My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Salah minum vitamin


__ADS_3

Pagi hari di Kediaman keluarga Clark


"Aduh,badanku remuk semua" Keluh Jeje saat baru bangun tidur,lalu merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


Tadi malam Xander,benar-benar menghabisinya hingga dirinya terkulai lemas,walaupun Xander melakukan dengan pelan dan hati-hati tetap saja sehabisnya badannya sakit semua. Apalagi Xander meminta tambah sampai 2 kali.


Udah kayak makan di warteg aja.😆


"Pagi Honey" Xander menyapa istrinya yang baru bangun tidur. Xander memasuki kamar sambil membawa sarapan dan segelas susu hamil untuk istri tercintanya.


Xander hanya menggunakan Celana panjang saja tanpa mengenakan Baju,memperlihatkan betuk tubuhnya yang kekar.


"Daddy,Lain kali pakai bajumu ! Jangan berkeliaran di dalam rumah seperti itu" Protes Jeje dengan nada kesal.


Jeje tidak ingin tubuh suaminya di lihat oleh orang lain,apa lagi para pelayan di rumah itu kebanyakan masih single.


"Baiklah Sayang" Jawab Xander.


"Huh,Daddy badanku terasa remuk semua" Keluh Jeje dengan nada kesal.


Xander hanya terkekeh mendengarnya. Ia tidak merasa bersalah sama sekali.


Kemudian Xander meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas.


"Ayo,mandi dulu setelah itu baru sarapan" Ucap Xander,dan berniat untuk mengangkat tubuh Jeje tapi istrinya itu segera menghindarinya.


"Tidak ! Aku mandi sendiri" Tolak Jeje,lalu ia melilitkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Ayolah,sayang" Bujuk Xander.


"Tidak mau !" Jeje segera beranjak dari tempat tidur. Tapi baru beberapa langkah,Jeje berteriak karena Xander menginjak selimut yang ia kenakan hingga selimut itu merosot kebawah.


"Cuit..Cuit.. Kau seksih,Honey" Xander bersiul dan lalu mengerlingkan matanya,saat melihat tubuh polos istrinya yang sudah seperti macan tutul.


"Daddy !!" Teriak Jeje,dengan cepat ia menuju kamar mandi tanpa menggunakan selimut itu lagi.


"Ha ha ha ha" Xander tertawa terbahak saat melihat wajah kesal istrinya.


"Dasar suami maniak ! Astaga, lihat tubuh mami mu sayang,sudah seperti Macan tutul" Ucap Jeje sambil melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di kamar mandi.


"Eh,kok aku baru sadar ya kalau perutku sudah sebesar ini " Jeje memperhatikan perutnya dan mengusap lembut perutnya. Padahal kehamilannya baru berusia 2 bulan,mungkin karena ia mengandung 4 tuyul .


"Sehat terus ya anak-anak mami di dalam sana dan maaf,pasti kalian tidak nyaman kan di dalam sana karena setiap malam Daddy kalian pasti menyirami kepala kalian" Jeje asik berceloteh sambil terus mengusap perutnya.


Ya Tuhan, Mami Jeje. 😆

__ADS_1


Ada perasaan hangat dan bahagia saat mengusap perutnya itu.


Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu. Batin Jeje senang.


Setelah puas mengusap perutnya,barulah Jeje membersihkan di bawah guyuran shower.


"Ah, segaranya" Ucap Jeje keluar dari kamar mandi,sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Sayang,aku sudah menyiapkan pakaianmu" Ucap Xander keluar dari ruang ganti sambil membawa pakaian istrinya.


"Seharusnya Daddy tidak perlu melakukan ini. Aku bisa melakukannya sendiri" Ucap Jeje,sambil mengenakan pakaiannya di depan Xander.


"Tidak apa-apa sayang,kamu pasti lelah karena pergulatan panas kita semalam" Xander dengan tidak malunya mengucapkan hal itu,membuat Jeje bersemu merah.


"Dad ! Stop. Aku lelah dan ingin sarapan" Keluh Jeje,saat Xander menyentuh pepaya gantungnya.


"Siapa suruh menggodaku" Ucap Xander tanpa malu. "Enen dikit boleh ya ? Kasih vitamin buat aku,karena hari ini aku harus bekerja" Ucap Xander dengan nada manja.


