My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Lubang semut atau lubang belut ?


__ADS_3

"Ahh,Om jangan," Raya menahan tangan Devan yang akan membuka sesuatu dibawah sana.


"Aku menginginkan nya !" Ucap Devan lalu ingin membuka Underware Raya.


"Om !"


Bugh


"Arghhh" Lagi-lagi Raya menendangnya.


"Kau kejam sekali !" Pekik Devan sambil mengusap perutnya yang terasa sangat sakit.


"Lagian mesum !!" Raya memukul Devan dengan batal berulang kali.


"Bersabar sebentar lagi !" Kesal Raya.


"Oh,Astaga. Hampir saja aku melukai mu" Keluh Devan lalu memeluk Raya. "Maaf ya" Devan mengecup keninga Raya.


Ciee para readers kecewa ha ha ha haa.(ketawa jahat)๐Ÿคฃ


"Iya,tapi jangan lagi" Ketus Raya.


"Tapi,nyicil sedikit memang gak boleh ya ?" Tanya Devan,membuat Raya melolot.


"Boleh" Raya mengangguk.


"Benarkah ? Ayo kita lakukan" Ucap Devan tidak sabaran.


"Ya lakukanlah,tapi setelah ini golokmu itu akan di tebas oleh Daddy hingga ke telornya !" Kesal Raya.


"Astaga !" Devan dengan cepat memegang goloknya yang sudah mulai loyo.


"Makanya jangan macam-macam ! Aku ini anak perawan jadi kau harus bersabar. Oke" Raya mengerlingkan matanya nakal.


"Raya !! Jangan menggodaku terus!" Umpat Devan.


"Ha ha ha haa" Raya malah tertawa terbahak.


"Sudah,jangan ngambek nanti kalau kita udah nikah,Om bebas mau main jungkat-jungkit atau mau ngasah golok Om sampai kinclong juga tidak masalah" Ucap Raya,sambil menoel hidung Devan yang terlihat kembang kempis.


Hidung beneran lho ya.๐Ÿ˜†


"Bahasamu Frontal sekali sih !" Ketus Devan lalu memakai boxernya kembali.


"Ya tuhan,kenapa jadi imut-imut begitu sih ?" Ucap Raya,saat melihat Golok Devan melambai-lambai imut,tapi jika sedang bangun seperti talas bogor besar dan panjang.


Devan menonyor kepala Raya.


"Mesum !!" Ucap Devan.


Begitulah keduanya,sudah sama-sama melihat satu sama lain tapi mereka tidak melewati batas hanya sebatas pegang dan menoel-noel manja. ๐Ÿ˜…


"Ayo,aku akan mengantarkanmu pulang. Pusing kepalaku jika kau berada disini" Ucap Devan,sambil mengambil kunci mobil dan dompetnya.


"Eh,hadiahnya itu bagaimana ?" Tanya Raya cemberut.


"Oh iya ya" Devan berjalan menuju balkon dan mengambil hadiah dari Raya.

__ADS_1


"Wah,ini syal untukku ?" tanya Devan kepada Raya. Devan mencoba Syal berwarna hitam itu.


"Iya tentu saja untuk Om mesum ku" Ucap Raya,kemudian memeluk tubuh kekar Devan dari samping.


"Hemm,aku jadi curiga jika kau bersikap manis seperti ini" Ucap Devan,sambil mengelus tangan Raya.


"He he hee,Om memang paling mengerti aku" Ucap Raya.


"Apa yang kau inginkan,Hem ?" Devan menyatukan keningnya dengan kening Raya.


"Korea. Aku ingin kesana,boleh kah ? Dan jika kita nanti bulan madu kesana ya." Mohon Raya dengan manja.


"Aku akan memikirkannya" Jawab Devan cuek. "Terimakasih Syalnya sayang. I love U"


Cup


Devan mencium bibir Raya sekilas,lalu segera meninggalkan Raya.


"Om Devan !!!" Teriak Raya,sambil menghentak-hentakan kakinya kesal.


โ™กโ™กโ™กโ™ก


"Bibirnya minta di kiss ya ?" tanya Devan,saat mereka berada di mobil Raya.


Raya hanya diam sambil menyilangkan tangannya di dadanya,dan bibirnya sedikit manyun kedepan.


"Sayang ?" Panggil Devan,saat Raya sama sekali tidak meresponnya.


Dasar anak kecil. Batin Devan.


"Aku akan memikirnya,oke" Ucap Devan,sambil fokus menyetir karena ia sedang perjalanan mengantar Raya pulang.


"Ayolah,jangan diam saja ! Aku lebih suka Raya yang berisik dan cerewet" Ucap Devan,menghela nafasnya.


"Aku malas bicara sama Om !".


"Oke-oke,sekarang apa keinginan mu selain kekorea ?"


"Tidak ada ! Dasar pembual !" Maki Raya.


