
Dukung terus karya Othor ya 🙏
Ratingnya turun lagi🥺🥺🥺😭
"Sayang,apa perutmu itu tidak kenyang ?" Tanya Xander,ketika melihat Jeje duduk bersila di ruang tengah sambil memakan kripik singkong dan mulut ibu hamil itu sejak tadi pagi tidak berhenti mengunyah.
"Tidak," Jawab Jeje tanpa menoleh dan masih asik memakan kripik singkongnya.
Entah sudah berapa bungkus kripik singkong yang di habiskan istrinya itu.
Xander memungut bungkusan kripik singkong yang berserak diatas meja kemudian menghitungnya.
"Delapan ? Kau menghabiskan depalan bungkus keripik singkong ?" Tanya Xander tidak percaya.
"Memang kenapa ? Kau itu pelit sekali ?" Ketus Jeje,tanpa melirik Suaminya.
"Sayang buk-"
"Kau tidak lihat perutku membesar dan isi di dalam nya ini adalah anak-anakmu,jadi wajar jika aku banyak makan," Semakin sewot saja ibu hamil itu.
"Sayang,makanan ini tidak sehat dan aku juga tidak ingin anak-anak ku menjadi anak singkong," Ucap Xander selembut mungkin.
"Anak singkong ?" Beo Jeje dengan wajah yang bingung.
"Ya ! Karena kau terlalu banyak makan kripik singkong itu bahkan setiap hari kau memakannya jadi bisa jadi anak-anakku jadi anak singkong," Jelas Xander kesal.
"Cih ! Mana ada seperti itu. Jika anak-anakku berubah jadi anak singkong berarti ayahnya juga singkong dong !" Sahut Jeje tak kalah kesal.
Ngek
Xander bungkam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Benar juga ya," Guman Xander.
"Biarkan saja istrimu memakan Kripiknya itu sekalian saja kau ambilkan Daun singkong nya juga," seru Oma Airin,dari anak tangga,kemudian berjalan kearah ruang tengah dan ikut bergabung dengan anak dan menantunya.
"Mom !! Dikira aku kambing apa," Jeje menekuk wajahnya kesal.
"He he he,kambing bunting" ucap Oma Airin.
"Ha ha ha haaa," Seketika tawa Xander pecah karena ucapan ibunya.
"Daddy !! Menyebalkan," Jeje meletakkan bungkus kripik singkongnya yang sudah kosong dengan kasar di atas meja.
"Lagian kau itu,di kasih tahu tidak mau dengar," Xander mencubit gemas hidung mancung istrinya.
"Boleh makan kripik singkong itu,tapi jangan berlebihan tidak baik untuk ibu hamil," Ucap Oma Airin bijak.
Xander menatap ibunya dengan intens.
"Kenapa ?" Tanya Oma Airin kepada anaknya.
"Tidak panas ?" Gumam Xander sambil meletakkan punggung tangan nya di kening sang ibu.
"Kau pikir Mom sakit?" Oma Airin menyentakkan tangan Xander dengan kasar.
"Tidak sakit hanya saja tumben Mommy ku waras," Ucap Xander tanpa beban.
"Ya !! Anak kurang garam !" Seru Oma Airin.
"Ppfffttt ha ha ha ha," Jeje tertawa terbahak sambil memegangi perut besarnya.
"Aku heran saja sama mommy,karena tumben-tumbenan bicaranya benar," Sindir Xander.
__ADS_1
"Dasar ! Kau anak luknutt!" Oma Airin dengan cepat menarik telinga Xander dengan gemas.
"Mommy sakit,ampun," Pekik Xander,sambil memegangi telinganya yang terasa panas dan ia yakin jika telinga nya saat ini manjadi merah.
"Ini namanya penganiayaan terhadap anak-anak !" Sahut Xander Kesal.
"Ingat Umur Xander ! Dasar anak kurang garam !! " Geram Oma Airin.
"Sudah-sudah. Oma dan Daddy selalu saja bertengkar jika bersama," Sahut Jeje terkekeh dan melerai Ibu dan anak itu.
"Huhh," Oma Airin mendengus kesal,kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya.
"Daddy sih ! Mommy ngambek deh," Jeje menyenggol tangan suaminya.
"Biar gesrek begitu,Mommy itu baik dan tidak marah sayang," Ucap Xander.
"Kau itu memuji atau mengatai Mom?" Sahut Jeje kesal.
"Iya deh iya,dua-dua nya. Ha ha ha aha," Xander tergelak.
"Ih ! Menyebalkan !" Sungut Jeje.
"Bantuin aku berdiri Dad," Jeje ingin beranjak dari duduknya tapi ia kesulitan karena Kehamilannya semakin membesar dan ditambah lagi tubuh Jeje juga semakin berisi.
"Sini aku gendong," Ucap Xander.
"Cih ! Kayak kuat saja," kesal Jeje.
"He he hehe," Xander hanya tertawa renyah. Memang benar yang di katakan istrinya jika ia sudah tidak kuat untuk menggendong istrinya tersebut karena berat badan Jeje sudah mencapai 75 kg.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari telah tiba,Xander meletakkan ponselnya karena baru saja Devan menghubunginya dan mengatakan jika akan menginao di Apartement.
