
DEG
Jantung Devan berdetak dengan cepat dan kedua matanya membola,ketika membaca kata terakhir yang tertera di kertas tersebut.
"I ini ?" Devan tergugu kemudian menatap Raya dengan maya yang berkaca-kaca.
Raya mengangguk lalu menangis terisak.
"Kenapa tidak mengatakannya,Hem ? Jadi benar firasatku selama ini." Ucap Devan,kemudian mengangkat tubuh Raya kedalam pangkuannya.
"Firasat apa ?" Tanya Raya,sambil memeluk dada bidang Devan dan menghirup wangi tubuh kekar itu.
"Firasat jika di dalam sini ada dedek gondrong." Ucap Devan tersenyum bahagia sambil mengelus perut Raya.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya ?" Tanya Raya. "Aku baru teringat jika kau tidak pernah absen untuk mengasah golokmu selama dua bulan ini,jadi tadi pagi aku memutuskan untuk kerumah sakit sendiri." Lanjut Raya.
"Aku sudah pernah mengatakannya bukan ? Saat kita sedang melakukan asah mengasah golok." Ucap Devan.
"Jadi ada berapa gondrong disini." Tanya Devan,masih mengelus perut istrinya.
"Lihat saja sendiri,di dalam sana masih ada sesuatu yang lainnya." Ucap Raya.
Devan mengambil Amplop tersebut dengan tangan kirinya,karena tangan kanannya untuk menopang tubuh Raya yang ada di dekapannya.
"Satu gondrong?" Tanya Devan,saat melihat bulatan kecil di foto usg yang di tangannya.
"Ih ! Memang kau maunya berapa ?" Kesal Raya.
"Lima atau tujuh,mungkin ? He he he." Raya langsung memukul pundak Devan dengan keras.
"Memangnya kau pikir aku ini kucing !" Sungut Raya,membuat Devan tergelak kemudian memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Bercanda sayang. Gemesnya muach muach muach." Devan terkekeh sambil mengecupi seluruh wajah istrinya.
"Terimakasih My Wife." Ucap Devan tulus sambil menatap mata indah istrinya.
"Sama-sama,My Husband." Balas Raya.
"Aku bahagia sekali dan aku akan menjaga kalian dengan baik." Ucap Devan,dan di angguki Raya.
"Nanti setelah Dede gondrong lahir,kita bikin dede gondrong yang banyak ya." Canda Devan.
"Awwhhhh." Devan memekik ketika perutnya di cubit Raya dengan sangat keras.
"Rasakan !" Kesal Raya,mengerucutkan bibirnya.
Yang benar saja suaminya itu,kandungannya saja baru berusia beberapa minggu tapi suaminya sudah ingin membuat dede gondrong banyak.
Dia pikir melahirkan itu mudah kali !
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari di ruang tengah di kediaman keluarga Clark.
Devan dan Raya terlihat sangat bahagia,membuat semua orang yang ada di sana di buat heran.
"Hei ! Kalian ini sejak tadi senyam-senyum sendiri." Ucap Oma Airin yang sejak tadi memperhatikan pasangan tersebut dengan heran.
__ADS_1
"Karena kami sedang bahagia,ya kan sayang." Jawab Raya dan meminta persetujuan suaminya.
"Iya dong." Jawab Devan,kemudian tanpa malu mencium bibir Raya di depan anggota keluarga.
"Wah !!! Dasar cabul !" Seru Oma Airin,kesal dengan tingkah cucu menantunya itu.
"Habis enggak nahan Oma." Ucap Devan tanpa beban,sedangkan Raya sudah tersipu malu.
Plak
Xander memukul kepala Devan dengan keras.
"Awhh,sakit Dad !" Kesal Devan,sambil mengusap kepalanya.
"Ih,Daddy nanti jika suamiku gegar otak bagaimana ?" Sungut Raya,sambil mengusap-usap kepala suaminya.
"Cih ! Kalian ini berlebihan !" Kesal Xander. "Apa kalian ini tidak tahu malu berciuman di depan kami semua. Untung saja anak-anakku tidak disinu." Sungut Xander.
"Kami tidak malu ! Bahkan ada yang lebih parah dari aku." Sindir Raya,sambil menatap tajam Ayahnya.
"Apa maksudmu ?" Tanya Xander dengan gelisah.
"Apa Daddy tidak ingat ketika Masih berpacaran dengan mami ? Bahkan Daddy melakukan hal yang lebih." Ucap Raya kepada Ayahnya.
"Memang apa yang di lakukan oleh Daddy?" Tanya Devan.
"Seperti ini." Raya meremat kedua tangannya di udara.
"Raya !!!!!!" Kesal Xander.
