My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Seperti merk Handphone


__ADS_3

"Mimi Peri!" Sahut Raya yang baru tiba di ruang rawat ibu sambungnya.


"Ih,si mulut pedas." Sungut Ema sambil mencebikkan bibirnya kesal.


"Minggir." Usir Raya kepada Ema agar pria gemulai itu menjauh dari ke empat adiknya.


"Yei,mengesalkan sekalih." Ema menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Iyuhhhh." Ucap Raya sambil tertawa terbahak,ketika melihat Ema seperti cacing kepanasan.


"Lagian lo ngapain kesini ?" Tanya Raya.


"Ya elah,mata Yei siwer ? Jelas eike kesindang mau jenguk Mami kecil Yei sama anak-anak eike ini." Ucap Ema dengan pedenya.


"Dasar gila." Umpat Raya.


"Raya !!" Tergur Jeje,agar Raya berhenti menggoda Ema.


"He hee hee,maafkan Raya ya miss Em. Raya memang sedikit geser." Ucap Jeje,membuat Raya kesal.


"Mami!" Raya mencebikan bibirnya kesal.


"It's Ok,mami kecil." Ucap Ema tersenyum.


"Cih ! Senyumanmu jelek." Ketus Raya,ketika melihat Ema tersenyum.


"Hei hei hei !!! Senyum eike adalah senyuman mehong dan sangat menawan seantero negeri ini !" Sungut Ema


"Ha ha ha haaaaa." Raya tertawa terbahak jika ia berhasil membuat Ema kesal. "Eh,tapi tunggu dulu deh." Raya membolak-balikkan badan Ema dan memperhatikan pria gemulai itu dari atas hingga kebawah dan keatas lagi dan berhenti tepat di wajah Ema.


"Ohhh Ya amidong !!!" Pekik Raya ketika melihat wajah Ema.


"Kenaposeh?" Heran Ema,sambil mengibaskan rambut cepaknya.


Sedangkan Jeje dan Xander terkejut karena mendengar Raya memekik keras.


"Loe waras ? Lihat penampilanmu." Ucap Raya.


Dan Jeje pun ikut memperhatikan Ema.


"Oh Ya tuhan. Ema kau tampan sekali." Puji Jeje,ketika baru menyadari jika wajah Ema tanpa make-up dan juga style pakian Ema sangat Casual membuat pria gemulai itu terlihat sangat tampan.


"Ehemm!!!!" Xander berdehem keras ketika mendengar istrinya memuji pria lain.


"Tapi lebih tampan suamiku." Ralat Jeje sambil melirik kesal suaminya.


"Apa ? Tenggorokanku terasa sangat kering." Elak Xander,kemudian berdehem lagi sambil memegangi lehernya.


Sial,kenapa si Ember itu bisa menjadi tampan. Gerutu Xander dalam hati,lantaran kesal istrinya memuji ketampanan Ema.


__ADS_1


Jangan lihat Background nya tapi lihat style Ema saja. Oke !


"Cih ! Daddy ngeles kayak bajai,bilang saja jika Daddy cemburu." Cibir Raya kapada sang ayah.


"Hei,mana mungkin aku cemburu dengan Ema." Elak Xander.


Bisa jatuh harga diriku jika aku memang cemburu dengan Si Ember itu. Batin Xander kesal.


"Sudah ih,eike memang tampan dan juga cantik seperti bidadari,hi hi hi hii." Ucap Ema,tersenyum sambil menutup bibirnya dengan telapak tangannya.


"Iya sih tampan tapi sikap loe bikin semua orang ilfil." Ucap Raya.


"Tidak apa-apa semua orang Ilfil yang penting dengan eike kayak gini dapat menghasilkan banyak Duit,he he heee."


"Nah,Cakep tuh ! Gw suka gaya lo." Sahut Raya sambil menepuk punggung Ema dengan keras.


"Sakit Dodol !" Sungut Ema,sambil menggerakkan punggungnya.


"Dasar Cemen !" Cibir Raya.


"Biarin Wleekk." Ema menjulurkan lidahnya kesal.


Jeje hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat perdebatan Raya dan Ema,yang selalu seperti tikus dan kucing jika bersama.


"Sekarang kasih tahu eike siaposeh nama para tuyul ini ? Eike penasaran begitu juga sama para readers yang lagi baca,hi hi hii." Ucap Ema sambil tersenyum.


Jeje dan Xander saling pandang kemudian Xander menganggukan kepalanya.


