
Jeje menghapus air matanya, ia mencoba menguatkan hati dan pikirannya.
Ia tidak ingin berpikiran negatif kepada suaminya.
Pelahan tangan lentik itu memegang handle pintu dan membuka pintu itu perlahan.
Jantung Jeje semakin berdetak tak karuan ketika melihat pemandangan yang menyayat hati. Dimana ada seorang wanita yang duduk diatas meja Xander dengan posisi duduk miring, sedangkan Xander terlihat sibuk dengan kertas-kertas yang ada di depan matanya.
Xander lebih cenderung tidak perduli dengan kehadiran wanita itu. Atau itu salah satu triknya?
Entahlah pikiran Jeje semakin berpikiran negatif kepada suaminya.
Kau kuat!! Kau tidak lemah. Jeje menyemangati dirinya sendiri, walaupun kenyataanya hatinya teramat sakit.
Bahkan ia sampai mencengkram tas bekal yang ada di genggamannya.
"Ehem." Jeje berdehem.
Membuat Kedua manusia itu menoleh. Dan seketika itu mata Xander melotot sempurna sedangkan wanita yang duduk diatas meja tersenyum sinis.
Ah, mati aku. Batin Xander.
"Sayang." Xander beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya.
"Maaf, memangganggu. Saya hanya ingin mengantarkan makan siang ini." Jeje menyerahkan tas bekal kepada suaminya dan Xander pun menerimanya dengan tangan bergetar.
"Sayan—"
"Sepertinya anda sibuk sekali ya? Saya permisi." Jeje langsung berbalik badan.
Apa tadi? Istrinya berbicara dengan bahasa formal dengannya? Sudah jelas sekali jika istrinya kali ini benar-benar murka.
Oh, jatah pedang panjangku. Teriak Xander di dalam hati.
"Sayang, aku bisa jelaskan." Xander langsung mencekal lengan istrinya.
__ADS_1
Jeje menatap lengannya yang di di cekal Xander.
"Lepas!!" Jeje menyentakkan tangannya agar cekalan tangan itu terlepas.
Kau tidak boleh lemah. Sekali lagi Jeje menguatkan dirinya sendiri.
Jeje berjalan menghampiri belatung nangka yang masih duduk diatas meja dengan gaya menjijikan.
Pakaian kurang bahan, pepaya gantung yang mencuat keluar dan paha yang terekpos.
Tanpa banyak kata, Jeje menarik tangan wanita itu hingga wanita itu terhuyung dan jatuh kelantai.
"Akhhhh!" Wanita itu berteriak histeris ketika keningnya membentur lantai marmer hingga benjol sebesar telur ayam.
"Hah! Berani kau menggoda suamiku!!" Bentak Jeje.
"Ampun nyonya!" Wanita itu minta ampun sambil memegangi keningnya yang terasa sakit dan berdenyut nyeri.
Sedangkan Xander ternganga saat melihat istrinya berubah menjadi bar-bar. Tapi, ia juga senang karena istrinya tidak lemah dan membasmi bibit pelakor.
"Apa!!! Lepaskan aku! Kau ingin melindungi selingkuhanmu, Iya!" Bentak Jeje dan memberontak di dalam pelukan Xander.
"Siapa yang berselingkuh?!" Xander tidak terima.
"Tentu saja kau! Lepaskan aku!! Biar aku habisi wanita gatal ini!!" Jeje semakin memberontak hingga pelukan Xander terlepas.
"Kau ingin kuhabisi dengan cara apa hah!!" Jeje mengambil sebuah Map diatas meja lalu menggulungnya dan bersiap untuk melayangkannya kepada wanita itu.
"Maafkan saya nyonya. Ampuni saya." Ucap Wanita itu sambil meringis kesakitan dan masih bersimpuh di lantai marmer tersebut.
"Saya hanya disuruh oleh bos saya untuk menggoda suami anda, agar tuan Xander mau berkerja sama dengan bos saya. Saya bersalah nyonya. Ampuni saya, dan sudah berulang kali juga Tuan Xander untuk mengusir saya, tapi saya tidak boleh pergi sebelum misi saya selesai." Jelas Wanita tersebut, masih memegangi keningnya yang benjol.
"Apa ucapanmu bisa di percaya?!" Jeje menatap sengit wanita yang bersimpuh di bawah sana.
"Saya mengatakan yang sejujurnya, Nyonya." Wanita itu berkata dengan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Sial. Ternyata istri Tuan Xander seperti macan betina. Oh, wajah ku. Jerit wanita itu dalam hati.
"Sayang, benarkan jika aku tidak berselingkuh. Wanita ini yang gat—"
"Diam!! Bersiaplah menerima hukumanmu ketika di rumah nanti!" Potong Jeje, dengan tegas dan menatap tajam suaminya.
Glek
Xander menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat tatapan tajam yang baru ia lihat setelah hampir dua tahun mereka menikah.
Kemudian Jeje pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan emosi, bahkan ia tidak memperdulikan suaminya yang terus memanggilnya.
Xander mengetatkan rahangnya, kemudian ia menatap tajam wanita gatal yang masih ada di ruangannya.
"Keluar kau dari sini!!" Bentak Xander. "Katakan dengan bos bajinganmu itu! Jika aku tidak sudi bekerja sama dengannya!!"
Duak
"Argghh." Teriak wanita itu, saat Xander menendangnya dengan keras.
"Ampun Tuan." Rintih wanita itu.
"Apa kau pikir bisa menggodaku dengan tubuh rongsokanmu itu! Kau lihat sendiri bukan jika istriku sangat cantik! Bahkan kau hanya seujung kukunya pun tidak ada!" Geram Xander, lalu menendang wanita itu lagi.
Memang benarkan bukan, jika istrinya itu sangat cantik?
"Seharusnya hal ini yang aku lakukan padamu sejak tadi!" Xander bersiap untuk menendang wanita itu lagi. Tapi, wanita itu sudah memohon ampun lebih dulu.
"Arghhh, Hiks.. ampun tuan."
Kemudian Xander memanggil pihak keamanan untuk menyeret pergi wanita itu dari ruangannya.
Tarik nafas hembuskan.... Lagiii tahannnnnn....Ya sudah 😂
Biar gak tegang 🤭
__ADS_1
Dukung terus dengan cara like, vote dan kasih hadiah 😘