
Siap-siap pakai gaun terbaik kalian untuk menghadiri perayaan ulang tahun Holitron Grub.😊
"Ayo kita berangkat sekarang, lihat Malin sudah tidak sabar untuk pamer tas kulit tokeknya." Celetuk Crystal, membuat semua orang tertawa terbahak, sedangkan Oma Airin hanya mencebikkan bibirnya kesal.
"Ayo, sayang. GrandPa dan GrandMa sudah ada di sana." ucap Devan, sambil mengulurkan kedua tangannya berniat untuk menggendong putrinya.
"No! Jangan menggendongku! Nanti gaun cantikku ini lecek." Tolak Crystal, lalu memundurkan langkahnya, membuat Devan melongo saja saat mendapatkan penolakan putrinya sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.
"Hih! Sok cantik." Cibir Ansel dan diangguki Sean.
"Kalian!!" Sungut Crystal, dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan bibir bawahnya maju kedepan.
"Jangan menangis nanti riasannya rusak." Raya mengingatkan, dan seketika itu Crystal terlihat mengambil mengambil nafasnya dengan dalam.
"Awas kalian! jika aku sudah besar nanti, aku akan membalas kalian." Sungut Crystal, tapi Four J menanggapinya dengan menaikan kedua bahunya cuek dan tentu saja hal itu membuat Crystal semakin memanyunkan bibirnya.
"Sudah-sudah ayo kita berangkat." Lerai Jeje, lalu menuntun Raya menuju mobil yang sudah terparkir di halaman depan.
"Perhatikan langkahmu, harusnya kau tidak memakai heels seperti ini! Apa kau tidak mengingat jika perutmu sedang busung!" Omel Jeje pada putri sambungnya.
"Oh God! Kenapa kau menjadi cerewet sekali!" Keluh Raya, sambil mendudukan dirinya di dalam mobil. Padahal Raya hanya menggunakan heels lima centi saja.
Tak
"Hei!! Bicara yang sopan! Aku ini ibumu dan sudah sepatutnya jika aku cerewet demi kebaikanmu juga." Omel Jeje lagi dengan menyentil kening Raya.
"Hih!! sakit tahu!" Sungut Raya, sambil mengusap keningnya. "Lagian aku memakai sepatu ini karena sudah pasangan gaun ini." Jelas Raya. Alasan Raya masuk akal juga akan tetapi Jeje tetap khawatir.
"Kali ini saja, lain kali tidak boleh! Dan kau nanti tidak boleh terlalu banyak berdiri." Ucap Jeje dengan tegas dan di angguki Raya.
Perdebatan mereka terhenti ketika Devan dan Xander memasuki mobil, sedangkan Oma Airin, Crystal dan Four J menaiki mobil yang satunya lagi.
Sampai di sebuah Gedung mewah yang sengaja di sewa untuk menyelenggarakan perayaan ulang tahun Holitron Grub, keluarga Clark di sambut meriah oleh para awak media, para karyawan dan disana juga sudah banyak Bodyguard yang mengiringi Keluarga Clark berjalan menuju Red Karpet. Banyak Jepretan kamera yang dari berbagai arah untuk mengambil gambar Keluarga Clark itu.
Oma Airin berjalan diatas Red karpet dengan gaya yang anggun dan di apit oleh Four J yang mengiringi langkahnya. Jeje melangkah anggun dengan menggandeng mesra tangan suaminya.
"Jangan tersenyum!" Tegas Xander, langsung membuat Jeje yang sedang menebar senyum pun langsung cemberut.
"Nah itu lebih manis, senyumanmu hanya untukku." Jelas Xander terdengar datar.
"Menyebalkan!" Sungut Jeje sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kondisikan bibirmu, atau aku akan melahap bibir manismu disini." Ancam Xander.
"Hih! Sudah tua tapi tidak berubah." Gerutu Jeje, sedangkan Xander hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Sedangkan Di belakang Xander dan Jeje, ada Crystal yang berjalan dan menggandeng tangan Raya dan Devan bersamaan.