Ya tuhan,putriku kenapa otaknya tidak pernah beres ?. Kesal Xander dalam hati.
"Dasar mesum !!!" Seru Devan dan Oma Airin bersamaan.
Ingin sekali Xander menutup wajahnya dengan ember,beruntung Jeje tidak berkumpul dengan keluarga gesreknya itu malam ini.
"Awas kalian semua !" Kesal Xander,kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya.
"Jangan keras-keras merematnya nanti kuahnya meluber !" Teriak Oma Airin,kepada putranya yang ingin memasuki kamarnya yang tak jauh dari sana.
"Kuah bakso !" Kesal Xander. Dan membuat ketiga orang itu tertawa terbahak.
Kenapa aku bisa mempunyai keluarga super gesrek seperti itu ? Lagi itu Devan yang waras otaknya kenapa menjadi kurang se ons !. Dumel Xander dalam hati,kemudian memasuki kamarnya.
"Sayang jangan tertawa keras nanti dede gondrong rambut nya rontok,karena terlalu sering terguncang." Ucap Devan mengingatkan istrinya.
Rontok katanya. 😆
"Ish,mana ada seperti itu sayang." ucap Raya.
"Dede gondrong ? Siapa itu ?" Tanya Oma Airin ketika mendengar ucapan Devan.
"Aku lupa memberitahu kabar bahagia ini Oma,jika Raya tengah mengandung dan usia kandungannya sudah 9 minggu." Jelas Devan.
"Benarkah !!" Pekik Oma Airin.
"Iya Omaku sayang." Ucap Raya,sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
"Oh Ya Tuhan,aku senang sekali karena keluarga kita akan semakin ramai." Ucap Oma Airin bahagia.
"Selamat Devan Raya,kalian harus menjaganya dengan baik." Ucap Oma Airin.
"Tentu Oma sayang." Jawab Raya Dan Devan bersamaan.
"Lalu berapa biji gondrong yang tumbuh di rahimmu?" Tanya Oma Airin.
"Oma !!! Masa biji sih !" Protes Raya.
"Lah kan memang si gondrong baru tumbuh sebiji jagung." Sahut Oma dengan santai.
"Oma !!" Sungut Raya.
"Baik-baiklah,berapa kecebong gondrong yang tumbuh di sana." Ralat Oma Airin.
"Oma !!!" Seru Devan dan Raya bersamaan.
"Ha ha ha ha." Oma Airin tergelak,mendengar cucunya kesal.
"Ish,bercandanya jelek !" Sungut Raya,menatap Omanya dengan kesal sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Cuma satu gondrong Oma." Jawab Devan pada akhirnya.
"Cuma satu ? Berarti bibitmu kalah dengan bibit ayah mertuamu yang sekali **** langsung jadi empat." Oma Airin tergelak.
Astaga !. Batin Devan.
"Oma !!!" Kesal Raya.
"Apa ?! Oma mengatakan sejujurnya kan. Tapi tenang saja Dev kau bisa membuat gondrong lainnya, ketika istrimu sudah melahirkan nanti." Ucap Oma Airin kembali tergelak,membuat Raya semakin memanyunkan bibirnya sedangkan Devan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sudah sini ! Aku akan menyawer kalian." Ucap Oma Airin,kemudian memanggil salah satu pelayan untuk mengambilkan tasnya di kamar.
"Ini Oma." Ucap Pelayan tersebut sambil memberikan tas Oma Airin.
"Ya,terimakasih dan ini ambilah dan bagikan kepada teman-temanmu." Ucap Oma Airin,sambil menyerahkan dua gepok uang ratusan ribu untuk pelayan tersebut.
Dan dengan senang hati pelayan itu segera menyambar uang tersebut dengan cepat.
"Dasar mata duitan !"
"Rejeki Oma,dan terimakasih. Semoga Oma Airin semakin ramai endorsan nya agar selalu membagikan rejeki untuk kami." Ucap Pelayan tersebut.
"Aminnn." Jawab Oma Airin.
"Nah,sekarang giliran kalian. Ayo berjoget." Ucap Oma Airin. Sambil menyuruh Raya dan Devan berdiri dari duduknya.
"Musik !!!!!" Teriak Oma Airin kepada pak Man.
Tak berselang lama terdengar suara musik dangdut yang memekakan telinga kemudian Oma Airin mengambil mic yang diberikan oleh Pak Man lalu menyanyi dengan lantang.
"Iwak peyek iwak peyek Iwak peyek nasi jagung. Sampai tuek sampai Nenek, Trio gesrek tetap di sanjung."
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Embuh lah pusing sama kelakuan Oma Airin 😆
__ADS_1
Tambahin Vote dan hadiahnya ya 😘😘