
"Ih, Sudah tidur! Katanya mau nambah?" Kesal Jeje, lalu merebahkan dirinya lagi dan mulai memejamkan mata.
Sedangkan Xander mulai membuka matanya kembali lalu ia tersenyum saat mendengar ucapan istrinya.
Katanya mau nambah?
Perlahan Xander membalikan badannya lalu menatap wajah cantik istrinya.
Xander menundukan wajahnya dan mendekatkan bibirnya dengan bibir berwarna pink itu.
Puk
Bibir Xander di tahan oleh telapak tangan Jeje.
"Ih!!! Ngeselin." Rajuk Jeje, ketika sudah membuka matanya.
"Ha ha ha haa." Xander tergelak, lalu mengunyel-uyel wajah Jeje dengan jambangnya.
Uh, istrinya sangat menggemaskan sekali.
"Daddy, stopp ha ha haa." Jeje tergelak, sambil menjauhkan wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Tidak mau!" Ucap Xander, sambil terus mendusel wajah Jeje.
Saat ini Xander sudah berada di atas tubuh Jeje dengan posisi yang sangat menguntungkan. Dimana si kepala botak milik pedang panjang berada di depan si sarung sempit.
Xander menghentikan kejahilannya kemudian menatap wajah istrinya yang terlihat memerah karena ulahnya.
__ADS_1
"Wajahmu merah." Ucap Xander sambil terkekeh.
"Gara-gara daddy." Jeje mengerucutkan bibirnya, dan tentu saja hal itu membuat Xander menjadi sangat gemas hingga membuat nya tidak tahan untuk melumaat bibir manis itu yang sudah menjadi candunya.
Cup
"Emphhhh." Xander memanggut dan melumaat bibir itu dengan lembut dan Jeje pun membalas setiap pagutan yang di berikan oleh suaminya. Ciuman yang awalnya lembut kini berubah ganas dan menuntut.
Keduanya saling melumaat dan membelit lidah, Hingga si kepala botak yang tadinya sudah mengkerut kini berubah menjadi ubi jalar yang sangat besar.
"Emmpphh shhhh." Desaah Jeje, ketika si pedang pamungkas mencolek-colek enak di depan pintu si sarung sempit.
"Lagi ya." Pinta Xander dengan menatap wajah sayu istrinya.
"He'em." Pasrah Jeje, lalu membuka pahanya dengan lebar.
"Ahhh Shhh daddy uhhh." Racau Jeje, ketika Si pedang panjang sudah tertancap sempurna di bawah sana.
"Nikmat sekali. Hahhh." Giliran Xander yang terus meracau sambil terus menghentakan pinggulnya naik turun naik naik turun, membuat Jeje menjadi blinsatan seperti cacing kepanasan.
Jika di markas tempur 1 sedang terjadi asah mengasah pedang sampai tajam dan kinclong. Berbeda di kamar VVIP tepatnya di rumah sakit X, dimana Devan menggendong putrinya sambil menahan kantuk.
Sedangkan Raya tidur dengan lelap diatas tempat tidur pasien. Devan juga tidak ingin mengganggu istrinya yang sudah berjuang untuk melahirkan buah hatinya.
Padahal Raya sebelumnya sudah bangun beberapa kali dan menawarkan kepada Devan agar bergantian untuk menenangkan Dede gondrong tapi Devan menolak dan menyuruh Raya istirahat.
Ah, Devan suami yang sangat pegertian.😍
__ADS_1
"Sini gantian Mom yang gendong Crystal, Dev." Ucap Nyonya Fadaei, karena ia merasa kasihan dengan putranya karena sejak beberapa jam yang lalu Devan terus menggendong putrinya yang rewel.
Mungkin Baby Crys masih menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Devan perlahan memindahkan Crys ke tangan ibunya. Tapi, baru beberapa detik ditangan Nyonya Fadaei, Crys kembali menangis.
"Owekk..Owekkkk.."
"Oh, Ya ampun Cucu Oma kenapa sayang." Nyonya Fadaei membelai pipi cucunya dengan sangat lembut.
"Crys hanya ingin di pelukan Papi ya?" Kemudian Devan menggendong putrinya lagi kedalam dekapan hangatnya. Dan benar saja Crytal langsung tenang.
"Uluh.. uluhh cucu Oma manja sekali sama Papi." Ucap Nyonya Fadaei tersenyum sambil membelai rambut gondrong Crystal.
"Mom, tidurlah." Ucap Devan kepada ibunya.
"Tidak apa, Mommy akan menemanimu. Apa kau ingin di buatkan susu hangat?"
"Boleh Mom, Aku sangat merindukan susu hangat ku." Jawab Devan. Tapi, matanya melirik kearah istrinya yang tertidur pulas.
"Puasa, Dev!" Nyonya Fadaei melototi putranya.
Devan menjadi tertawa renyah saat ketahuan mesum oleh ibunya.
Sabar Om Devan 🤗🤗
Tambahin Vote dan hadiahnya!!
__ADS_1
Jangan pelit like! Nanti emak othor juga pelit update!