"Kenapa kau semakin cantik sih?" Ucap Devan kepada Raya dan masih terdengar oleh Crystal.
"Papi gombal!" Crystal berucap sambil mendongakkan kepalanya menatap Ayahnya.
"Sayang." Devan kesal tertahan, sedangkan Raya hanya tersenyum menanggapinya.
Holitron Grub perusahaan elektronik terbesar se Asia itu selalu menggelar perayaan ulang tahun dengan sangat meriah dan juga megah. Tidak hanya itu saja, Holitron Grub juga mengundang beberapa penyanyi manca negara untuk memeriahkan perayaan tersebut.
__ADS_1
Para tamu undangan sudah menduduki kursinya masing-masing, termasuk keluarga Clark, Tuan dan Nyonya Fadaei yang duduk di barisan terdepan.
Acara inti akan segera di mulai, Xander berjalan menaiki panggung untuk memberi kata sambutan dan juga memberi penghargaan untuk seluruh karyawan tanpa terkecuali.
Semua orang yang ada di disana bertepuk tangan dengan sangat meriah untuk Pimpinan Holitron Grub itu.
Saat semua orang sedang bertepuk tangan tiba-tiba lampu di gedung itu padam dan seketika suasana menjadi gelap gulita, membuat seluruh orang yang ada di sana menjadi sangat riuh dan menanyakan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi? Apa belum bayar listrik?" Tanya Oma Airin.
"Anak-anak semua tenang ya." Jeje berucap sambil memeluk ke empat putranya. Sedangkan Crystal sudah menangis sesegukan di dekapan Devan, gadis kecil itu sangatlah takut dengan kegelapan.
Tiba-tiba saja lampu sorot di atas panggung itu menyala dan menyoroti seseorang yang tengah duduk di depan piano.
Semua orang langsung terdiam dan mata mereka terfokus kepada orang yang ada di atas panggung sana.
"Daddy." Lirih Jeje dan Raya bersamaan.
"For you, my wife. Lagu ini aku persembahkan untukmu. Maaf, mungkin aku tidak sempurna untukmu akan tetapi cintaku kepadamu akan menyempurnakan hubungan kita, Sayang I love you, terimakasih karena sudah mau menerima pria tua ini menjadi pendampingmu untuk selamanya, terimakasih juga karena sudah menjadi istri dan sekaligus ibu yang baik untuk anak-anak kita. Aku mencintaimu sangat mencintaimu." Ungkap Xander dengan nada yang sangat lembut dan penuh cinta.
Jeje meneteskan air matanya, ia sangat terharu saat mendengar ungkapan cinta dari suaminya di depan wartawan yang tengah meliputnya dan juga di depan para tamu undangan Jeje tidak tahu harus berkata apa lagi, ia sangat bahagia sangat.
"My sexii old man." Lirih Jeje.
"Dia daddyku." Raya memeluk Jeje dan disusul oleh Oma Airin. Sedangkan Devan hanya tersenyum dan ikut bahagia merasakannya.
Xander ternyum lalu mulai menekan tuts-tuts yang ada di papan piano itu dengan sangat lihai dan terdengar sangat indah. 'Ed shareen- Thinking out Loud` lagu yang sedang di bawakan oleh Xander.
When your legs don't work like they used to before
Xander bernyanyi dengan sangat merdu membuat Semua orang terperangah dan bertepuk tangan meriah. Terutama Jeje yang baru pertama kali melihat suaminya bernyanyi sampai menuntup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tidak menyangka jika Suaminya mempunyai bakat terpendam
And I can't sweep you off of your feet
Dan aku tak bisa menyuruhmu pergi dengan kakimu
Will your mouth still remember the taste of my
love?
Akankah mulutmu masih mengingat rasa cintaku?
Will your eyes still smile from your cheeks?
Akankah kedua matamu masih tersenyum dari kedua pipimu?
Suara petikan tuts piano berubah menjadi musik dari lagu thingking out loud itu sendiri. Dan lampu yang tadinya meredup kini sudah terang kembali, dan Xander mengambil microfonnya lalu berdiri dan berjalan menghampiri Jeje sambil terus bernyanyi.
