My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Pengganggu kecil


__ADS_3

Raya menatap kesal suaminya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Sudah jangan kesal terus." Ucap Devan terkekeh,Sambil merebahakan dirinya di samping sang istri.


"Cih ! Tanganku rasanya ingin patah karena mengasah golokmu itu !" Kesal Raya.


Bagaimana tidak kesal ! Jika Raya mengasah golok Devan dengan tangannya selama hampir dua jam di tambah lagi Raya sangat mual dengan bau suaminya itu.


"Resiko." Jawab Devan.


"Resiko apa ?" Kesal Raya.


"Ya,Resiko mempunyai suami yang perkasa,harusnya kau bangga karena mempunyai suami yang serba perkasa apalagi mempunyai golok super jumbo" Ucap Devan dengan narsis dan berhasil membuat Raya bertambah kesal.


"Jika aku bisa meminjam kantong ajaib Doraemon,aku akan meminta alat pengecil golok mu itu !" Sungut Raya.


"Hei ! Jika golokku kecil kau tidak akan puas dan mendesah,kau mau seperti itu ?" Tanya Devan, sambil menahan tawa.


"Tentu saja tidak— Eh ?" Raya segera menutup mulutnya sendiri.


Dasar bodoh ! Batin Raya.


Devan menyipitkan matanya sambil menatap istrinya dengan intens. Padahal dalam hati Devan sedang tertawa terbahak.


"Jangan menatapku seperti itu !" Sungut Raya,lalu memalingkan wajahnya.


"Cie,malu" Goda Devan,sambil menoel tangan Raya.


"Ish,apaan sih !" Raya menepis tangan Devan.


"Cie,marah" Goda Devan lagi,tapi kali ini ia mencolek dagu Raya.


"Ih !!Jangan colek-colek" Kesal Raya,kemudian ia memberi pembatas berupa guling di tengah-tengah tempat tidur.


"Untuk apa kau memasang guling sialan ini di tengah-tengah kita ?" Tanya Devan dengan nada kesal.


"Karena dede gondrong tidak mau dekat-dekat sama papinya."


"Awas,kalau Om lewatin batas ini." Ucap Raya,sambil menepuk guling pembatas itu berulang kali.


"Kau menantangku ?" Devan menyeringai licik,kemudian ia mendang Guling pembatas tersebut dengan kasar hingga jatuh teronggok diatas lantai marmer yang dingin.


Oh ! Guling malang sekali nasib mu. 😆


"Ya !! Apa yang kau lakukan? Aku benar-benar mual" Keluh Raya,ketika ia tubuhnya ditindih oleh Devan


"Hiksss... Hiksss... Om kau sangat bau. Aku tidak berbohong" Raya akhirnya menangis dan membuat Devan kelabakan.


"Sayang,jangan menangis. Maaf,aku kira kau berbohong." Ucap Devan,lalu beranjak dari atas tubuh istrinya.


"Kau sangat menyebalkan ! Aku tidak mau tidur denganmu !" Ucap Raya di selingi dengan tangisan tapi juga terdengar tegas.


BOMM


Devan mendadak lemas seketika saat mendengar ucapan istrinya,yang di tidak mau tidur dengannya.


"Sayang,kau tega dengan suamimu yang tampan ini ? Dan aku mana bisa tidur tanpa memelukmu." Ucap Devan dengan nada memelas.

__ADS_1


"Bodo amat ! Berani mendekat maka jatah jungkat-jungkit Om akan ku pangkas habis sampai sembilan bulan nanti." Ucap Raya,kemudian ia menaikan selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Sayang." Rengek Devan sambil menendang kaki Raya pelan dan berulang kali. Tapi Raya tidak merespon sama sekali.


"Huh,baiklah. Demi Dede gondrong dan kesejahteraan golok ku. Aku tela tidur diatas Sofa." Ucap Devan,meratapi nasibnya. Kemudian Devan beranjak dari tempat tidur nya lalu mengambil selimut lainnya dari dalam lemari.


Bruk


Devan merebahkan dirinya diatas Sofa yang ukurannya luamayan besar itu dengan kasar.


"Huh." Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Kenapa nasibku lebih mengenaskan dari pada Daddy ya." Tanya Devan,pada dirinya sendiri.


"Cukup satu saja,tidak ada lagi gondrong-gondrong lainnya." Ucapnya lagi,dan tak berselang lama ia terlelap dalam tidurnya diatas Sofa tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jeje menggeram kesal karena ulah suaminya.


"Dad,sudah ! Choco chipsku rasanya pedih sekali." Keluh Jeje,karena suaminya itu terus mengemutt Choco chipsnya seperti Ansel.


"Iya sebentar lagi." Ucap Xander tak jelas,karena mulutnya masih di sumpal dengan botol gantung.


"Ayolah Dad,itu semua milik Ansel." Keluh Jeje lagi.


