
Devan datang ke kediaman keluarga Clark bersama kedua orang tuanya,untuk membicarakan tanggal pernikahannya dengan Raya.
Setelah sepakat menentukan tanggal pernikahannya yang di laksanakan tiga bulan lagi,kedua orang tua Devan pun sudah kembali ke Kanada karena mereka juga pebisnis sukses disana dan perusahaan nya tidak bisa di tinggalkan terlalu lama.
Urusan pernikahan Devan dan Raya pun di urus oleh Oma Airin sepenuh nya,karena Oma Airin sendirilah yang ingin mengurus pernikahan cucunya.
Dan selama tiga bulan menuju pernikahannya Devan dilarang keras untuk mencium Raya dan itu adalah titah dari sang calon mertua juga kedua orang tuanya.
Tapi mulai dari sini lah cobaan Devan dimulai karena Raya selalu menggodanya.
"Ck,bisa minggir gak ?," Devan berdecak kesal lantaran Raya tak ingin beranjak dari pangkuannya.
"Enggak ! Pengen kayak gini terus," jawab Raya cuek,dan semakin mengeratkan pelukannya karena posisi duduk Raya seperti koala.
"Kau benar-benar pengen nyiksa aku ya ?," kesal Devan.
"Ih,kenapa sih dari tadi marah terus ?," Raya cemberut kesal dan menatap sinis Devan.
"Siapa yang marah ?," Ucap Devan.
Memang dia tidak marah tapi hanya kesal karena tidak bisa meraup bibir berwarna merah ceri itu.
"Udah ah,males sama Om ! Aku mau ngemall aja sama mami kecil" Raya berdiri dari pangkuan Devan.
"Ya udah nih" Devan mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu kreditnya.
Begitulah Devan tidak pernah pelit kepada Raya,apapun yang Raya minta pasti dengan cepat Devan menurutinya.
"Enggak mau ! Maunya yang warna hitam" Tolak Raya.
"Ih,pakai nawar lagi ! Ya udah nih" Devan menyerahkan Black Cardnya.
"Gitu dong,kan jadi makin cinta" Raya tersenyum senang sambil mengambil Kartu hitam itu.
"Kayaknya aku harus menghasilkan banyak uang agar kamu mengucapkan kata cinta terus setiap hari" Sindir Devan membuat Raya terkekeh.
"Bye,Om ganteng.".
Cup
Raya mengecup bibir Devan sekilas,lalu segera pergi dari ruang kerja Devan.
"Astaga ! Itu bocah pengen banget di khilaf in" Gerutu Devan sambil memegang bibirnya.
Raya yang sudah sampai rumah segera mencari mami kecilnya untuk diajak ngemall.
"Mami ! Ternyata disini dari tadi aku nyariin" Raya menemukan Jeje sedang menyirami bunga di taman belakang.
__ADS_1
"Ada apa Ray ?" Tanya Jeje.
"Ngemall yuk,ngabisin duit suami kita" Ucap Raya cekikikan.
"Suami ? Baru calon dodol !."
"Ya sama aja lah ! Kan bentar lagi juga Sah he he he" Raya segera menarik tangan Jeje.
"Raya,kebiasaan deh !" Protes Jeje.
"Habis kalau nungguin lo bakal lama !" Keluh Raya,sudah tahu tabiat mami kecilnya itu,jika sudah berurusan dengan bunga-bunganya pasti lupa waktu.
"Iya tapi bentar gw belum minta izin sama Daddy dan juga mau ganti baju dulu" Ucap Jeje.
Setelah meminta izin kepada suaminya dan berganti pakaian,Raya dan Jeje berangkat ke mall bersama.
"Kita belanja apa dulu nih ?," tanya Raya,saat sudah memasuki mall.
"Gw bingung mau beli apa,soalnya baju gw masih baru semua ?," Ucap Jeje,merasa tidak enak.
Ya,walaupun Xander sudah memberikan black card untuk dirinya,tapi Jeje tidak mau memboroskan uang suaminya.
"Jangan kayak orang susah mam,sekarang lo itu istri dari tuan Xander Clark ,punya suami kaya mah harus di manfaatin," jawab Raya sambil tertawa,sedangkan Jeje hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Raya.
"Ayo kita ke salon nya burung hantu saja," Raya menggandeng tangan Jeje.
