My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Terlihat tegar


__ADS_3

"Daddy, ayo pergi berkencan" Ucap Jeje,sambil memasangkan dasi keleher Xander.


"Hari ini aku sangat sibuk sayang,lain kali saja ya" Bujuk Xander,sambil tersenyum dan mengelus pundak Jeje.


"Ayolah,aku ingin merasakan berkencan," Lirih Jeje,karena dia tidak pernah merasakan berkencan dengan siapapun termasuk suaminya.


"Baiklah,tapi sore setelah aku pulang kerja ya" Xander merasa bersalah,karena ia tidak pernah mengajak Jeje berpergian kecuali saat mereka berbulan madu,selebihnya Jeje hanya berdiam diri dirumah atau sibuk mengerjakan tugas kuliah,sedangkan Xander di sibukkan pekerjaannya.


"Yei,terimakasih Dad. Aku akan menunggumu" Jeje mencium kedua pipi Xander dengan mesra.


"Sama-sama Honey" Xander membalas ciuman Jeje tapi kali ini dibibir.


Xander membungkukan badannya dan mengelus perut Jeje dengan lembut.


"Daddy,berangkat kerja dulu ya anak-anak,jangan menyusahkan Mami" Xander pamit pada ke empat anaknya,lalu mengecup perut istrinya.


"Iya Daddy,cari uang yang banyak ya" Jawab Jeje menirukan suara anak kecil.


Xander terkekeh lalu mencubit gemas pipi istrinya.


Setelah mengantarkan suaminya,Jeje kembali ke kamarnya untuk mencari pakaian yang akan di pakainya nanti untuk berkencan dengan suaminya. Sejak dari tadi bibir Jeje tidak berhenti mengukir tersenyum.


"Ini saja sepertinya sangat cocok untuk ku" Jeje mengambil setelan baju berwarna abu tanpa lengan dan rok berwarna hitam.


Waktu bergulir dengan cepat dan sudah jam 5 sore, Jeje sudah bersiap dengan pakaiannya dan ia menunggu suaminya di ruang tengah.


"Wah,nyonya hari ini cantik sekali" Puji salah satu pelayan.


"Iya,aku mau pergi berkencan dengan suamiku he he he" Ucap Jeje tersenyum manis lalu duduk diatas sofa.


"Semoga lancar ya,Nyonya" Jeje membalas dengan tersenyum,sambil melihat kearah luar rumah berharap jika suaminya sudah pulang. Ia sudah sangat tidak sabar berkencan dengan suaminya.


Seharusnya sudah pulang. Batin Jeje resah.


"Cie,mami cantik banget sih,mau kemana nih ?" Tanya Raya yang baru pulang.


"Mau berkencan sama Daddy,tapi Daddy belum pulang juga" Jawab Jeje. Raya melihat jam tangannya.


"Mungkin Daddy terjebak macet, Mam" Ucap Raya,tahu akan keresahan teman sekaligus ibu sambungnya.


"Mungkin" Lirih Jeje.


Semoga Daddy tidak lupa dengan janjinya. Batin Raya.


Raya kemudian duduk di samping Jeje dan mengelus perut Jeje.


"Adek-adek kakak,hari ini enggak bandel kan?" Tanya Raya. "Nanti kalau kalian nakal dan bikin mami susah,kakak akan sentil kalian satu-satu ya,"


Ucapan Raya membuat Jeje tertawa.


"Mam,sudah telpon Daddy ?".

__ADS_1


"Sudah dari tadi tapi tidak diangkat" Jeje berucap dengan sendu.


Sedangkan Xander yang berada di kantor tengah disibukan banyak pekerjaan dan ia mengabaikan panggilan masuk di ponselnya,bahkan ia lupa dengan janjinya.


Hari semakin gelap dan sudah jam 7 malam tapi Xander masih berada di kantor.


"Bos,lebih baik pulang sekarang" Titah Devan,yang baru masuk keruangan Xander.


"Pekerjaanku masih banyak" Ucap Xander tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang membuatnya harus lembur.


"Oh ya sudah kalau begitu ! Paling tidak hubungi nyonya bos jika kau lembur, jangan membuatnya menunggu" Ucap Devan terdengar kesal. Karena ia pun baru membuka ponselnya dan ia melihat ada panggilan puluhan kali dari Raya.


Xander menghentikan aktifitasnya,lalu menatap Devan yang berdiri di dekat meja kerjanya.


"Sial" Umpat Xander,lalu menyambar kunci mobilnya.


