My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Pasti sudah karatan


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Kehamilan Jeje sudah memasuki usia 3 bulan dan perutnya pun sudah terlihat membuncit seperti hamil 5 bulan.


"Sayang,sepertinya kita harus pindah kamar,lihatlah perutmu sudah sebesar ini," Ucap Xander,sambil mengusap perut besar istrinya.


"Aku terserah Daddy," Jawab Jeje manja.


"Baiklah,kalau begitu aku akan menyuruh Pak Man untuk mengatur semuanya," Ucap Xander dan diangguki Jeje.


Xander terkadang merasa bersalah dan kasihan saat istrinya itu,karena dirinyalah perut istrinya menjadi sebesar itu. Maka dari itu Xander sudah jarang mengasah pedangnya karena ia tidak tega dengan kondisi istrinya.


"Jangan merasa bersalah,Dad. Yakinlah aku bisa melewati semua ini demi anak-anak kita," Ucap Jeje,seolah tahu apa yang dipikirkan Xander.


"Maafkan aku sayang," Entah sudah keberapa kali suaminya itu meminta maaf.


"Hei,kenapa jadi melow begini ? Ini sudah kodratku sebagai wanita dan aku sangat bahagia menjalani semua ini. Kehamilanku ini adalah anugerah terbesar dari tuhan. Banyak wanita di luaran sana yang menginginkan seperti diriku. Kita harus bersyukur Dad," Ucap Jeje,sambil mengelus rahang tegas yang sedikit di tunbuhi bulu-bulu kasar itu.


"Kau,benar sayang," Xander mengambil tangan Jeje yang masih menempel di rahangnya kemudian mengecup dengan mesra tangan istrinya itu.


"Sudah hilangkan rasa cemas mu itu,seharusnya kita bahagia karena Raya sebentar lagi akan menikah," Ucap Jeje.


"Ya,Sayang. Putri ku sudah besar," Ucap Xander,sendu.


"Putri kita Dad," Jawab Jeje,lalu tubuh Xander dari samping,karena posisi mereka tengah duduk di ruang tengah.


"Betapa beruntungnya diriku karena telah mendapatkan dirimu,Sayang," Ucap Xander,lalu melabuhkan kecupan singkat di kening istrinya.


"Aku yang lebih beruntung karena mendapatkan Hot daddy yang super kaya dan baik sepertimu Dad,he he he." Ucap Jeje tergelak.


"Wah,kalian kalau bermesraan jangan disini dong," Celetuk Raya saat memasuki ruang tengah dan langsunh duduk di sisi kanan Jeje.


"Hih ! Sirik," Ucap Jeje.


"Hai adik-adikku yang kepalanya botak,apa kabar hari ini?" Tanya Raya,sambil mengusap perut Jeje.


"Baik,kakak," Jawab Jeje dengan menirukan suara anak kecil,membuat Raya dan Xander terkekeh.


"Kakak,adek-adek mau makan nasi padang pakai telur dua,rendangnya 3 dan ayamnya 4 tapi ayamnya Dada semua ya." ucap Jeje,membuat Raya menarik tangannya.


"Hih,lo itu rakus apa doyan sih ?" Kesal Raya.


"Raya !" Tegur Xander,saat putrinya memanggil Jeje dengan sebutan 'Lo'.


"Marah saja sama adik-adik mu," Ucap Jeje cuek.


"Kalian ini selalu aja nyusahin kakak ? Kenapa enggak nyusahin Daddy saja sih ?" Bisik Raya di depan perut Jeje.


Tuing


Xander menyonor kepala Raya dari belakang.


"Daddy mendengarnya !."


"Aduh Daddy ! Sakit tahu !" Kesal Raya,dan Jeje mengelus kepala Raya itu.

__ADS_1


"Iya ya,ini di beliin," Ucap Raya,saat melihat mata ayahnya melotot.


"Tapi upahnya mana ?" Raya menengadahkan tangan kanannya.


"Astaga ! Kau ini sungguh perhitungan !"


"Ya,pergi ke restoran nasi padang juga butuh tenaga dan bensin Dad," Sanggah Raya,sambil tersenyum konyol.


"Ck," Xander mengeluarkan lima lembar uang ratusan ribu.


"Ih,ini mah baru setengah jalan doang," Raya menolak uang itu.


"Lalu ?"


"Tambah lagi lah !"


"Dasar mata duitan" Kesal Xander,walau begitu Xander tetap menambah uang jalan Raya lima lembar lagi.


"Nah,cakep. Ini baru benar" Ucap Raya,sambil bersiul dan memasukan uang itu kedalam kantong celananya.


