
Persiapkan mental kalian !
Karena part ini menguras tenaga kalian untuk tertawa🤣😜
Sebelum lanjut,kasih Vote dan hadiahnya dulu ! Awas kalau enggak 👊
"Momm !!" Rengek Xander.
"Apa ? Kau sudah menyetujuinya," Ucap Oma Airin.
"Mom,ingin menjatuhkan harga diriku ? Astaga !"
Devan melihat wajah Frustasi Ayah mertuanya semakin tertawa terbahak.
"Diam ! Kau," Sungut Xander kepada Devan,bukannya diam, Devan malah semakin tertawa terbahak.
"Siapa yang menjatuhkan harga dirimu ? Kan mom hanya ingin menjadikanmu model saja,jadi apa salah nya ?" Ucap Oma Airin santai,tanpa memperdulikan rengekan putranya.
"Apa kata rekan bisnis ku jika melihat diri ku berpakaian yang... Ohh No !" Xander meremat rambut nya frustasi ketika dirinya membayangkan Memakai pakaian nyentrik ala Oma Airin.
Kemarin badut dan besok apa ? Ondel-ondel ?. Kesal Xander dalam hati.
"Lebay !! Justru mereka akan bangga dengan mu. Percaya dengan mommy," ucap Oma Airin terkekeh geli.
"Sesat !" Ketus Xander.
"Ya !!! Dasar anak kurang garam !" Seru Oma Airin kepada Xander. Sedangkan Devan hanya bisa tertawa terbahak hingga perutnya terasa kram saat melihat perdebatan ibu dan anak itu.
Ya tuhan,perutku sudah seperti mie kocook. Batin Devan.
"Ya atau tidak ?" Tegas Oma Airin.
"Ya ! Tapi hanya satu hari saja," Ucap Xander pasrah dengan keinginan ibunya.
"Oke tidak masalah ! Besok kau harus bersiap," Ucap Oma Airin,membuat Xander ternganga.
"Ta tapi ?"
"No tapi !" Potong Oma Airin.
"Dan kau Devan,sepatu Oma harus ada besok, karena Oma besok malam mau Fashion show," Ucap Oma Airin,sambil menunjuk Devan.
Sepertinya yang paling menderita disini adalah Daddy Xander.
Sabar ya Dad.😆
"Siap Oma," jawab Devan,kemudian Mempoutkan bibirnya,karena ia sedang menahan tawa.
"Cih,Fashion show," Ketus Xander.
"Bicara lagi,Mom sunat pedangmu lagi agar tidak bisa main jungkat-jungkit," Sahut Oma Kesal.
"Astaga! Ha ha ha aha," Devan sudah tidak dapat menahan tawanya lagi dengan ke absurdtan keluarga itu.
Aku bisa gila jika begini. Batin Devan tertawa terbahak.
"Ayo ikut Mommy,kita akan menyergap Dua singa betina yang sedang merajuk itu," Ucap Oma Airin,keluar dari kamarnya dan menuju markas tempur 1.
Sementara itu di dalam markas tempur 1,Jeje dan Raya sedang melakukan tutorial Make-Up.
"Nah,lihat Mami kecil ku sangat cantik sekali," Ucap Raya,setelah selesai melukis wajah Jeje.
"Wow" Jeje tercengang ketika melihat karya Raya. "Kau dari dulu sangat pandai menggunakan alat-alat make-up itu ,Ra," Puji Jeje.
__ADS_1
Jeje terus menatap wajahnya yang terlihat sangat cantik di pantulan kaca meja rias tersebut.
"Ya,itulah aku. Mami harus belajar Make Up,biar Daddy semakin klepek-klepek sama Mami," Ucap Raya,sambil menata rambut Jeje.
Tidak seperti Om sok kecakepan itu. Lihat pepaya gantung milik orang aja,ilernya udah netes !. Gerutu Raya dalam hati.
"Nanti ajaari Mami ya,Ra," Ucap Jeje dan diangguki Raya.
"Kau memang anak tiri yang baik hati," Puji Jeje.
"Aku memang baik hati dan tidak sombong," Ucap Raya,tersenyum senang.
"Nah,sudah selesai," Raya sangat puas dengan maha karya nya.
"Wah,Raya ! Apa ini benar aku ?" Tanya Jeje.
"Tentu saja benar. Mami bergaya sedikit aku akan mengambil foto Mami," Ucap Raya,sambil mengambil ponselnya di atas meja rias.
Cih, Raya berdecih saat membuka ponselnya ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari suaminya. Karena ia sengaja mengubah pengaturan ponselnya menjadi mode silent.
"Raya,aku sudah siap," ucap Jeje,sambil bergaya kedua tangan nya di letakkan di depan dada.
"Ah,iya," Ucap Raya,bersiap mengambil foto Jeje.
Cekrek
Jeje terlihat sangat cantik dengan riasan natural di wajahnya,apa lagi rambutnya dibuat sedikit berantakan terurai.
"Wah,aku sangat iri dengan mu Mam,kau begitu sangat cantik," Puji Raya,sambil memperlihatkan foto tersebut kepada Jeje.
