
Pagi hari di kediaman keluarga Clark.
Jeje sudah terbangun lebih dulu lalu membersihkan tubuhnya.
"Astaga, Daddy sudah seperti harimau yang kelaparan." Gerutu Jeje, saat melihat dirinya di pantulan cermin kamar mandi, tubuhnya penuh dengan tanda cinta dari suaminya, kecuali lehernya.
Bagaimana tidak seperti harimau? Tadi malam saja suaminya sampai minta nambah 2 kali. Hingga tubuhnya terasa remuk redam. Tapi, walau begitu ia tidak mengeluh dan tetap melayani suaminya sebaik mungkin.
Setelah puas memperhatikan tubuhnya, Jeje keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Cuitt.. Cuittt
Suara siulan dari arah ranjang pertempuran mereka, siapa lagi pelakunya jika bukan Xander Clark si Hot Daddy and Hot Opa.
"Dad!" Kesal Jeje, sambil mengeratkan handuknya.
Saat ini Jeje masih di depan pintu kamar mandi, entah kenapa dirinya sangat gugup ketika di tatap seperti itu oleh suaminya.
Xander sedikit merebahkan tubuhnya dengan siku tangan ia jadikan tumpuan tubuhnya, Xander terlihat sangat seksih dan menggoda.
Apalagi Hot Daddy itu hanya mengenakan boxer berwarna hitam dan jubah tidurnya yang di biarkan terbuka hingga memperlihatkan roti sobek dan juga tonjolan dibawah sana.
Membuat otak Jeje menjadi traveling ria.
Dan sepertinya Xander baru selesai minum air putih karena terlihat jelas jika pria itu tengah memegang gelas kaca di tangannya.
Hawa di sekitar Jeje entah kenapa tiba-tiba berubah memanas saat ia melihat pose suaminya itu.
Ah, Ya ampun kenapa kau jadi mesum sih! Rutuk Jeje dalam hati, karena ia tengah mengingat percintaan panasnya tadi malam.
__ADS_1
Kira-kira seperti ini pose daddy yang menantang. Bikin emak-emak klojotan.🤣
Xander masih menatap istrinya dengan intens, ketika melihat Jeje hanya mengenakan handuk yang menutupi tubuh mulus nan indah itu.
Jika di alam liar, Jeje bagaikan rusa muda yang tengah di intai oleh harimau yang tengah kelaparan.
"Dad! Jangan menatapku seperti itu." Jeje memalingkan wajahnya yang sudah bersemu merah.
"Kau sangat seksih, Hon." Xander mengerling nakal.
"Ish!!!" Kesal Jeje, lalu secepat kilat ia berlari menuju ruang ganti.
"Ha ha ha." Xander tergelak, ketika melihat istrinya yang terlihat sangat menggemaskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Setelah ini kita berangkat kerumah sakit ya, Dad." Ucap Jeje.
"Iya, nanti aku akan mengantar kalian kerumah sakit, setelah itu aku akan berangkat ke kantor karena hari ini aku ada meeting." Jelas Xander.
"Apa tidak bisa di tunda meetingmu itu? Kau tahu sendirikan jika Raya baru selesai melahirkan. Libur sehari tidak akan membuatmu bangkrut, bukan?!" Cibir Oma Airin.
Xander terlihat berpikir sejenak.
"Baiklah, Mom ku yang bawel" Jawab Xander.
"Hei, kau mengatai ibumu yang cantik jelita ini bawel?" Xander mengangguk sambil terkekeh.
__ADS_1
"Oh ya ampun! Aku ini tidak bawel hanya saja aku mempunyai kelebihan!" Ketus Oma Airin.
"Kelebihan?!" Tanya Jeje dan Xander bersamaan.
"Yap, Kelebihan berbicara, ha ha ha." Oma Airin berbicara dengan absurd lalu tergelak keras.
Apa bedanya coba? Bawel sama kelebihan berbicara?
"Bercandanya garing!" Sungut Xander kesal. Sedangkan Jeje menahan tawanya.
"Di di di." Ansel tiba-tiba merengek memanggil ayahnya sambil mengulurkan tangannya.
"Ya boy?" Xander beranjak dari duduknya lalu menggendong Ansel dengan satu tangannya saja.
"Maaf Tuan, sepertinya Tuan muda Ansel ingin buang air karena sejak tadi ia terus mengeluarkan ga—"
Brotttt
Baby sitter itu belum selesai berbicara. Tapi, Ansel sudah mengeluarkan bomnya yang begitu keras membuat Oma dan Jeje tergelak.
"Ya, tuhan. Ansel kau seperti Kak Devan." Ucap Xander sambil tergelak.
Sedangkan Ansel malah tertawa sambil menggigit jempol tangannya.
"Dad, biar aku saja. Daddy lanjutkan sarapannya." Ucap Jeje, yang ingin mengambil Ansel dari gendongan Xander.
"Sudah tidak apa-apa, biarkan aku saja." Ucap Xander dengan paksa sambil menoleh ke istrinya.
"Heum, baiklah Hot Daddy ku." Jeje mengalah dan membiarkan Suaminya mengurus putra bungsunya.
__ADS_1
Bonus Visual Hot Daddy 🥰