
Makan malam yang di rencanakan Xander akan segera di mulai,setelah kehadiran Tuan dan Nyonya Fadaei.
"Terimakasih telah,mengundang kami untuk makan malam bersama di kediaman anda Tuan Xander," Ucap Tuan Fadaei,ketika kedatangan nya disambut oleh Xander dan Jeje.
"Justru kami yang harus berterima kasih karena Tuan dan Nyonya menyempatkan waktu kalian yang sangat berharga hanya untuk makan malam yang biasa ini," Balas Xander,tersenyum miring ketika Melihat Wajah kedua orang itu nampak kikuk.
"Mari Tuan dan Nyonya silahkan masuk," Jeje mempersilahkan masuk kedua besan nya.
"Wah,perut Anda besar sekali Nyonya," Ucap Nyonya Fadaei kepada Jeje.
"Iya Nyonya,sudah 7 bulan," Balas Jeje.
"Raya sudah ada kabar baik belum ya ?" Gumam Nyonya Fadaei dan masih terdengar oleh Jeje. Kemudian ke empat orang itu memasuki rumah dan berjalan menuju ruang makan.
Diatas meja makan sana sudah tersaji berbagai macam makanan khas Indonesia.
"Silahkan duduk Tuan dan Nyonya," Xander mempersilahkan duduk.
"Dimana putra dan menantuku," Tanya Tuan Fadaei,setelah mendudukan diri.
"Mereka sebentar lagi akan turun," Ucap Jeje,tersenyum manis. Dan diangguki Kedua orang tua Devan.
"Wah,sudah datang tamu nya," Ucap Oma Airin.
Kedua orang tua Devan berdiri kemudian membungkuk hormat untuk Oma Airin.
"Kalian ini tidak perlu seperti itu," Ucap Oma Airin rendah hati.
"Sudah tegak kan tubuh kalian,jangan terlalu kaku ,rileks saja," Ucap Oma Airin,mulai bercanda kepada kedua orang tua Devan.
"Baik Nyonya," Ucap Tuan Fadaei kemudian menegakkan tubuhnya,begitu pula dengan Istrinya.
"Panggil Oma," Jelas Oma Airin.
"Mohon maaf tapi itu terdengar tidak sopan," Ucap Nyonya Fadaei dengan lembut dan hati-hati.
"Hei ! Kalian ini terlalu kaku sekali. Apa kalian ini hidup di zaman purba ? Yang gahul dong ini itu zaman modern," Ucap Oma Airin.
"Momm !!!" Jeje menegur ibu mertuanya,sedangkan Xander membuang muka dengan kesal.
Sementara itu Tuan Dan Nyonya Fadaei tersenyum kaku menanggapi ucapan Oma Airin.
Di sisi lain Raya tengah membujuk Devan untuk segera turun kebawah.
"Ayo sayang,mereka pasti sudah datang dan menunggu kita," Ajak Raya.
"Aku malas bertemu dengan mereka," Sahut Devan dan Enggak beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
Kemudian Raya berpikir keras untuk meluluhkan hati suaminya itu.
"Kau bilang tidak ingin membuatku terluka ataupun sedih bukan ?" Tanya Raya,kemudian Devan mengangguk.
"Maka dari itu jangan membuatku terluka."
"Kapan aku membuatmu terluka ?" Tanya Devan.
"Saat ini ! Detik ini !" Sahut Raya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Hei ? Kenapa menangis ?" Devan beranjak dari duduknya kemudian memeluk istrinya.
"Oke kita turun tapi janji jangan menangis. Aku benci melihatnya," Ucap Devan,kemudian mengecup kening Raya dengan lembut.
"Oke," Jawab Raya sudah tersenyum cerah lagi.
Yes ! Berhasil. Batin Raya senang.
Devan dan Raya perlahan menuruni anak tangga kemudian menuju ruang makan.
Langakah Devan terhenti ketika melihat kedua orang tuanya yang menatapnya dengan sendu,tapi Devan segera mengalihkan padangannya.
"Kau pasti bisa,sayang," Bisik Raya.
Kemudian Devan dan Raya melanjutkan langkahnya.
"Daddy," Raya beralih menyapa ayah mertuanya. Tuan Fadaei tersenyum lalu mengelus kepala Raya.
"Hai Nak," Sapa Tuan Fadaei tersenyum,begitu pula dengan istrinya.