Tak berselang lama Xander selesai dengan aktifitasnya.


Pluk


Xander melepaskan Choco chips tersebut dengan kasar,kemudian ia mengusap bibirnya.


"Hokkkkkk" Xander bersendawa dengan kencang,seolah-olah dirinya kekenyangan karena meminum kuah susu.


"Kenyang sayang" Ucap Xander tertawa,lalu membetulkan penutup botol gantung tersebut dengan rapih.


"Dasar !"


"Habisnya aku kesal karena harus berpuasa tiga bulan,jadi jangan salahkan aku jika terus menggrayangi tubuhmu yang semakin terlihat seksih ini" Ucap Xander,kemudian memeluk Jeje dari belakang.


Xander semakin tergila-gila dengan Jeje,apalagi tubuh Jeje semakin seksoy setelah melahirkan Four J.


"Modus !!"


"Aku memang modus,karena tanpa modus aku tidak bisa mendapatkanmu." Ucap Xander,terkekeh sambil menciumi pundak Jeje yang putih dan mulus itu.


"Pintar gombal ya sekarang." Jeje membalikan badannya kemudian menatap wajah suaminya yang terlihat sangat tampan walau usianya tidak muda lagi.


"Dan itulah aku." Ucap Xander,sambil menyingkarkan helaian rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Panda-panda apa yang paling imut dan manis?" Tanya Xander,mulai mengeluarkan gombalan recehnya.


"Semua panda imut dan manis,mungkin" Jawab Jeje,masih menatap wajah suaminya.


"Ada satu panda yang paling imut dan manis dan pastinya tidak membosankan." Ucap Xander.


"Panda apa tuh ?" Tanya Jeje.


"Ku Puandangin wajahmu."

__ADS_1


Ea ea eaaaa. 😆


Bluss


Wajah Jeje merona malu karena mendengar gombalan receh suaminya itu.


"Apaan sih." Jawab Jeje masih merona malu.


Sedangkan Xander tersenyum geli sendiri dan ia pun tidak menyangka jika menikahin Jenita putri bisa membuat hidupnya sempuran dan sebahagia ini.


"Baper." Ucap Jeje dengan gemas sambil mencubit kedua pipi suaminya.


"Jangan mencubit kedua pipiku" Ucap Xander.


"Memang kenapa ?" Tanya Jeje.


"Nanti kau ketagihan" Ucap Xander lagi sambil terkekeh geli.


"Ih !! Dasar" Ucap Jeje,kemudian memeluk suaminya.


"Aku mencintaimu" Bisik Xander.


"Aku juga sangat mencintaimu Daddy. Walaupun usia kita berbeda sangat jauh,tapi cintaku padamu tidak akan berubah justru semakin bertambah" Balas Jeje,lalu mengecup rahang tegas suaminya yang di tumbuhi bulu-bulu kasar disana.


"Terimakasih atas cinta dan kebahagiaan yang telah kau berikan,Honey." Ucap Xander,semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan berterimakasih,Dad. Kau berhak di cintai dan juga bahagia. We love you, Daddy." Ucap Jeje,lalu mencium bibir Xander dengan lembut dan penuh cinta.


"Aku juga mencintai kalian" Balas Xander,kemudian ia mematuk bibir istrinya dengan ganas dan mellumatnya kasar.


"Ah,aku jadi ingin" Keluh Xander,ketika melepas pagutannya.


"Ya,aku merasakannya" Jawab Jeje,saat merasakan sesuatu yang menonjol dibawah sana.


Xander memejamkan matanya,keadaan inilah yang sangat menyiksa dirinya saat ini.


"Mau aku bantu atau mau sama Miss Lux ?" Goda Jeje,sambil terkekeh geli.


"Kau meledekku?" Kesal Xander.


"Tidak ? Aku hanya menawarkan bantuan saja." Jawab Jeje menahan tawa.


"Baik kalau begitu,maka kau harus—" Ucapan Xander berhenti ketika mendengar suara ketukan dari pintu penghubung kamarnya dan kamar Four J.


"Ada apa,mbak ?" tanya Jeje,ketika membuka pintu tersebut hanya sedikit.


"Maaf,nyonya. Tuan Muda Ansel tidak berhenti menangis" Ucap Baby sitter tersebut menunduk takut.


"Sebentar aku akan kesana." Ucap Jeje,lalu menutup pintunya kembali.


"Ada apa?" Tanya Xander.


"Maaf,Dad. Aku tidak bisa membantumu karena Ansel menangis" Ucap Jeje berlalu bergitu saja setelah mengatakan hal tersebut.


Xander menatap pedang pusakannya yang sudah berdiri tegap sambil berucap.


"Dasar pengganggu kecil." Gerutu Xander,lalu berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Kasian kedua lelaki itu😆


Kasih hadiahnya yang banyakkk ya ! Please🥺


__ADS_2