"Dasar" Jeje terkekeh lalu mengacak rambut Raya,membuat gadis itu cemberut.


"Ih,berantakan deh" Raya merapikan rambutnya lagi.


"Jangan lupa ya tadi pesanan Mami" Ucap Jeje,saat Raya sudah beranjak dari duduknya.


"Oke !" Jawab Raya,sambil berlalu.


"Ah,anak itu masih kekanak" Ucap Xander, saat melihat Raya sudah tidak terlihat.


Beberapa saat kemudian Raya sudah kembali,dengan membawa nasi padang pesanan Ibu hamil.


"Wah,kau cepat sekali ?" Tanya Jeje,saat menerima nasi padang itu.


"Iya,dong" Jawab Raya bangga.


Dengan cepat Jeje membawa bungkusan nasi padang itu menuju ruang makan dan di ikuti Raya dan Xander.


"Dad ? Mami nafsu makannya semakin kesini semakin mengerikan" Bisik Raya.


"Mami sedang mengandung 4 tuyul,Baby" Xander mengusap pucuk kepala putrinya.


"Stop memanggilku Baby. Dad," protes Raya.


"Baby Baby Baby" Bukannya berhenti Xander malah semakin menggoda putrinya.


"Daddy !" Teriak Raya.


"Hihh ! Kalian membuat nafsu makan mami menghilang" Kesal Jeje.


"Ya jelas hilang ! tinggal piringnya doang" Cibir Raya,saat melihat piring yang berisikan nasi padang dan lauk-lauknya ludes tak tersisa.


"He he he" Jeje hanya tersenyum menanggapinya.


Esok hari di rumah sakit Xxx

__ADS_1


Jeje dan Xander pergi kerumah sakit untuk melihat penampakan 4 tuyul yang sudah berkembang.


"Semuanya sangat baik Tuan,Nyonya dan keempat bayinya sehat dan sudah terbentuk sempurna" Ucap Dokter cantik itu.


"Apakah ada keluhan,Nyonya ?" Tanya Dokter.


"Keluhan tidak ada Dok,hanya saja nafsu makanku meningkat dan berat badanku sudah naik 3 kilo minggu ini" Keluh Jeje.


"Wajar jika nafsu makan nyonya meningkat tapi harus bisa mengontrol juga. Karena berlebihan makan juga tidak baik untuk ibu hamil " Jelas Dokter.


"Lalu saya harus bagaimana,Dok ?" Tanya Jeje.


"Semua itu bisa di akali dengan makan sedikit-sedikit tapi sering dan selebihnya bisa di seling dengan buah-buahan" Jelas Dokter lagi.


"Apakah aman berhubungan saat perut sudah membesar seperti ini ?" Tanya Xander.


"Dad !" keluh Jeje,karena suaminya selalu saja menanyakan hal yang sama saat mereka mengecek kandungan,hingga dokternya pun sampai hafal dengan pertanyaan Xander.


"Saya rasa aman,Tuan. Karena kondisi bayi kuat dan si ibu juga sehat. Tapi harus menggunakan gaya yang aman,agar Istri Tuan tetap nyaman". Kemudian Dokter menjelaskan gaya-gaya apa saja yang aman untuk ibu hamil.


"Syukulah" Batin Xander bernafas lega,karena sudah 2 minggu pedangnya tidak diasah.


Pasti sudah karatan tuh !πŸ˜†


"Daddy bikin malu !" Ketus Jeje saat mereka sudah di dalam mobil.


"Demi kesejahteraan kita,sayang" Jawab Xander santai.


"Daddy saja kali !".


"Yakin tidak kangen sama pedang panjangku ? Hem ?" Xander menggoda istrinya.


"Tidak" Jawab Jeje memalingkan wajahnya karena malu,karena ia bukanlah wanita munafik,ia juga sangat merindukan sengatan dari pedang panjang itu yang selalu membuatnya terkapar dan lemas tak berdaya.


"Cie,malu" Xander semakin menggoda.


"Apaan sih Daddy" Jeje menepis tangan Xander yang mengusap pahanya,membuat Xander semakin tergelak.


"Daddy,ishh !"


"Apa sih ?"


"Jalananin mobilnya ! Katanya mau langsung ke kantor lagi ? Ini sudah mau sore lho" Jeje mengalihkan pembicaraan.


"Ada yang lebih penting dari urusan kantor" Ucap Xander.


"Apa itu ?".


"Ini pedangku siap diasah" Ucap Xander. "Hotel yuk !" Ajak Xander.


"Ayok !"


Ayok! Emak juga mau ikut iniπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Tambahin Vote sama hadiahnya ya πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—

__ADS_1


__ADS_2