My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Sudah menegang


__ADS_3

Pada kangen sama daddy kan ?


Kasih Vote sama hadiah dulu! Dan budayakan kasih like setelah membaca !


Karena satu like dari kalian sangat berharga untuk emak yang solehah ini πŸ˜†


Karena di selimuti rasa kesal dihatinya,membuat Xander tidak fokus bekerja dan akhirnya ia pun memutuskan pulang ke rumah untuk berkumpul dengan keluarganya dan juga ingin segera memberi pelajaran kepada istri cantiknya,karena sudah membohongi dirinya.


Jeje yang tengah duduk di atas karpet tebal yang ada di ruang tengah bersama Four J dan para baby sitter pun terkejut ketika melihat suaminya pulang dari kantor.


"Dad?" Panggil Jeje.


Xander menoleh dan menghampiri istrinya tersebut yang tengah memangku si manja Ansel.


Xander menyapa ke empat anaknya,tapi yang terakhir ia sapa adalah si bungsu yang manja sambil berucap,


"Ansel,daddy pinjam mami sebentar ya." Ucap Xander,lalu mengambil tubuh mungil Ansel dan di berikan kepada Babby sitter.


Seolah mengerti ucapan Daddynya,Ansel yang tadinya rewel saat berpindah tangan pun langsung diam dan tersenyum.


"Good Boy !" Ucap Xander mengelus pipi Ansel dengan lembut.


"Dan kau,Sayang ! Ikut aku." Ucap Xander sambil menatap tajam istrinya,kemudian berjalan kamar.


"Mbak,aku nitip Four J." Ucap Jeje,sebelum mengikuti suaminya.


"Baik Nyonya." Jawab Ke empat baby sitter bersamaan.


Jeje membuka pintu kamarnya dengan perlahan.


Mampus kau Je,bersiaplah tanganmu akan kram dan kesemutan. Batin Jeje.


Jeje melihat suaminya sudah duduk bersandar di Arena pertempuran sambil memasukan kedua tangannya ke dalam kantong celana dan menatap tajam dirinya.

__ADS_1


Glek


Jeje menelan ludahnya kasar ketika mata berwarna abu itu kian menajam,seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.



Seperti ini gaya Daddy,menantang kan?πŸ˜†


"Kesini." Ucap Xander,sambil menggerakkan jari telunjuknya


Jeje menatap suaminya lalu menunduk lagi dan menghampirinya Xander dengan perlahan.


"Dad,maaf." Ucap Jeje pada akhirnya dan mengakui kesalahannya.


"Kemarilah." Xander menepuk sisi sebelahnya yang kosong.


Tak


"Sakit." Rengek Jeje,sambil mengelus Dahinya.


"Beraninya kau membohongi diriku." Kesal Xander,lalu mengecup dahi Jeje yang baru saja ia sentil.


Ah,Daddy segitu sayangnya sama Mami Jeje.πŸ˜†


Jeje mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Xander tidak tega untuk memarahi istri cantiknya itu.


"Untung kau menggemaskan !" Gerutu Xander.


"Ah,Daddy." Rengek Jeje dangan manja lalu memeluk lengan kekar tersebut.


"Tapi,jangan harap kau bebas ketika si merah itu sudah pergi !" Bisik Xander,tepat di belakang leher Jeje,membuat tubuh Jeje meremang.


"Iya,Dad." Lirih Jeje,ketika Xander sudah menciumi lehernya.

__ADS_1


"Heum?" Masih sibuk mengecupi leher Jeje dan memberikan jejak cinta disana.


Xander membalikan tubuh Jeje lalu menatap wajah cantik istrinya yang selalu membuat hatinya meleleh.


Cup


Xander mengecup bibir Jeje dengan lembut dan Jeje pun menerimanya dengan baik.


Dan terjadilah aksi saling mematuk dan menyosor antara kedua bibir tersebut hingga menimbulkan suara kecipak-kecipak.


"Pedangku sudah menegang." Bisik Xander,mengarahkan tangan Jeje ke tonjolan di bawah sana.


Jeje membelai dan mengusap lembut pedang milik suaminya tersebut. Membuat Xander merem melek dan jangkunnya naik turun ketika merasakan usapan lembut dan menggoda.


Srek


Jeje menurunkan resleting Celana Xander dengan perlahan.


"Asah dia sayang." Ucap Xander serak.


Jeje tidak menjawab,melainkan langsung mengeluarkan pedang panjang tersebut dari kantongnya.


Tok..Tok


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dengan keras dari luar kamarnya,dan membuat Jeje menghentikan aksinya.


"Sial !"


πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Gak jadi....anu 🀣


Tambahin Vote dan hadiahnya,pleaseπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2