"Perang dunia akan segera di mulai" Gumam Devan,saat melihat bosnya pergi tergesa-gesa. Lalu Devan membereskan meja kerja Xander yang terlihat berantakan.


Xander mengendarai mobilnya seperti pembalap profesional.


Sial ! Bodoh !. Xander mengumpati dirinya sendiri.


Pasti istrinya sedih dan kecewa pada dirinya !


Xander memasuki rumah dengan tergesa,langkahnya terhenti saat melihat istrinya masih menunggunya di ruang tengah.


Hatinya sangat sakit,melihat wajah murung istri cantiknya itu.



"Sayang" Panggilnya dengan pelan.


Jeje mendongak lalu menatap sang pemilik suara itu.


Jelas sekali jika tatapan ibu hamil itu penuh dengan kekecewaan.


"Selamat malam,Dad" Sapa Jeje terdengar lirih,lalu beranjak dari duduknya dan ingin menuju kamarnya.


"Sayang,maaf" Xander menarik tangan Jeje dengan cepat,Jeje tersenyum sambil menatap tangannya yang dicekal oleh Xander,dengan pelan ia menarik tangannya.


"Sayang" Xander mengejar Jeje yang sudah menaiki anak tangga.


"Tidak bisakah Daddy meluangkan waktu untuk,Mami ?" Kata Raya,saat ia keluar dari kamar nya dan melihat ayahnya baru pulang.


"Ray -".


"Permintaanya sangat sederhana ! Apa begitu sulit ?"


"Maaf,Daddy lupa karena tadi sangat sibuk". Xander salah,ia mengaku salah.


"Terus saja begitu ! Mau sampai kapan ? Tidak tahukah jika selama mami jadi istri Daddy,dia sangat kesepian ?" Xander diam,dia tidak tahu soal itu. Yang ia pikirkan hanya bekerja keras,menghasilkan banyak uang dan pasti istrinya akan bahagia.

__ADS_1


"Dia tidak meminta harta Daddy ! Dia hanya meminta waktu Daddy sebentar saja !" Raya bahkan sampai menitikan air matanya.


"Daddy salah,tapi jangan menghakimi daddy seperti ini !".


"Hentikan ! Jangan ada perdebatan di rumah ini !" Tegas Jeje saat keluar dari kamar.


"Daddy kamu benar Ray,jangan menghakiminya disini akulah yang salah,aku istri yang tidak pengertian" Ucap Jeje terlihat tenang.


"Sayang-".


"Masuk dan mandi setelah itu makan malam,kau juga Raya masuk kamar mu".


"Iya mam," Jawab Raya lalu memasuki kamarnya.


"Sayang-"


"Sana mandi dulu,aku sudah menyiapkan air untuk daddy" Ucap Jeje sambil tersenyum. Dengan terpaksa Xander memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.


Jeje sudah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


Xander keluar dari kamar mandi hanya menggunakan Handuk melilit di pinggangnya lalu memeluk Jeje dari belakang yang tengah menyisir rambutnya di depan meja rias.


"Sayang,maafkan Ak-". Ucapan Xander terpotong lagi saat Jeje melepaskan pelukannya.


"Cepat pakai bajumu Dad,aku menunggu di meja makan" Jeje berlalu begitu saja.


"Aku yakin hatimu pasti sangat terluka" Ucap Xander sambil meremat rambutnya kesal.


Saat di meja makan,Jeje menyambut Xander dengan senyuman manisnya.


"Daddy mau makan pakai apa ? ".


"Apa saja,asalkan kamu yang mengambilkan" Jeje tersenyum lalu mengambikan nasi dan berserta teman-temannya di atas piring.


"Nah,silahkan makan" Ucap Jeje tersenyum sambil meletakan Piring itu dihadapan Xander.


"Sayang tidak makan ?" Tanya Xander,Jeje menggelang lalu tersenyum.


"Sini aku suapi, sayang harus makan yang banyak karena sedang mengandung anak-anak kita" Ucap Xander.


Jeje membuka mulutnya saat Xander menyuapinya.


"Maafkan aku ya,tadi aku benar-benar lupa" Ucap Xander penuh sesal.


"Tidak apa-apa,Dad. Aku paham posisi Daddy" Jeje tetap tersenyum,Walau dalam hatinya ia ingin menangis.


Tapi Xander tidak percaya begitu saja dengan ucapan istrinya.


Ujian untuk Daddy,dia bakakan sabar gak ya menghadapi mood ibu hamil.


Tambahi dong vote dan hadiahnya,kalau boleh bunga atau kopi gitu ! biar othor semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2