"Hei ! Siapa yang membual ? Aku ? Pernah aku tidak memberikan apa yang kamu inginkan ?" Tanya Devan,kesal.


"Pernah !"


"Kapan ?"


"Hari ini ! detik ini ! Arggg,aku kesal sekali sama Om ! Om kan sudah berjanji akan mengijinkan aku ke Korea asal sama Om ! tapi Buktinya ?!" Sungut Raya.


"Hah" Devan,membuang nafasnya kasar.


"Jadi karena itu kau marah ?" Raya mengangguk.


"Dengarkan aku,semua hal harus dipertimbangkan lebih dulu,apa lagi kau tahu kan posisiku di Holitron Grub ? Tidak semudah itu mengambil Cuti mendadak,apa lagi pernikahan kita tinggal satu bulan lebih enam hari" Keluh Devan,ia tidak menyangka jika Raya mengingat janjinya itu.


"Kau itu menantu dari Xander Clark dan Jika kau berbicara dengan Daddy,pasti Daddy akan memberikanmu Cuti lebih lama" Sungut Raya,tidak mau kalah.


"Kau tahukan, jika aku sudah lama ingin liburan kesana !" Lanjutnya dengan nada kesal.

__ADS_1


"Mengertilah sayang. Jika hanya untuk ke Korea,itu bisa kapan saja. Oke !" Tegas Devan,membuat Raya semakin manyun.


"Hem" Raya menundukan Wajahnya. Karena jika Devan sudah berkata tegas,ia tidak berani membantah lagi.


Padahal Korea itu sangat romantis jika untuk berbulan madu. Batin Raya,ada rasa kesal dan juga kecewa.


Tak berselang lama mereka sampai di kediaman keluarga Clark.


"Sayang,maafkan aku" Ucap Devan,sebelum mereka turun dari mobil.


Raya mengangguk lalu tersenyum. " Tidak apa-apa,karena aku terlalu egois terhadap Om" Ucap Raya,kemudian Devan memeluk Raya dengan erat.


Keduanya turun dari mobil dan memasuki rumah bersama.


"Wah,Oma sudah menjadi manusia normal lagi " Celetuk Raya,saat melihat Oma Airin duduk sambil menonto Tv di ruang tengah.


"Memangnya kau pikir Oma mu ini manusia super ?" Ketus Oma Airin.


"Lebih tepatnya manusia aneh,he he he,"


"Devan,sepertinya kau harus mencari pengantin pengganti ! Lihat calon istrimu gesrek sekali,apa kau kuat menghadapi sikap bar-barnya itu ? ha ha ha" Balas Oma,membuat Raya kebakaran jenggot.


Devan hanya menggelengkan kepalanya,sambil duduk di sebelah Oma Airin.


"Oma,persiapan pernikahanku sudah berapa persen" Bisik Devan,membuat Oma Airin memicingkan matanya.


"Kenapa ? Apa kau sudah tidak tahan untuk membobol lubang semut ?"


"Hah,lubang semut ?" Beo Devan.


"Iya ! Gawangnya Raya kan masih sempit dan seperti lubang semut,ha ha ha ha" Jawab Oma Airin,sambil tertawa terbahak


"Oma !!" Pekik Raya dan menatap Raya kesal.


"Apa kenapa ? Jangan bilang kalau lubang mu sudah menjadi lubang belut ?" Ucap Oma Airin.


"Astaga !" Devan sampai menepuk jidatnya karena terkejut dengan ucapan Oma.


"Tentu saja tidak !" Tegas Raya,membuat Oma tertawa terpingkal.


"Kemana Bos dan nyonya bos,Oma" Devan mengalihkan pembicaraan.


"Lagi nyari orang arab yang berjambang" Ucap Oma Airin,sambil memakan cemilan yang ada di dalam toples.


"Buat apa ?" Tanya Raya.


"Mamimu mengidam ingin mengelus jambangnya orang Arab. Astaga ! Ada-ada saja keinginan ibu hamil itu" Ucap Oma Airin menggelengkan kepalanya.


"Pfftttttt,ha ha ha ha" Devan dan Raya tertawa terbahak bersama.


"Gara-gara jambang,pasti sekarang Daddy sedang menahan emosinya" Ucap Raya,ia tidak dapat membayangkan ekpresi ayahnya ketika mami Jeje,mengusap wajah pria lain.


"Yang lebih parahnya lagi,Jeje meminta Xander juga mengusap jambang orang arab jika ketemu,ha ha ha."


"Hahh !!! Ha ha ha ha" Lalu ketiganya tertawa bersama,membayangkan betapa sialnya Seorang Xander Clark jika melakukan hal itu.


Aduhh Emak Otor sakit perut gara-gara omongan Oma dan ke inginan Mami Jeje๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


Tambahin Vote sama hadiahnya ๐Ÿ™


__ADS_2