"Jonsean Clark,anak keduaku." Jeje menunjuk anak keduanya yang sama tertidur pulas dan menggunakan baju bayi warna merah.


"Jaiden Clark,anak ketiga ku dan yang bungsu Jansel Clark." Ucap Jeje sambil mengelus pipi mulus putra bungsunya yang ada di pangkuannya karena baru selesai menyusu dan kini sudah tertidur lagi.


Prok


Prok


Ema bertepuk tangan sambil tersenyum senang.


"Four J,nama yang sangat keren. Nathan,Sean,Aiden dan Ansel ? Begitu panggilannya ?" Tanya Ema.


"Yupp, Benar sekali Miss Ema." Ucap Jeje tersenyum.


"Jadi apa yang kau bawa untuk ke empat putraku." Tanya Xander.


"Ah,ya amidong eike hampir pikun." Ucap Ema,kemudian mengambil 4 bungkus hadiah yang sebelumnya ia letakkan di atas sofa.


"Nah taraaaa ! Buka dan lihat lah." Ucap Ema kepada Jeje.


"Aku tidak bisa membukannya Ema,karena aku sedang menggendong putraku yang manja ini." Ucap Jeje.


"Ohh,Sory." Ucap Ema kemudian beralih memberikan hadiah tersebut kepada Xander.

__ADS_1


"Terimakasih Ema." Ucap Xander menerima hadiah itu.


"Sama-sama Oppa." Ucap Ema kemudian mendudukan diri di samping Xander dan memepet Hot Daddy itu.


"Ya !!!" Kesal Xander dan menatap tajam Ema.


"Upsss,Sorry. Suka gak nahan kalau lihat Hot Daddy,hi hi hi." Kemudian Ema menjauhkan diri dari Xander.


"Dasar burung Hantu." Ucap Raya,kemudian mendekat dan duduk di samping sang ayah.


Xander dan Raya mulai mulai membuka bingkisan kado tersebut.


"Woahh." Ucap Raya ketika melihat isi kado tersebut ternyata Sweater mungil dari bahan kualitas premium yang super mahal.


"Ema,ini benar-benar sangat keren." Puji Raya,kemudian mulai membuka kado lainnya dan ternyata isinya sama yaitu Sweater mungil dengan 4 warna yang berbeda.


"Kami menghargai pemberianmu Ema,tapi apa ini tidak berlebihan ?" Tanya Xander,karena ia sangat tahu kehidupan Ema seperti apa. Apa lagi ia juga tahu harga satu sweater itu sama dengan harga satu mobil Avanza.


"Tentu saja tidak apa-apa." Jawab Ema tersenyum.


"Ema terimakasih banyak ya." ucap Jeje dengan tulus.


"Hei,Eike yang harus berterimakasih karena selama ini keluarga Clark yang selalu membantu eike." Ucap Ema tulus.


"Oh iya di punggung sweter itu terdapat namanya juga loh." Ucap Ema,karena sejak tadi mereka hanya melihat empay sweater itu di bagian depan saja.


"Benarkah ?" Tanya Raya tidak percaya,kemudian mebalikan sweater tersebut satu persatu.


"What !!!" Pekik Raya dan Xander,kemudian menatap tajam Ema.


"Ha ha ha ha haaaaa." Bukannya takut Ema malah tergelak.


"Sebenarnya ada apa,Dad ?" tanya Jeje penasaran.


"Lihat ini dan ini." Raya menunjukan punggung sweater itu dengan kesal.


"What !!!" Kali ini Jeje yang memekik.


"Ema !" Geram Jeje,sedangkan Ema semakin tertawa terbahak.


Bagaimana tidak kesal ? Jika Ema memberi pinggung sweater mungil itu dengan nama J1,J2,J3,J4 sudah seperti merk Handphone.


"Ha ha ha haaa,bukan salah eike kan ? Waktu itu eike bertanya kepada Oma dan hanya di beri tahu jika nama anak kalian Four J,ya jadi begitu deh ha ha haa." Ema semakin tergelak.


Sedangkan Xander mengusap wajahnya kasar dan Raya menepuk jidatnya sendiri karena kesal dengan kekonyolan Ema.


Gimana udah tahu kan namanya J1,J2,J3 dan J4 ?🤣🤣🤣🤣


Kerjaan ema memang ya 🤣🤣🤣


Tambahin Vote dan hadiahnya,oke !!

__ADS_1


__ADS_2