My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Di kamar yang sama


__ADS_3

Masih full Devan


Gimana prank nya ? Pasti syok dong ya ?🤣🤣🤣🤣


Maafin emak ya 😘


Sebelum lanjut,Vote dan kasih hadiah dulu !


Devan melepas pagutannya kemudian memeluk Raya kembali dengan begitu erat.


"Terimakasih," Bisik Devan,dan Raya mengangguk dalam dekapan Devan.


Devan mengurai pelukannya kemudian menatap wajah istrinya yang terlihat sembab,bahkan masih ada air mata yang tersisa disana.


"Jangan pernah menangis lagi ataupun terluka apa lagi karena aku," Devan berucap lembut sambil menghapus sisa Air mata di pipi mulus istrinya.


"Tergantung !" Jawab Raya,membuat Devan memicingkan matanya.


"Ck. Tidak usah menatapku seperti itu. Aku akan menangis dan terluka jika kau tidak terbuka denganku," Ketus Raya.


"Bukankah setiap malam aku selalu terbuka," Goda Devan,langsung mendapat cubitan dari istri cantiknya.


"Ish,mesum !" Raya mencubit perut Devan dengan kesal.


"Sakit,sayang," Devan meringis sakit,sambil mengusap perutnya.


"Lagian ! Masih aja mesum," gerutu Raya dan mengerucutkan bibirnya sebal.


Devan tergelak ketika melihat wajah istrinya yang kesal.


Untuk sesaat Devan melupakan rasa sakit hati nya dan itu semua karena Raya lah penyebabnya.


Istrinya ! Belahan jiwanya.


Hanya Raya yang mampu membuat Devan sebahagia seperti itu.


"Ayo kita kesuatu tempat," Ucap Devan,kemudian menyalakan mobilnya.


"Kemana ?" Tanya Raya.


"Apartement," Jawab Devan menoleh ke Raya kemudian tersenyum penuh arti.


"Kau sangat mengerikan jika tersenyum seperti itu !" Ucap Raya,membuat Devan terkekeh kemudian menekan pedal gas keluar dari parkiran hotel tersebut dan menuju Apartement.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak butuh waktu lama Devan dan raya sudah sampai di Unit Apartement mewah Devan.


Sudah 3 bulan lama nya,Apartemen itu tak di huni tapi Apartement itu terlihat bersih dari rapi karena Devan selalu menyuruh orang untuk membersihkan Apartemennya satu minggu 2 kali.


Raya mengendarkan pandangan nya di setiap sudut apartement itu. Tidak ada yang berubah, hanya saja ada Foto pernikahannya berukuran besar yang menempel di dinding ruang tamu.


"Sayang ? Sejak kapan kau memasang foto itu ?" Tanya Raya sambil memandangi Foto pernikahannya tersebut.

__ADS_1


"Sudah lama," Jawab Devan,kemudian memeluk Raya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak istrinya.


Keduanya saling diam sambil memandang foto pernikahan tersebut.


Dalam benak mereka tidak menyangka jika mereka akan bersatu dalam ikatan pernikahan.


"Apa kau tahu ? Jika dulu aku selalu mengagumi mu dalam diam," Devan membuka suara.


Raya mengernyitkan keningnya kemudian memiringkan kepalanya menatap Devan dari samping.


"Really ?" Tanya Raya tidak percaya.


"Hem,iya ! Aku selalu menyangkal jika aku jatuh cinta padamu dan hal itu tidak mungkin terjadi,pikirku." Devan menjeda ucapannya sejenak.


"Tapi yang namanya takdir tidak akan bisa di ubah mau bagaimana pun caranya. Ditambah lagi saat aku melihat tubuh polosmu dan juga mengambil ciuman pertama mu, di kamar apartement ini dan dari situ aku tidak bisa menahan perasaan ku lagi untuk bisa memiliki mu dan juga menjagamu," Bisik Devan,kemudian semakin mengeratkan pelukannya.


Masih teringat jelas di benak Devan ketika ia menolong Raya saat Mobilnya mogok di tepi jalan hingga Raya demam dan harus melakukan metode Skin to skin yang membuat Devan seperti terkena serangan jantung.


"Aku mencintaimu," Bisik Devan lagi,disertai kecupan lembut di telinga Raya,membuat wanita itu menggeliat manjah.


"Aku awalnya sangat membencimu," Ucap Raya sambil mengusap rahang tegas suaminya.


"Why ?" Ucap Devan mengecupi leher jenjang dan Putih Raya.


Sedangkan Raya semakin memiringkan kepalanya,untuk memberikan akses suaminya agar lebih leluasa mengeksplor lehernya.


"Karena kau sangat menyebalkan !" Ucap Raya jujur.


"Lalu apa lagi ?" Tanya Devan,sambil membuka resleting Dress Raya yang ada di bagian Depan.