"Iya,si ember itu lho," Jawab Raya,membuat Jeje semakin bingung.
Sampai di salon yang dimaksud Raya,mereka di sambut pria gemulai.
"Wahh,ada si mulut pedas dan gadis kecil" Ema bersorak heboh,karena uang di atm nya akan bertambah banyak karena kedatangan dua gadis itu.
"Hai,Ema.. Hai,burung hantu" Jeje dan Raya menyapa Ema bersamaan.
"Kenapose kalean enggak hubungi eike dulu kalo mau datang ke sindang? Kan eike bisa kosongin nih salon" ucap Ema,dengan gaya gemulainya.
"Mampir Cin ! Sekalian aja perawatan biar kulit kita kinclong" Ucap Raya,menirukan gaya berbicara Ema.
Ema mencebikan bibirnya kesal,membuat Jeje terkekeh karena sikap Ema yang lucu.
"Eh ,yei gadis kecil. Ekei ada perawatan khusus buat Yei,biar oppa Xander makin klepek-klepek sama Yei" Ucap Ema cekikikan.
"Ikan kali klepek-klepek" Raya menimpali. "Eh,buat gw enggak ada perawatan khusus ?".
"Enggak karena perawatan ini khusus untuk gawang yang sudah jebol,hi hi hi" Ucap Ema dengan gaya kemayu.
Sedangkan Jeje bersemu merah saat mendengarkan ucapan Ema,lain dengan Raya yang memutar kedua bola matanya malas.
__ADS_1
"Ih,Yei kayak masih perawan aja masih malu meong. Eh,gimana tongkat baseballnya Oppa Xander ? Pasti gede dan kuat ya ?" Tanya Ema tanpa malu.
"Miss Em !" Kesal Jeje,sedangkan Ema tertawa terbahak melihat ekpsresi Jeje malu dan wajahnya sudah semerah tomat.
Astaga,enggak disini atau dirumah sama saja. Pada mesum !. Batin Jeje.
"Ih,burung hantu ! Lo bikin mami gw malu tahu !" Raya melototi Ema,bukannya takut Ema malah semakin tertawa terbahak.
"Hi hi hi,telinga Eike geli-geli manja denger Yei manggil gadis kecil dengan sebutan mami" Ucap Ema kepada Raya.
"Udah ah,dari tadi ngomomg terus yuk langsung cap cus aja" Ema menuntun kedua gadis itu menuju ruang VVIP.
Raya dan Jeje menikmati perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah 4 jam barulah keduanya selesai.
Raya dan Jeje melakukan pembayaran dengan kartu hitam yang mereka pegang.
"Wahh,kartu ajaib" jiwa Ema meronta saat melihat dua kartu hitam itu.
"Ini bayarnya masing-masing ?" tanya Ema.
"Yuppss tentu saja" jawab Raya.
"Apa enggak sekalian aja Ray ?" tanya Jeje.
"No ! Ini aku sudah di nafkahi sama Om gantengku" jawab Raya sambil memeluk kartu hitam itu.
"Ya,tapi kan -" Sebenarnya Jeje merasa tidak enak jika Raya harus membayarnya sendiri.
"Udah lama ! Kesindangin kartu ajaibnya" Ema merebut dua kartu ajaib itu.
"Nih udah,makasih ya sering-sering aja ke sindang,hi hi hi hi" Ucap Ema,menyerahkan dua kartu ajaib itu beserta struk pembayarannya.
"Hah !! 300 juta ?" Pekik Jeje,saat melihat struk itu.Hanya untuk perawatan saja,mengeluarkan dana sebesar itu.
Jiwa misquen Jeje meronta 😆
"Ih,mami ! Uang segitu bagi Daddy hanya seperti upil ! Jadi jangan kaget,mami harus terbiasa hidup dengan kemewahan yang daddy berikan" Ucap Raya,lalu menggandeng Jeje keluar dari Salon itu.
"Ta tapi kalau Daddy marah bagaimana ?" Jeje merasa takut karena menghamburkan uang segitu banyaknya.
"Ya,palingan juga Daddy ngurung mami di dalam kamar, ha ha ha ha" Raya tertawa terbahak.
"Raya !!!!"
Seperti upil katanya 😅😅
Jangan lupa hadiahnya ya dan juga like nya 🌹😘😘😘😘
__ADS_1