My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Permen ?


__ADS_3

"Kau membuatku takut,sayang." Keluh Raya,sambil mengusap wajahnya kasar.


"Kau terlalu berlebihan,atau jangan-jangan kau—"


"Please jangan salah paham. Iya aku akui jika dulu aku pernah menyukainya tapi itu dulu." Potong Raya dengan Cepat.


Sring


Devan semakin menatap tajam istrinya,dan tatapannya itu setajam silet yang siap untuk menyayat lawannya.



Bukannya takut,Raya malah semakin terpesona dengan ketampanan suaminya,yang terlihat sangat Keren ketika rambut gondrongnya acak-acakan dan tatapan tajam nya itu membuat Raya semakin tergila-gila.


"Tampannya." ucap Raya sambil menggoyang-goyangkan Dadanya sambil menatap suaminya dengan penuh damba.


"Ck." Devan berdecak kesal. Ketika di tatap seperti itu oleh istrinya kemudian ia menyugar rambutnya ke belakang dan membuat Raya semakin terpesona.


"Sayang." Rengek manja Raya.


"Hem." Devan hanya berdehem,lantaran dirinya masih kesal dengan istrinya.


"Kau tampan sekali." Puji Raya,masih menatap penuh damba.


"Aku tahu." Jawab Devan cuek.


"Papi,bolehkah aku memelukmu?" Tanya Raya.


"Tidak ! Nanti kau mual." Jawab Devan,menatap malas istrinya. Ia tahu Jika istri liciknya itu tengah merayunya.

__ADS_1


"Tapi,dede gondrong pengen di peluk dan di jenguk sama Papinya." Rengek Raya,sambil mengedipkan kelopak matanya berulangkali.


"Apa matamu kelilipan?" Devan tidak memperdulikan rengekan istrinya. Ia pikir istrinya hanya akan mengerjainya.


"Ih !! Ya sudah kalau tidak mau !" Raya cemberut kesal,lalu beranjak dari duduknya dan ingin keluar dari ruangan suaminya itu.


Greb


Dengan cepat Devan menarik tangan Raya dan membuat istrinya itu jatuh kedalam pangkuannya.


"Kau yang meminta jadi jangan salahkan aku jika kau mual !" Ucap Devan,sok jual mahal.


"Siapa yang meminta ? Sekarang aku sudah tidak ingin !" Kesal Raya,memberontak di pelukan Devan.


"Yakin ?" Bisik Devan dengan sensual.


Raya memalingkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya. Ia merasakan sarung sempitnya sudah kembang kempis ingin segera di todong oleh golok sakti yang super jumbo milik suaminya itu.


Devan mencium leher jenjang istrinya dengan sensual.


Raya memejamkan matanya ketika di perlakukan seperti itu.


"Hei,kenapa kau seperti anak perawan?" Tanya Devan,membuat Raya membuka matanya dan menatap tajam suaminya.


Devan hanya terkekeh pelan,karena tidak biasanya istrinya itu bersikap malu-malu embek.


"Ck ! Tidak jadi. Aku mual sekali,Hoeekk." Entah kenapa Rasa mualnya datang lagi. Padahal ketika Devan menciumi lehernya tadi ia biasa saja dan tidak mual.


"Sayang ?" Devan terlihat panik ketika Raya merasa mual.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa hanya mual saja." Ucap Raya,seolah tahu kecemasan suaminya.


"Syukurlah." Ucap Devan,lalu mengecup kening Raya dengan penuh kasih sayang.


"Kau ingin lanjut atau tidak ?" Tanya Devan,dengan penuh harap.


"Ingin tapi—"


Hap


Devan segera menggendong Raya menuju kamar pribadinya yang ada di dalam ruangannya tersebut.


"Sayang !!" Pekik Raya,lalu dengan Reflek mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh Devan.


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi sayang,apa kau tidak merasakan jika golokku sudah siap untuk diasah." Ucap Devan dengan suara seraknya,lalu meletakkan Raya perlahan di atas tempat tidur.


"Ya,besar dan panjang." Jawab Raya dengan keceplosan.


"Kau menyukainya?" Dan degan bodohnya Raya mengangguk mantap.


"Maka dari itu kau harus mengasah golokku." Ucap Devan,lalu mengambil sesuatu di kantong celananya.


Devan membuka bungkusan kecil tersebut lalu memasukan kemulutnya.


"Permen ?" Beo Raya.


Permen apa hayo 🤣🤣


Masih siang,adegan panas-panasnya nanti malam aja 🤣🙏

__ADS_1


Tambahin Vote dan hadiahnya.😘


__ADS_2