dan mendessah. Keringat pun membanjiri tubuh keduanya,hawa yang semakin panas menjadi bertambah panas saat Devan semakin mempercepat gerakannya hingga mereka sampai di puncak kenikmatan bersama-sama.


"Arghhhhh," Racau Devan saat merasakan golok saktinya mual dan memuntahkan santan kental di dalam sarung sempit itu.


"Terimakasih sayang," Devan mellumat bibir Raya dengan penuh kelembutan. Begitu pun Raya membalas setiap lumaatan yang di berikan Oleh Devan.


"Aku lelah,Om," Lirih Raya. Devan pun mengerti,kemudian mencabut golok saktinya yang masih berdiri tegak.


"I Love U," Bisik Devan,saat melihat bercak darah di bawah sana.


"I Love U,To Om tampan " Balas Raya.


"Lagi yuk !" ajak Devan.


Plak


"Awww,kenapa memukul ku ?" Kesal Devan,saat merasakan lengannya di pukul Raya dengan keras.


"Ini masih sakit ! Enak saja mau nambah !" Protes Raya kesal.


"Ya kali aja mau," Ucapan Devan membuat Raya melotot sempurna.


"He he he he,"


Othor gak lihat lho ya! Cuma ngintip doang 🤣🤣🤣🙈


Jangan lupa Vote sama hadiahnya. Othor tagih lho.

__ADS_1


__ADS_2