"Saat mobil ku mogok di tepi jalan waktu itu,aku berdoa kepada tuhan,jika yang menolong perempuan akan aku jadikan saudara tapi jika pria akan aku jadi kam suami. Ahhhh," Raya berucap dengan susah payah,karena tangan Devan meremat pepaya gantungnya.


Devan membalikan tubuh Raya agar menghadap kepadanya.


"Lalu,aku yang menolongmu," Ucap Devan,menaikan dagu Raya dengan jarinya.


Raya menatap mata elang itu lalu mengangguk,kemudian bibirnya di bungkam oleh Devan.


"Emmppp," Devan mellumat kasar bibir merah ceri itu dengan sangat rakus dan kedua tangan Devan meloloskan Dress yang di kenakan Raya kebawah hingga ke ujung kaki.


"Tuhan sudah menakdirkan kita untuk bersatu," ucap Devan,setelah melepaskan pagutannya.


"Iya,Shhhh," Ucap Raya,mendesis. Karena bibir Devan mengecupi lehernya lagi,dan tangan Devan bergerak sensual di punggungnya untuk mencari pengait Br*.


Klek


Devan berhasil membuka pengait Br* itu kemudian meloloskannya dari tubuh molek istrinya.


"Ahhh sayang," Racau Raya,ketika Devan langsung menerjang pepaya gantungnya dan menyesap biji ketapangnya seperti bayi yang kehausan.


Devan mengangkat tubuh Raya seperti monyet gantung dengan keadaan mulut yang masih tersumpal biji ketapang dan membawa istrinya kedalam kamar.


Devan merebahkan istrinya perlahan di atas arena pertempuran. Dengan cepat Devan membuka seluruh pakaiannya hingga polos seperti bayi.

__ADS_1


Raya menatap golok sakti yang sudah berubah menjadi talas bogor itu dengan tak berkedip.


Begitu pula Devan menatap tubuh polos istrinya dengan penuh damba dan juga gairah yang membara.


Raya menarik tangan Devan agar segera memulai ritual asah mengasah golok sakti itu.


"Kau sudah tidak sabar ya ?" Tanya Devan,menyeringai licik saat mengungkung tubuh istrinya.


"Jangan mempermainanku !" Desis Raya,kemudian menarik tengkuk Devan dan mellumat bibir Devan dengan sangat ganas.


Dan dikamar itu untuk pertama kali Devan melakukan penyatuan dengan istri nya yang entah sudah keberapa kali dan di kamar yang sama itu juga Devan dan Raya melakukan metode skin to skin dengan keadaan polos,seperti saat ini. Tapi bedanya jika saat ini Mereka tengah melakukan mainan jungkat-jungkit yang mengenakan.😆


"Ah sayang,golokmu enak sekali," Racau Raya,ketika merasakan golok super jumbo itu bergerak maju mundur kedalam sarung sempitnya.


"Susumu juga enak," Balas Devan,disela memompa goloknya.


"Apakah manis ahhh," tanya Raya.


"Yeahh ! Ouhh milikmu sempit sekali," Devan terus bergerak cepat dibawah sana dan merasakan goloknya terasa di urut.


"Ahhh jangan digigit," Racau Raya,ketika Devan menggigit biji ketapangnya.


"Aku sangat gemas,karena pepaya gantungmu semakin mengembang," Ucap Devan melanjutkan aktifitasnya.


"Ahh teruss pleasee ahh yeahhh begitu," Racau Raya,ketika Devan mempercepat pompaan nya.


Dan dessahan dan lenguhan semakin terdengar sangat keras dari bibir keduanya.


Untuk sesaat mereka melupakan masalah yang ada dan rasa sakit hati yang dirasa.


"Argghhh," Racau keduanya ketika sampai pelepasan. Dan menyemburlah santan kental yang komposisinya terdiri dari ratusan kecebong yang sudah meluncur kedalam rahim istrinya.


Tubuh Devan langsung ambruk menimpa tubuh istrinya yang sudah lemas. Devan mengecup bibir istrinya berulang kali dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


"Aku lelah sayang," Ucap Raya dan mendorong tubuh Devan yang menimpanya.


Devan pun mengerti kemudian mencabut golok saktinya yang sudah berubah menjadi terong rebusnya yang sudah lembek dan keriput.


Kemudian ia mengambil beberapa lembar tissu basah yang ada di atas nakas,untuk mengelap terongnya dan si sarung sempit,setelah selesai Devan memakai boxer nya kemudian menyelimuti tubuh polos istrinya itu.


Lalu barulah ia beranjak keluar dari kamar dengan hanya memakai boxer,telihat sekali tubuhnya yang berkeringat itu semakin sangat seksoy.


Devan menuju dapur dan membuat segelas susu,kemudian meminum segelas susu itu dengan gaya yang sangat keren.



Haus ya Om ? 🤣🤣🤣


Bagi roti sobeknya dikit boleh gak Om ? 🤤🤤🤪


Tambahin Vote dan hadiahnya ya 🥰


Likenya mana nih kok makin sepi 🥺

__ADS_1


__ADS_2