"Tidak,mereka menginap di Apartement," Ucap Xander,kemudian menyusul Jeje yang duduk di tepi tempat tidur.
"Ya,semoga di Apartemen sana membuahkan hasil " Ucap Jeje ambigu.
"Membuahkan hasil ?" tanya Xander belum paham dengan ucapan istrinya.
"Ih,masa daddy tidak tahu sih ?" Tanya Jeje.
"Makanya biar tahu kita praktekan saja," Ucap Xander sudah paham kemudian menggoda istrinya.
"Daddy tidak lihat perutku sudah busung begini ? Mau tidur saja susah apa lagi mau bikin 4 tuyul di dalam sana bergoyang," Ceplos Jeje,membuat Xander tergelak.
"Ayo lah,icip dikit saja. Apa lagi sebentar lagi aku puasa 3 bulan," Rengek Xander. Padahal Xander hanya menggoda istri.
"Kok tiga bulan ?"
"Kata Kau dan Mommy waktu itu,masa nifasmu selama 3 bulan," Ucap Xander,membuat Jeje mengingatnya.
Astaga,ternyata suamiku yang super mesum ini polos sekali. Batin Jeje tergelak.
"Kenapa kau tersenyum ?" Xander memicingkan matanya,ketika melihat Istrinya menahan senyuman.
"Tidak ? Hanya membayangkan Daddy puasa tiga bulan,pasti Daddy seperti kuda lumping" Bohong Jeje,padahal dalam hati Jeje menertawakan kepolosan suaminya.
Xander hanya menganggukan kepalanya seolah paham.
"Ayo kita asah pedang,lihat pedangku sudah tumpul," Ucap Xander,mulai menggoda lagi istrinya itu.
"Sekali tidak ya tidak Dad," Tolak Jeje,bukan karena ia tidak suka tapi,karena perutnya sangat lah besar di bandingkan dengan kehamilan pada umumnya.
__ADS_1
"Ayolah sayang," Rengek Xander. "Cuma masuk dan diam saja kok "
"Tidak !" Karena Jeje tahu tabiat suaminya itu. Mana mungkin puas jika hanya sekali colok tanpa bergerak.
"Please." Dengan memasang wajah memelas.
Jeje pun akhirnya tidak tega kemudian menganggukan kepalanya.
"Cuma sekali colok ya," Jeje memperingati suaminya.
"Oke," Ucap Xander. Dalam hati Xander bersorak senang,karena rencananya berhasil.
Xander segera melucuti pakaiannya dan juga pakaian istrinya juga.
"Pakai gaya Spo•on," Ucap Jeje,karena ia tidak ingin perutnya terguncang.
"Sesuai keinginanmu,Honey," Ucap Xander dan mengecupi bibir Jeje.
Kemudian Xander melancarkan aksinya dan membuat Jeje mendesaah tak karuan.
Dan benar tebakan Jeje jika suaminya itu tidak akan tahan jika tidak bergerak di dalam sana. Sedikit kesal tapi juga ia sangat menikmati pergerakan Pedang panjang itu yang menyodok dari belakang.
"Ahh Daddy," Racau Jeje,ketika Xander menghujam kan pedangnya dengan tempo yang sangat pelan tapi sangat dalam.
"Yeah,Honey," Desaah Xander,sambil mengullum daun telinga Jeje dan tangan kanannya meremat pepaya gantung milik Istrinya.
"Aku mau ahhhh sam pa i" Ucap Jeje dengan terbata.
"Bersama," Xander mempercepat gerakannya.
"Ughhhh," Racau keduanya ketika mencapai pelepasan bersama.
"Lihat 4 tuyul kita bergoyang di dalam sana," Ucap Xander dengan nafas terengah sambil memegangi perut istrinya.
"Aku rasa mereka sangat suka di sirami oleh Oleh Daddynya," Ucap Xander,tak belfilter.
"Daddy ngomong apa sih !" Kesal Jeje.
"Lagi yuk !" Ajak Xander,sambil menekan pedangnya lagi yang sudah mulai On di dalam sana.
Dan pertarungan ronde kedua pun dimulai karena Jeje tidak bisa menghindar.
"Terimakasih Sayang," Ucap Xander,setelah mencapai pelepasan ronde kedua.
"Heum," Jawab Jeje dengan deheman.
Kemudian mereka membersihkan diri kekamar mandi dan berganti pakaian.
"Nih !" Jeje melemparkan selimut untuk suaminya. Setelah selesai berganti pakaian.
"Untuk apa ?" Tanya Xander,menangkap selimut itu.
"Tidur diluar ! Bisa-bisa aku tidak tidur sampai pagi," Gerutu Jeje,karena semenjak kehamilannya bertambah besar,nafssu Xander juga semakin tinggi. Alasannya karena dirinya semakin seksoy.
"Sayang kau tega !" Xander menatap Istrinya dengan sedih sambil memegangi selimutnya.
Sabar Dad 🤣🤣🤣
Tambahin Vote dan hadiahnya ya !
Like dan komentarnya juga jangan lupa 😘😘
__ADS_1