"Hai," Jawab Devan datar.
Interaksi keduanya terlihat sangat kaku,sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Jeje dan juga Oma Airin,lain Xander karena ia sudah mengetahui semuanya.
Karena personil sudah lengkap,mereka pun mulai acara makan malam nya dengan tenang,hanya sesekali Xander dan Tuan Fadaei berbicara tentang bisnis. Dan Nyonya Fadaei sesekali melirik putranya yang sedang bercanda dengan Raya dan Juga Oma Airin.
Tanpa kami ternyata kau baik-baik saja dengan keluarga ini. Aku memang ibu yang buruk. Batin Nyonya Fadaei menyesali sikapnya kepada putranya dulu.
Setelah selesai makan malam bersama,Kini meraka berada di halaman belakang sambil berbincang ringan dan sambil meminum teh bersama,tapi lain dengan Devan tetap dengan minuman favoritnya yaitu susu.
"Devan,Apa kau tidak malu ? Lihat semua orang meminum teh tapi kau masih saja meminum susu," Ledek Oma Airin,membuat Devan kesal tapi tetap meminum susunya.
"Karena Devan sejak kecil sangat menyukai susu,apa lagi susu cap nona," Seloroh Xander membuat semua orang tergelak.
"Nona Raya," sahut Jeje,membuat semua orang semakin terpingkal.
"Ih,Mami !" Raya mencebikkan bibirnya kesal,apa lagi di depan kedua mertunya dirinya di ledek seperti itu.
__ADS_1
Betapa malunya Raya.
"Apa yang membuatmu sangat menyukai mimuman yang hambar itu," tanya Xander.
"Tidak ada alasan,karena sejak kecil aku memang menyukai susu apa lagi susu yang di buatkan ibuku," Ucap Devan melirik ibunya yang menatapnya sendu.
Tiba-tiba situasi disana menjadi tegang.
"Sayang," Bisik Raya,sambil memegang tangan Devan.
Tuan dan Nyonya Fadaei nampak terdiam kaku,tapi terlihat jelas sekali jika wajah kedua orang itu tengah di liputi penyesalan.
Dari sini semua orang dapat melihat jika hubungan orang tua dan anak itu sedang tidak baik-baik saja.
"Maafka kami,Son," Ucap Tuan Fadaei terdengar tulus.
"Sesibuk apapun kalian tetap saja salah jika kalian mengabaikan Devan,pantas saja Devan betah berada disini. Karena disinilah dia mendapat kebahagaiaan dan kehangaatan dari keluarga," Sahut Oma Airin begitu menohok di hati kedua orang itu.
"Apa kalian pikir dengan uang bisa membeli segalanya ?" Ucap Oma Airin. "Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran kalian ini ," Ucap Oma airin dengan kesal.
"Mom !" Tegur Xander agar Ibunya berhenti berbicara.
"Apa ? Jangan pernah menghalangi Mommy untuk berbicara, apa lagi ini menyangkut Devan yang sudah aku anggap sebagai anak ku sendiri dari dulu !".
Situasi semakin menegang.
"Maafkan kami Oma,kami menyesal,"
"Iya jelas kalian menyesal karena Devan sudah terlanjur kecewa dengan kalian bukan ?" Jawab Oma Airin lagi.
"Orang seperti kalian ini otaknya harus di beri pencerahan !" Kesal Oma Airin.
"Oma,sudah," Devan kali ini angkat bicara. Oma Airin pun langsung diam.
"Maafkan kami Devan,Mommy dan Daddy sungguh menyesal karena selalu mengabaikanmu," Ucap Nyonya Fadaei terisak.
"Bukankah sudah aku katakan jika aku sudah memaafkan kalian," Ucap Devan kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan halaman belakang itu.
"Devan !" Panggil Nyonya Fadaei dan berniat untuk mengejarnya.
"Biarkan Devan sendiri dulu,Nyonya," Tahan Xander. Dan Nyonya Fadaei pun menurut.
"Iya Mom,maafkan Devan karena sangat keras kepala dan menyakiti hati Mom dan Daddy," Ucap Raya
"Justru kami yang harus meminta maaf karena selama ini telah menyakiti hati Devan," Ucap Tuan Fadaei dengan tulus.
Panasss🥵🥵
__ADS_1
Tambahin Vote dan hadiahnya 😘