My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Ingin runtuh!


__ADS_3

Ema menaikan Kedua sikunya di atas sofa kemudian menatap kedua wanita itu dengan tatapan kemayunya.


Dan sekali lagi tawa kedua wanita itu pecah, hingga Baby Crys sampai terkejut.


"Owekk...Owekk."


"Nah, 'kan si gondrong menangis maminya nacal sih." Ema berucap sambil menjedingkan bibir atasnya.


Sedangkan Raya mencebikan bibirnya kesal sambil mengepuk-puk bokong Crystal dengan lembut dan Jeje ikut mengusap rambut gondrong milik cucunya.


Dan tak berselang lama Crystal sudah tenang dan tertidur. Jeje mengangkat tubuh kecil itu lalu meletakannya diatas tempat tidur Khusus untuk Crystal


"Mulut pedas, eike kasih ini buat si gondrong yes, maaf kalau tidak mehong." Ucap Ema sambil menyerahkan kotak bludru kecil berwarna merah kepada Raya.


"Ih, ngomong apa sih lo!" Ucap Raya, menerima pemberian Ema.


"Oh ya Amidong!! Gila!!" Pekik Raya ketika membuka kotak kecil itu.


"Apa sih Ra?" Jeje penasaran lalu melihat isi dari kotak itu.


"Omaigat!! Miss Emm ini—"


"Hei.. Hei.. Hei!!! Yei pada norak sekali sih." Ucap Ema sambil melambaikan tangan gemulainya.


"Ini sangat indah Ema. Huh, ya ampun." Mata Raya terasa memanas ketika mendapat barang mewah itu.


Sedangkan Jeje langsung memeluk Ema.


"Miss Em, terimakasih banyak." Jeje ikut terharu dengan pemberian Ema untuk cucunya.

__ADS_1


"Ih, Udahh yes. Jangan peluk tubuh eike yang aduhai seksih sekali ini." Ema melerai pelukan Jeje.


"Kenaposeh? Pada melow begindang? Hiks.. 'kan eike juga ingin mengeluarkan air mata berlian eike ini hiks hiks hiks. Kok eike seperti putri duyung yes?" Ema menangis juga sambil bertanya pada dirinya sendiri, membuat Raya dan Jeje tertawa terpingkal lagi.


Ya amidong, Miss Em yei paling bisa deh ah.😆


"Burung hantu terimakasih ya." Raya kini mendekati Ema lalu memeluk lelaki bertulang lunak itu.


Raya dan Jeje terharu sekali.


Bagaimana tidak terharu? Ema memberikan hadiah untuk Crystal berupa sepasang jepit rambut berlian dan sudah tahu pasti jika harganya ratusan juta, seharga dua unit mobil honda Jazz.


"Yess sama-sama. Udah yes jangan melow begindang. Hadiah itu harganya seperti rontokan ketombe buat eike. Hi hi hii." Ucap Ema cekikikan, sambil menutup bibirnya dengan tangan gemulainya.


"Dih!! Sombongnya yang udah tajirr melintir!" Cibir Raya.


"Hi hi hi hi, jangan begindang ah. Eike tajir juga karena bantuan dari keluarga Clark." Ucap Ema, merendah hati.


Jeje kini sudah berada di Kantor suaminya, untuk mengantarkan makan siang.


"Selamat siang nyonya." Sapa para karyawan dengan ramah ketika berjumpa dengannya.


"Selamat siang juga, semangat bekerja." Jeje membalas dengan senyuman manis dan juga memberikan semangat.


Jeje melangkah dengan anggun, menuju ruang kerja suaminya.


Jeje merapihkan sedikit penampilannya sebelum memasuki ruangan Xander.


__ADS_1


Cantik 'kan?? Cantik lah masa nggak.🤭


Jeje samar-samar mendengar suara seorang wanita dari dalam ruangan tersebut. Kebetulan pintu ruangan tersebut tidak tertutup sempurna.


Apa aku sudah cantik?


Lihatlah diriku sangat seksih bukan?


Aku bisa memuaskanmu lebih dari istri bocahmu itu.


Ayolah pegang dia. Nanti kau akan ketagihan.


'Benarkah?' Suara bariton yang sangat dia kenal.


Suaminya! Ya, itu suara suaminya.


Tenggorokan Jeje terasa tercekat, bahkan ia sampai kesulitan untuk menelan salivanya.


Dan air matanya sudah membasahi pipinya.


Sakit sekali!


Apakah suaminya menghianatinya?


Ya Tuhan! Dunia Jeje seakan ingin runtuh saat itu juga.


Nyesekk😤😤


Kasih konflik dikit ah🤭

__ADS_1


Tambahin Hadiah dan Votenya!!


__ADS_2