
Yang mau part RaDev, emak kasih! Tapi awas aja ya kalau nggak pada kasih like! Gue kasih bom atom kalian atu-atu! 😆
Quality time adalah waktu bermakna yang kita habiskan dengan orang-orang yang berharga untuk kita, seperti saat ini yang di lakukan oleh Devan dan Raya. Setelah beberapa bulan penat mengurus dua perusahaan sekaligus, akhirnya Devan bisa mengajak istrinya berlibur tanpa ada gangguan dari si kecil.
Ya, Devan dan Raya menitipkan Crystal kepada Jeje dan Xander, mereka juga tidak keberatan justru mereka sangat senang.
Nikmati waktu kalian berdua. Ucap Jeje, sebelum mereka berangkat ke tempat tujuan.
Ya, jalan menuju surgamu bebas hambatan karena si pengganggu tidak mengekori kalian. Ledek Xander sambil terkekeh.
Di sini mereka sekarang, di sebuah Resort mewah yang ada di Bali dan tempatnya tidak jauh dari salah satu pantai yang ada di sana. Resort tersebut sangat mewah dengan segala fasilitasnya dan hanya mempunyai satu kamar tidur cocok untuk berbulan madu atau Quality Time bersama pasangan.
Bali mempunyai Destinasi wisata yang menjadi kebanggan dari Indonesia karena cukup populer dengan keindahan di dalamnya yang cukup mempesona yang membuatnya banyak dikunjungi, baik wisatawan domestic hingga wisatawan asing. Maka dari itu Devan memilih Bali sebagai tempat tujuannya untuk memanjakan istrinya.
"Maaf, karena hanya mengajakmu berlibur disini." Ucap Devan, sambil mengusap kedua bahu istrinya kemudian ia mencium pucuk kepala Raya dengan mesra.
"Ini sudah lebih dari cukup, aku tahu apa yang kau pikirkan." Jawab Raya terkekeh, lalu membalikkan badannya.
"Hem." Devan berdehem lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan, lalu menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. "Aku belum memenuhi keinginanmu, untuk berlibur ke Negeri Gingseng, maaf aku yang terlalu sibuk." Ucap Devan dengan penuh sesal.
"Aku sudah tidak menginginkannya lagi, bagiku bersamamu dan putri kita itu lebih dari cukup." Ucap Raya, tersenyum tulus kemudian memeluk tubuh tegap suaminya.
Menyinggung putrinya, keduanya kini sangat merindukan sosok cantik dan menggemaskan itu. Padahal mereka meninggalkan putrinya itu baru beberapa jam.
"Kita Video Call Crystal, ya!" Ajak Devan, lalu di angguki Raya, kemudian keduanya duduk diatas sofa dan menghubungi Crystal.
Setelah Video Call Crystal Devan dan Raya memutuskan untuk membersihkan diri, mengingat hari juga sudah malam.
"Aku mau berenang saja, Sayang." Ucap Raya, lalu membuka seluruh pakaiannya dan menyisakan dua penutup terakhirnya.
"Kau ingin menggodaku ya?" Devan menatap istrinya dengan mesum.
"Ih, jangan menatapku seperti itu!" Kesal Raya, lalu dengan cepat pergi meninggalkan suaminya, menuju kolam renang yang terletak di samping kamar Resort tersebut.
"Jangan berenang sayang! Hari sudah malam, air di kolam pasti sangat dingin." Devan memperingati lalu menghampiri Istrinya yang sudah akan menceburkan diri kedalam kolam.
"Kita lebih baik berendam di bathup, disana." Devan menunjuk bathup yang ada di sisi kiri kolam renang tersebut.
"Baiklah." Ucap Raya, lalu menuju Bathup yang di tunjuk oleh Devan.
Sedangkan Devan menuju dapur untuk mengambil minuman dan juga cemilan.
"Ah hangatnya." Ucap Raya, setelah memasuki Bathup tersebut yang sudah terisi air hangat.
__ADS_1
"Lebih baik kau minum ini dulu." Devan menyodorkan gelas yang sudah terisi minuman dingin.
"Terimakasih Papi." Ucap Raya, tersenyum.
"Apapun untukmu sayang." Balas Devan lalu mendudukan diri di pinggiran Bathup.
Devan menatap istrinya dari samping, kemudian ia meletakkan gelas yang ia pegang di pinggiran bathup, lalu ia ikut menceburkan diri kedalam sana.
"Eughhh, sayang." Raya melenguh ketika Devan tiba-tiba menaikan penutup pepaya gantung dan menghisap dua biji ketapangnya bergantian.
"Ah, jangan di gigit." Racau Raya, kemudian ia meletakkan gelas yang ia pegang di pinggiran bathup.
