
Xander memasuki rumah sambil mendorong stoler gandeng dengan langkah gontai, sedangkan Sean dan Ansel tertidur di dalam stroler tersebut.
"Cieee, yang hari ini jadi babysitter." Ledek Devan dengan jahilnya.
Xander menghentikan langkahnya sesaat dan menatap menantunya itu dengan sengit. Sedangkan Devan langsung kabur sambil tergelak, ketika melihat tatapan mengerikan dari Ayah mertuanya.
Oma Airin menuruni tangga dan menyambut kepulangan putra dan kedua cucunya.
"Bagaimana hari ini lancar?" Tanya Oma Airin, sambil menatap kedua cucunya yang tertidur pulas di dalam stroler. Kemudian Oma Airin memanggil dua pelayan untuk memindahkan Sean dan Ansel kedalam kamar.
"Lancar Mom." Jawab Xander menampilkan senyumnya.
"Masa?! Tapi, raut wajahmu mengatakan sebaliknya." Ledek Oma Airin, membuat Xander mendengus kesal.
"Lain kali lihat lagi pepaya busuk ya!" Ledek Oma Airin lagi.
"Ck." Xander hanya berdecak kesal, kemudian meninggalkan ibunya yang terus meledeknya menuju markas tempur 1.
"Ha ha ha." Oma Airin tergelak disana.
Ceklek
Xander membuka pintu perlahan, lalu ia mengendarkan pandangannya di setiap sudut kamar tersebut.
Sepi, dimana istrinya? Tanya Xander dalam hati.
"Huh." Xander membuang nafasnya kasar. Lalu ia melepas pakaian yang melekat ditubuhnya hingga menyisakan celana panjangnya yang menutupi si pedang pamungkas yang sudah hibernasi beberapa hari.
Kemudian Xander meletakan pakianannya kedalam keranjang baju kotor yang terletak disudut kiri kamar tersebut.
Klek
Suara pintu kamar mandi terbuka, Sontak saja Xander langsung membalikan badannya.
Matanya membola ketika melihat penampilan istrinya yang sangat menggoda imannya.
Jeje hanya mengenakan jubah mandi berwarna Navy dengan kondisi jubah itu sedikit terbuka di sisi kanannya hingga memperlihatkan bahu mulus Jeje yang melambai-lambai ingin di kecup.
Xander melihat Jeje sampai tak berkedip, bahkan jangkun Xander samapai naik turun karena menelan air liurnya. Begitu pula dengan si kepala botak dibawah sana sudah bangun dan menganggukan kepalanya berulang kali.
Sial! Apa istrinya sengaja menggodanya!
__ADS_1
Sedangkan Jeje sendiri menatap suaminya dengan tatapan yang sama.
Ia terhipnotis dengan tubuh sixpack suaminya itu, yang terlihat sangat sempurna dan juga gagah perkasa ketika bermain diatasnya.
Ya, ampun kenapa jadi mesum begini? Batin Jeje bergumam.
Lama mata mereka saling pandang dan saling memuja satu sama lain, bahkan keduanya tidak ada yang beranjak dari posisinya.
Jeje setiap berdiri diambang pintu kamar mandi, sedangkan Xander berdiri tak jauh dari sana sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
Enggak boleh ngiler.๐
Keduanya seperti ABG yang batu jadi manten, malu-malu tapi mau.
"Ehem." Akhirnya Jeje berdehem lebih dulu. Keduanya pun menjadi salah tingkah.
"Sudah pulang, Dad?" Tanya Jeje.
"Iya." Jawab Xander masih setia menatap wajah cantik istrinya.
"Kau berdandan?" Tanya Xander.
Aih, kenapa aku merasa seperti anak perawan sih. Batin Jeje.
"Untuk siapa kau berdandan?" Tanya Xander sedikit kesal.
"Untuk... Em..Daddy." Jawab Jeje, pelan ketika menyebut nama 'Daddy'.
"Apa?!" Xander pura-pura tidak mendengar.
"Tidak, bukan apa-apa." Jawb Jeje cepat, kemudian ia segera melangkahkan kakinya menuju Ruang ganti, tapi langkahnya itu terhenti saat Xander mencekal tangan kirinya.
"Dad, Lepas!" Jeje menggerak-gerakkan tangannya.
Bukannya melepaskan, Xander justru menarik tangan Jeje hingga membuat istri cantiknya itu menabrak dada bidangnya.
"Dad." Lirih Jeje, ketika Xander memeluknya erat.
"Dengarkan aku Jen, sudah pernah aku bilang bukan? Jika diluar sana banyak wanita yang menggodaku aku tidak akan goyah karena hati, cinta, perasaan, kasih sayang ku sudah menjadi milikmu." Ucap Xander, mulai menggombal.
"Bohong!!! Buktinya kemarin kau melihat pepaya gantung!" Ketus Jeje sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
__ADS_1
"Iti tidak benar! Mana mungkin aku tergoda dengan pepaya busuk, jika dirumah sudah ada pepaya california yang segar dan mengkal."
"Awwhhh Ahhh." Desaah Jeje, ketika tangan nakal meremat pepayanya.
"Masih kencang lagi." Ucap Xander terkekeh.
"Ih!! Dasar mesum!" Kesal Jeje, sambil memukuli dada bidang suaminya.
"Mesumnya sama istri cantikku saja kok." Jawab Xander terkekeh, dan membiarkan istrinya itu melampiaskan rasa kesalnya dengan memukuli dada bidangnya.
"Ih!! Nyebelin aku benci sama daddy!" Masih terus memukul dada bidang suaminya.
"Tapi, cinta 'kan?" Xander tersenyum konyol.
"Nggak!!" Bohong Jeje.
"Nggak bohong?"
"Daddy!!!" Kesal Jeje, menghentikan pukulannya karena dirinya sudah merasa lelah.
"Dengarkan aku sayang, jika kau marah dan menjauh dari ku. Hidupku ini bagaikan sayur tanpa garam. Hambar rasanya." Gombal Xander, sambil menahan tawanya.
"Dasar Raja gombal." Ketus Jeje, padahal dalam hati ingin sudah tersenyum.
"Aku memang Raja dan kau adalah Ratu. Ratu dihatiku." Gombal Xander lagi.
Ea.. Eaa.. Icikiwirrr.. ๐
"Nggak mempan gombalannya!" Sungut Jeje.
"Kau tahu perbedaan antara semut dan aku?" Tanya Xander.
"Mana aku tahu!" Ketus Jeje.
"Karena semut itu bersarang ditanah sedangkan aku bersarang di hatimu." Gombal receh Xander.
Blusshh
Wajah Jeje seketika merona saat mendengar gombalan suaminya itu.
Xander tersenyum dalam hati sambil berkata. "Misi, meluluhkan hati istri hampir selesai."
Udah ah emak mau bobo cantik dulu dari pada senyam-senyum sendiri tengah malam๐
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan kasih hadiah๐๐