"Apa kau tidak puas ? Semalam saja Daddy sudah Enen sampai membuat mereka berdua pedih" Kesal Jeje sambil menunjuk Coco Chips nya.


"Sedikit saja" pinta Xander lagi dengan nada memohon dan wajahnya di buat memelas.


"Sebentar saja tapi" Jeje menyetujui permintaan suaminya,karena ia tidak tega dengan wajah suaminya itu.


"Asikk" Batin Xander bersorak.


"Bagaimana aku bisa makan sarapanku" Keluh Jeje,sambil memejamkan mata saat Xander mempermainkan pepaya gantungnya.


"Dad,sudah ! Pedangmu sudah tegak" Jeje segera berdiri dari pangkuan suaminya,sebelum si badak menyeruduknya kembali.


"Sayang,aku belum kenyang" Protes Xander.


"Mau sampai bulan depan juga tidak akan kenyang Dad ! Sudahlah aku mau sarapan dulu" Ucap Jeje segera memakai bajunya,tanpa memperdulikan suaminya yang terus merengek seperti anak kecil minta permen.


"Lalu ini ?" Xander menunjuk pedangnya yang sudah berdiri di didalam sana.


"Daddy itu kenapa sih ?" Tanya Jeje penasaran,karena tidak biasanya Suaminya seperti itu.


Bukannya menjawab,Xander malah mendudukan diri diatas sofa sambil menopang kedua tangannya diatas kepalanya.


Terlihat sekali jika wajah suaminya itu frustasi.



"Dad,jangan menakutiku" Jeje kemudian ikut duduk di sebelah Xander.

__ADS_1


"Daddy,kenapa ?" Ucap Jeje,lalu meminum segelas susu hamil hingga tandas.


"Aku salah minum vitamin" Ucap Xander.


"Lalu Daddy overdosis atau Daddy keracunan ?" Jeje sangat panik.


"Muntahkan Dad,muntahkan" Jeje memukul punggung Xander berulang kali dan memijit tengkuk Xander,berharap jika obat yang diminum suaminya keluar.


"Sayang,aku tidak apa-apa tapi hanya saja dia tidak mau tidur ?" Xander menyingkirkan tangan Jeje yang terus memukulnya.


"Dia ? dia siapa ?" Tanya Jeje dengan perasaan cemas.


"Nih pedangku" Xander menunjuk celannya.


"Lah,katanya salah minum vitamin ? Memangnya Vitamin apa yang Daddy minum ?".


"Seperti biasa yang ada di laci" Ucap Xander,terlihat tak bersemangat ditambah lagi kepala atas bawahnya cenat cenut.


Jeje segera mengambil 3 botol obat yang ada di laci.


"Maksud Daddy yang ini ?" Jeje menunjukan Vitamin yang biasa Suaminya minum.


"Tidak,tapi yang itu" Xander menujuk Botol yang berwarna coklat.


"Aku tidak tahu siapa yang meletakan obat itu di laci" Ucap Xander,karena di laci hanya ada 1 botol vitamin dan obat-obat lainnya dalam bentuk kemasan. Maka dari itu waktu saat ia akan mengambil vitaminnya,Xander tidak melihat melihat terlebih dahulu. Dan ia baru sadar ketika ada reaksi aneh di tubuh dan juga pedangnya.


"Maaf hehee,Aku yang meletakkannya Dad. Ini kan obat kuat dari Mommy kemarin" Ucap Jeje.


"Astaga sayang ! Kau membuatku susah dan lihat sekarang pedang panjangku tidak mau tidur" Keluh Xander.


"Terus aku harus bagaimana,Dad ?" Tanya Jeje pelan,ia sungguh merasa bersalah.


"Tenangkan dia sampai tidur" Ucap Xander menatap tajam Jeje.


"Dad,tapi aku sangat lelah" Ucap Jeje lesu.


"Pakai ini" Xander mengambil tangan Jeje dan meletakannya diatas pedangnya.


"Dad !!" Pekik Jeje,lalu menarik tangannya.


"Apa ? Kau harus bertanggung jawab,Sayang. Pedangku tidak mau bobo ganteng jika tidak memuntah kan Vla pudingnya terlebih dahulu" Mohon Xander.


"Tapi --"


🤣🤣🤣🙏

__ADS_1


Yuk tambahin Vote dan hadiahnya jangan lupa tinggalkan jempol kalian ya .


lope lope kalian sekebun singkong 🖤


__ADS_2