My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Sesuatu dari Oma


__ADS_3

"Oh Wow! Rambutnya seperti landak!" Celetuk Ricky.


Membuat semua orang disana melotot horor.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Ricky menjadi salah tingkah sendiri saat mendapatkan tatapa tajam dari seluruh anggota keluarga Clark.


"Mulutmu itu ingin di sumpal ya!" Kesal Oma Airin.


"Tenang Oma, tadi lidah ku terpeleset makanya jadi berbicara tidak jelas. He he he." Ucap Ricky lagi memberikan alasan.


"Ish, bukan mulutmu tapi otakmu yang terpeleset." Sahut Devan.


"Iya, deh iya." Ricky mengalah.


Yang waras ngalah. Batin Ricky.


Ricky tidak sadar jika dirinya juga tidak waras.๐Ÿ˜†


Kemudian Ricky mulai memeriksa Baby gondrong, setelah itu ia memeriksa Raya.


"Semuanya bagus. Apa Asinya lancar?" Tanya Ricky, setelah selesai memeriksa Raya.


"Lancar, Ky." Jawab Raya sambil tersenyum.


"Syukurlah jika sudah lancar. Jadi, kau bisa memberikan ASI ekslusif untuk bayi kalian." Ucap Ricky dan di angguki Raya.


"Dan untukmu Bro, Harus puasa dulu sampai 40 hari 40 malam." Ucap Ricky kepada Devan, sambil terkekeh.


"Aku tahu!" Sewot Devan.


"Ciee... Marah." Ledek Ricky lagi.


"Ya!!" Kesal Devan, membuat Ricky tergelak.


"Oma, aku permisi dulu ya, karena ada visite pasien lain." Ucap Ricky.


"Ya Ciki. Terimakasih." Jawab Oma Airin.


Ciki lagi. Batin Ricky.

__ADS_1


"Salam tempel mana?" Ricky menengadahkan tangannya kepada Oma.


Plak


Satu pukulan mendarat di bahunya dengan sangat keras.


"Sakit Om!" Pekik Ricky.


"Rasakan!! Dasar mata duitan!" Kesal Xander.


"Namanya juga usaha." Jawab Ricky, sambil tergelak kemudian keluar dari ruangan tersebut.


"Dasar!" Gerutu Xander.


"Aku rasa Baby mu haus, Ra." Ucap Jeje, karena dede gondrong mulai merengek dan mengecapkan bibirnya.


"Bawa kesini, Mam." Ucap Raya.


Kemudian Jeje beranjak dari tempat duduknya dan menuju tempat tidur Raya.


Dan dengan sigap Devan meninggikan tepat tidur Raya agar lebih mudah menyusui putri mereka.


"Sebenarnya tidak nyaman. Di bawah sana masih terasa sangat sakit." Ucap Raya, sambil tersenyum.


Ya! Karena Raya melahirkan secara normal dan bagian intinya harus di jahit beberapa jahitan.


Devan mengusap lembut rambut Istrinya, kemudian ia berucap.


"Terimakasih atas perjuanganmu, Mami. Aku mencintaimu." Ucap Devan, entah sudah keberapa kali.


Cup


Devan mengecup kening Raya dengan lembut dan penuh kehangatan.


"Aku juga mencintai, Papi." Balas Raya tersenyum sangat manis sambil menatap suaminya.


"Mesra-mesraannya nanti saja. Nih, dede cantik sudah sangat haus." Ucap Jeje, sambil memberikan Bayi mungil itu kepada Raya.


"He he hee." Devan tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


Sedangkan Raya terlihat malu-malu embek, sambil mengulurkan tangannya.


"Awas hati-hati." Ucap Jeje, saat memberikan dede gondrong kedekapan Raya.


Glek


Devan menelen ludahnya kasar ketika melihat botol gantung di keluarkan dari tempat persembunyiannya.


Apa lagi ia melihat biji ketapang yang terlihat lebih besar dan sangat menggoda. Ingin sekali ia melumaat dan menghisap biji ketapang itu.


Tapi, sayang botol gantung sedang di sewa oleh putri kecilnya.


"Lap air liurmu itu!" Ucap Oma Airin. Dan dengan bodohnya Devan mengusap bibirnya, membuat semua orang yang ada di sana tergelak.


Sial. Umpat Devan.


"Ha ha ha haa, Penderitaanmu segera di mulai." Xander tergelak dan terus mengolok menantunya.


"Huh." Devan hanya mendengus kesal dan juga merasa sangat malu karena ketahuan mesum.


"Sabar ya, Papi." Ledek Raya, sambil menyusui putrinya.


"Oh, ya. Tadi, Oma juga membelikan sesuatu untukmu." Ucap Oma Airin, sambil membuka salah satu paper bag yang terletak di atas Sofa.


"Nah, ini dia." Ucap Oma Airin, lalu memberikan barang tersebut kepada Devan.


Devan mematung saat menerima barang tersebut. Sedangkan Xander dan Jeje sudah tertawa terbahak, saat melihat barang yang di berikan Oma untuk Devan.


"Oma! Yang benar saja." Protes Devan, sambil memegang barang tersebut.


"Hei, Aku ini selalu benar dan pengertian, jadi kau harus berterimakasih karena Oma Sudah baik hati membelikan barang itu." Ucap Oma Airin tak berperasaan.


"Ha ha ha haaa." Xander dan Jeje semakin tergelak, ketika mendengar jawaban dari Oma Airin.


"Oma, Tapi iniโ€”"


"Pakai saja Dev, dari pada santan kelapamu membeku. Ha ha ha haa." Xander terus mengolok menantunya.


"Ya Tuhan. Kenapa keluarga ini semakin gesrek!" Keluh Devan.

__ADS_1


Tambahin Vote dan hadiahnya. Jangan lupa tinggalkan likenya !


__ADS_2