And, darling, I will be loving you 'til we're 70
Dan sayang, Aku akan selalu mencintaimu hingga usia kita 70
Xander berdiri di depan Jeje sambil mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Jeje dengan malu.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan meriah. Dan alunan musik terus belanjut dan kini penyanyi aslinya lah yang meneruskan suara Xander yang sempat terputus.
Tepuk tangan dan suara sorak dari para tamu undangan langsung pecah saat melihat penyanyi idola mereka bernyanyi di panggung sana dengan sangat merdu.
"Daddy." Lirih Jeje, saat ia jatuh kepelukan suaminya.
"Mari berdansa." Bisik Xander diangguki oleh Jeje.
Melihat Big Bos berdansa dengan Bu Bos, Para tamu undangan pun ikut berdansa dengan pasangannya masing-masing. Begitu pula dengan Raya dan Devan ikut berdansa romantis.
Suasana di gedung itu mendadak menjadi romantis di tambah lagi saat mendengar suara Ed-shareen yang sangat merdu.
Tapi berbeda dengan Oma Airin dan lima anak yang tidak mempunyai pasangan, mereka malah asik goyang ngecor dan ngebor tanpa peduli jika di lihat orang lain atau di sorot kamera.
"Aku mencintaimu." Bisik Jeje, lalu mengecup bibir Xander sekilas, membuat suaminya itu tersenyum bahagia.
Disisi lain, Raya juga mengungkapkan hal yang sama kepada suaminya.
"Hei, Om tampan. Apakah dirimu mencintai gadis kecil ini?" Tanya Raya dengan nada menggoda.
"Sangat! Aku sangat mencintai gadis kecilku ini." Balas Devan, lalu ingin meraup bibir seksoy istrinya tapi niatnya itu terhenti saat merasakan tendangan dari bayi mereka.
"Sepertinya dia tidak suka jika kau bermesraan denganku, Pi." Ucap Raya terkekeh, sedangkan Devan cemberut lalu mengusap perut Istrinya yang terlihat membuncit.
Acara dansa sudah selesai kini berganti dengan acara foto bersama.
Mereka berfoto dengan gaya yang berbeda-beda. Xander memeluk pinggang Jeje dengan posesif sambil mencium mesra pipi sang Istri, Devan merangkul bahu Raya dengan mesra, sedangkan Crystal dan Four J berbaris di depan orang tua mereka dengan gaya imut dan menggemaskan, dan Oma Airin bediri disamping Xander sambil gigit jari karena tidak memiliki pasangan.
"Ayo sekali lagi dan katakan buncis!!" Ucap Fotogafer.
"Buncisss!!!" Ucap Keluarga Clark bersamaan, memperlihatkan senyum pepsodent mereka.
Cekrek
Begitulah kisah 'My Sexii Old Man' yang berakhir dengan bahagia.
..."Dalam Perjalanan hidup mungkin kamu akan merasakan kepahitan, tapi ingatlah tujuan akhir kamu adalah kebahagiaan." Xander Clark....
Xander Clark mempunyai perjalanan hidup yang sangat pahit di masa lalunya dan semuanya berubah menjadi manis saat dirinya bertemu dengan Gadis belia yang bernama Jenita putri.
..."Tidak seorang pun yang dapat mengatur cerita perjalanan hidupmu, kecuali dirimu sendiri dengan segala ketentuanNya." Jenita putri....
...TAMAT...
Begitulah kisah mereka yang selalu harmonis dan berakhir bahagia.😊
BTW, Emak ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, karena sudah mendukung dan selalu setia dengan karya Emak yang super gesrek ini.🤧🤧
Dan maaf jika endingnya tidak sesuai dengan harapan kalian.🙏
Baca karya baru Emak ya, kisahnya Miss Em yang dapat hidayah😆
Kisah Miss Em campur aduk, ada komedi dan banyak taburan bawangnya.
Yang berjudul ~Suamiku gemulai~
__ADS_1
Tolong bantu ramaikan ya, please🙏