"Aku gemas sekali." Ucap Devan, lalu meremat dua pepaya gantung itu bersamaan.
"Ah emm sayang." Desaah Raya tak karuan. "Jangan disini nanti ada yang melihat." Raya menahan tangan Devan yang akan menarik penutup sarung sempitnya.
"Tidak akan ada yang melihatnya, karena aku sudah menyewa satu Resort ini selama satu minggu, jadi kita mau bercinta di mana saja bebas." Desis Devan dengan suara yang terdengar sangat seksoy.
Ah, sepertinya suaminya itu sudah gila!
"Iya tapi aku tidak ingin bermain di air." Jawab Raya, sambil menggigit bibir bawahnya.
Devan merebahkan istrinya dengan perlahan diatas tempat tidur.
"Kau sangat cantik." Puji Devan, kemudian ia melepaskan pakiaannya yang sudah basah dan melemparkannya ke sembarang arah, begitu pun Raya melakukan hal yang sama.
Raya menatap kagum suaminya yang sudah tidak muda lagi itu, walaupun usianya sudah 40 tahun akan tetapi Devan masih terlihat sangat tampan, gagah dan tubuhnya sangat atletis, apalagi perutnya seperti tahu kotak yang siap untuk di goreng.
Kira-kira seperti ini tahu kotaknya, yang bikin para emak-emak gelisah dan cenat cenut. 😆
"Kau siap mengguncangkan ranjang ini?" Tanya Devan, yang sudah mengungkung tubuh istrinya.
"Jangankan mengguncang, merobohkan ranjang ini saja aku siap." Jawab Raya, konyol.
"Baiklah, mari kita robohkan ranjang ini bersama." Ucap Devan menyeringai, kemudian ia segera mematuk bibir Raya yang sudah menjadi candunya.
"Ah, Empphh." Desaah Raya tertahan, ketika Devan menciumnya dengan rakus, dan tangannya juga tidak tinggal diam untuk meremat dua pepaya gantung bergantian.
"Sshhhh." Raya mendesis dan menggeliat tak karuan ketika ciuman Devan semakin turun kebawah dan berhenti di depan sarung sempit yang sudah terlihat kembang kempis ingin segera di todong si golok.
__ADS_1
"Ouhhh, ahhh." Raya mendesaah dan sedikit mengangkat pinggulnya ketika Devan mengobok-obok si sarung sempit dengan lidah dan jarinya.
"Enak sayang?" Tanya Devan sedikit mengangkat wajahnya.
"Bangett, ahhhh nakal sekali." Raya mendesaah enak, ketika jari nakal Devan bermain liar di bawah sana, hingga Raya sampai pelepasan pertama.
"Kau sudah sangat basah." Devan membelai daging yang mekar itu dengan lembut dan sensual, membuat Raya menggeliat dan mendesis keenakan.
"Cepat masukan golokmu itu." Kesal Raya, membuat Devan terkekeh.
"Kau di atas, keluarkan kemampuanmu untuk bergoyang cendol." Ucap Devan, lalu merebahkan dirinya di samping Raya.
"Baiklah." Raya segera naik keatas tubuh suaminya.
"Ougghh, shiit!" Devan mengupat ketika Raya mengusap-usap kepala botak dengan sensual di pintu sarung sempit.
Bleshh
"Ahhhhh." Desaah keduanya ketika Raya memasukan golok sakti yang seperti talas bogor itu kedalam sarung sempitnya.
Raya menggerakan pinggulnya dengan perlahan membuat Devan mendesaah keenakan.
"Ouhhh yeahh." Racau Devan, ketika Raya mempercepat gerakannya, kemudian Devan meremat bokong Raya dengan gemas dan ikut menyodoknya dari bawah.
"Ahh, Papi eughhh." Raya mengerang enak saat golok sakti itu terus menghujamnya dari bawah.
Mereka bercinta dengan begitu indahnya tanpa ada hambatan atau harus melakukannya diam-diam seperti maling dan juga keduanya mencoba berbagai gaya seperti gaya Meong nyaplok tikus, gaya monyet minta gendong, gaya cicak nemplok di dinding, lebah menyengat musuhnya dan masih banyak lagi. Mereka melakukannya tanpa lelah hingga keduanya sampai pelepasan bersama.
"Terimakasih sayang." Ucap Devan, setelah menyemburkan santan kentalnya kedalam rahim istrinya.
Cup
Devan mencium istrinya yang sudah terkulai lemas di bawahnya, kemudian Devan mencabut si golok sakti yang sudah menjadi terong rebus lalu merebahkannya di samping Raya dan merengkuh tubuh Raya dalam dekapan hangatnya.
Udahhh panas pokoknya!!! 🔥
Like!!
Vote!.
Komentar!
Kasih bunga sekebon dan kopi se drum! 😆
__ADS_1