"Kau juga sangat cantik,Ra," Ucap Jeje,mentap Fotonya yang ada di ponsel Raya.
Brak
"Kalian ini ! Membuat anak-anak ku terkejut," Omel Jeje sambil mengusap perutnya.
"Sayang," Panggil Xander dan Devan bersamaan.
Jeje dan Raya sama-sama memalingkan wajahnya ketika para suaminya memanggil.
"Sudah ya,tugas Mom sudah selesai. Hoammm," Oma Airin berpura-pura menguap,karena ia ingin segera melarikan diri sebab sebentar lagi akan terjadi perang dunia ke 4.
"Enak saja ! Mom harus bertanggung jawab dong," Xander menahan ibunya yang akan melarikan diri.
"Bertanggung jawab ? Memangnya Mom berbuat apa ? Kalian kan yang punya salah jadi,ya ! Kalian bertanggung jawab sendiri," Jawab Oma Airin cuek dan berhasil membuat Xander kesal.
"Oma,tadi bilang ingin membantu kami," Sela Devan.
"Lah ini tadi sudah dibantu dengan membuka pintu kamar," Ucap Oma Airin.
"Tapi,ini tidak sebanding dengan permintaan Mom tadi," Protes Xander.
"Kalian saja yang bodoh ! Lagian kamar ini kan tidak di kunci," Jawab Oma Airin.
"Mommmm !!" Xander begitu geram dengan ibunya.
"Seorang pria harus menepati janjinya," Ucap Oma Airin,menatap Xander dan Devan bergantian.
"Ya !! Momm,tidak sebanding," Rengek Xander,karena Ia harus menjadi model nyentrik di instagram ibunya.
"Oke !" Oma Airin mengalah.
__ADS_1
"Raya kembali kekamar dengan Suamimu dan Jeje juga sama !" Tegas Oma Airin.
"Tapi--"
"Berani membantah ya ?!" Oma Airin mode galak,dan mau tidak mau Jeje dan Raya harus menuruti ucapan Tetua nya.
"Sayang," Devan memanggil Raya yang berjalan kearah nya.
"Apa !! Jangan lihat-lihat ! Mata Om sudah terpapar pepaya gantung uget-uget gatel," Ketus Raya,berjalan melewati Devan.
"Kau sangat menggemaskan jika cemburu seperti itu," Ucap Devan,sambil mengejar istrinya yang sudah berlari menuju markas tempur 2.
"Mom mau tidur dan jangan lupa dengan janjimu Xander," Ucap Oma Airin sebelum keluar dari amrkas tempur 1.
"Hem," Jawab Xander hanya berdehem.
Saat Ibunya sudah tidak terlihat,Xander mendekati istrinya yang masih duduk di kursi meja rias.
"Honey ?" Panggil Xander.
"Ck," Jeje hanya berdecak kesal
"Apa salah dan dosaku ?" Tanya Xander.
"Banyak ! Daddy kenapa tidak pernah bilang jika ingin bekerja sama dengan uget-uget gatel itu ?" Ketus Jeje.
"Sayang,aku juga tidak tahu karena semua Devan yang mengurus,"
"Alasan ! Mana mungkin Daddy sebagai atasan tidak tahu tentang hal itu !" Kesal Jeje,bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Sakit tahu rasanya disini," Jeje menunjuk dada sendiri.
"Dia bilang pernah tidur dengan Daddy,walaupun aku tahu itu tidak benar tapi hatiku sangat sakit mendengarnya ,ditambah lagi Daddy bekerja sama dengan nya,hikss," Jeje sudah menangis sedih.
"Sayang," Xander merengkuh tubuh Jeje kedalam pelukan hangatnya.
"Hiks Hiks Hiks," Jeje terus menangis.
Srotttt
Jeje membuang ingusnya pakai piyama mahal Xander.
Bukannya jijik, Xander malah terkekeh sambil mengecupi kepala Jeje dengan mesra.
"Kau jahat sekali Dad."
"Aku memang jahat,tapi akan ku tunjukan kejahatan ku sebenarnya," Ucap Xander menyeringai licik,kemudian mengangkat tubuh istrinya menuju Arena pertempuran.
"Ya ! Daddy turunkan aku," pekik Jeje.
Xander meletakkan Jeje diatas Arena pertempuran dengan perlahan,kemudian Xander juga ikut menaiki arena tempur tersebut tapi dengan posisi mengungkung tubuh Jeje.
"Dad !" Jeje menahan bibir Xander yang akan mematuknya.
"Apa sayang ? sudah On nih," Kesal Xander,menyingkirkan tangan Jeje yang ada di bibirnya.
"Ih ! Itu pintunya belum di tutup ! Nanti para Readers pada ngintip kan malu," Ucap Jeje.
"Oh ,iya. Aku lupa Honey,Nanti para readers pada pengen lagi kalau lihat kita main jungkat-jungkit." Jawab Xander,tertawa.
🤪🤪🤪🤪🤪
Enggak boleh ngintip lho ya 🤣🤣
__ADS_1
bayangin aja masing-masing🤪🤪