
Hari semakin malam Raya segera pulang kerumah diantar oleh Devan.
"Udah deh enggak usah di tekuk terus mukanya,nanti ganteng nya hilang lho" Raya menoel tangan kiri Devan yang tengah memegang Stir.
"Bisa diam gak !" Kesal Devan.
Bagaimana tidak kesal ? Goloknya ngambek karena ulah Raya dan alhasil dia harus menenangkan goloknya di kamar mandi selama satu jam. Sedangkan pelakunya tidak merasa bersalah sama sekali.
Sial ! Tanganku rasanya pegal sekali. Maki Devan dalam hati.
"Uluh-uluh Calon suami aku makin ganteng deh,he he hee. Sabar masih 43 hari lagi,kamu bisa puas ngasah golok kamu sampai tajam" Ucap Raya,membuat Devan semakin lesu.
"43 hari lama sekali !" Keluh Devan,sedangkan Raya memutar bola matanya malas.
Xander menatap tajam Devan dan Raya,yang baru memasuki rumah.
"Sudah jam berapa ini ?"
"Jam 10 malam,Dad" Jawab Raya menampilkan senyum manisnya,membuat Xander menghela nafas kasar.
"Pulang sana!" Xander mengusir Devan.
"Oke Bos ! Saya antar Raya masih dalam keadaan utuh" ucap Devan membuat Xander melotot kemudian menepuk bahu Devan dengan keras.
"Terimakasih !" Devan meringis sambil menggerakan bahunya yang terasa nyeri.
"Raya,masuk !" Titah Xander.
"Ih,mau kiss kiss dulu sama Om" Ucap Raya membuat Devan menepuk jidat.
Cup
Cup
Cup
Secepat kilat Raya mencium kedua pipi dan bibir Devan,membuat Devan mlongo karena melihat keberanian Raya. Sedangkan Xander mengusap wajahnya kasar.
Astaga,kenapa putriku sangat mesum sekali !.Batin Xander kesal.
"Raya !!!" Bentak Xander.
"Iya iya,bye om tampan" Raya langsung berlari menaiki tangga.
Raya kau membuatku dalam masalah. Batin Devan.
"Senang ya ?" Sindir Xander dan menatap tajam Devan.
"Saya tidak melakukan apa-apa" Jawab Devan sambil mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
"Kau -".
"Daddy !" Teriak sang ratu,saat melihat Xander akan memukul Devan.
"Honey ? Kenapa bangun ?" Xander menoleh kebelakang ternyata ada istri tercintanya sedang memelototinya.
"Karena Daddy tidak ada di sampingku" Ucap Jeje manja lalu bergelayut manja di lengan kekar Xander.
Jeje,kau memang penyelamat. Batin Devan.
"Uh,ibu mertua manis sekali" Ucap Devan,menggoda pasangan bucin itu.
"Bicara lagi akan aku cabut SIM mu !" Ancam Xander.
"SIM ?" beo Devan.
"Surat Izin Menikah !" Ucap Xander menatap sinis Devan.
"Dad,bisa tidak sih kalian itu berdamai ? Sebentar lagi Devan akan menjadi bagian dari keluarga kita !" Kesal Jeje,dan membuat Xander menghela nafas.
"Huh,baiklah" Ucap Xander,menurut pada Ratu hatinya.
"Cie,si singa udah jadi kucing yang sangat imut " ledek Devan.
"Devan !!!" Teriak Jeje dan Xander bersamaan.
"Oke ! Oke saya pulang mami dan Daddy" Ucap Devan sambil mengerling nakal menggoda Jeje.
"Daddy ! kau membuat anak-anak takut !". Ucap Jeje sambil mengelus perutnya yang masih datar.
"Aku kesal padanya ! Beraninya dia bermain mata denganmu !"
"Sudahlah,dia kan cuma bercanda,lagian kenapa harus dianggap serius sih ?" Jeje sangat kesal pada Xander.
"Oh jadi kau sangat suka ya di goda olehnya !" Ketus Xander.
"Astaga terserah lah ! Padahal aku ingin mengajak Daddy mengasah pedang,tapi ya sudah lah sepertinya Daddy sedang tidak Mood" Ucap Jeje sambil berlalu dan menaiki anak tangga.
"Mengasah pedang ? Honey tunggu ! Siapa bilang aku tidak mood" Xander mengejar istrinya dengan semangat 45.
Xander memasuki kamarnya dan ternyata ia disambut istrinya yang tengah bersandar di pintu kamar mandi dengan gaya yang sangat sensuall apa lagi Jeje memakai baju haram berwarna merah terang.
Tidak perlu ditanya lagi bagaimana reaksi Daddy Xander,apalagi pedangnya sudah mengangguk-anggukan kepala dan meneteskan air liurnya.
"Hai,Daddy ? Bagaimana aku seksih kan ?" Ucap Jeje dengan gaya manjah.
Semenjak dirinya hamil, gairah sekss nya meningkat dan itu sangat menguntungkan untuk Daddy Xander.
__ADS_1
Setiap malam pasti Jeje meminta jatahnya dan senang hati Xander memberikan Servis terbaik untuk istri tercintanya.
"Sangat,sangat cantik" Xander menatap Jeje tidak berkedip lalu ia menghampiri istrinya dan meraup bibir mungil berwarna pink itu.
"Ssshh Ahh" Jeje mendessah enak di sela pagutannya saat Xander meremat pepaya gantungnya dan memelintir Coco Chips yang masih berbalut kain.
"Sudah siap untuk terbang kelangit ketujuh ?" Tanya Xander dengan wajah yang sudah memerah karena gairahnya sudah di ubun-ubun.
Jeje mengangguk lalu Xander mengangkat tubuh istrinya menuju area pertempuran. Helaian kain yang menempel di tubuh keduanya mulai terbuang dan teronggok diatas lantai,kedua nya kini sudah sama-sama polos seperti bayi.
Xander melakukan pemanasan sebentar agar istrinya merasa rilex dan nyaman.
"Ah,Daddy emmpp ahh" Jeje meracau saat Xander menenggelam kan wajahnya dibagian intinya.
Jari dan lidah Xander aktif bersamaan disana mengobok-obok bagian intinya,membuat Jeje semakin terbang melayang.
"Ouhh ahh,Dadd,aku samp- Ahhh yeahhh" Jeje meremat rambut Xander dan semakin menenggelamkan wajah Xander dibawah sana.
"Kau sangat basah sayang" Ucap Xander lalu meraup bibir Jeje dengan sangat rakus,keduanya saling mematuk dan membelit lidah.
Tangan kanan Xander menuntun pedang panjangnya untuk memasuki si sarung sempit milik Jeje.
"Arghhhh" racau keduanya saat pedang itu melesak sempurna di dalam sana.
Xander melakukannya dengan sangat pelan dan hati-hati,mengingat di dalam sana ada calon anak-anaknya.
Kini desaahan,racauan dan bunyi Decapan menggema di markas tempur itu. Keduanya sangat menimati dan saling memuaskan hingga akhirnya Jeje mencapai puncak,begitu juga Xander mengeluarkan Vla puding di dalam rahim Jeje.
Xander mencabut pedangnya lalu ia menggulingkan tubuhnya di samping Jeje.
"Terimakasih sayang" Ucap Xander lalu melabuhkan ciuman hangat di kening dan bibir Jeje. Sedangkan Jeje sudah kelelahan dan mulai memejamkan matanya. Xander menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih polos dan merengkuh tubuh Jeje kedalam dekapan hangatnya.
Jika di markas tempur sedang terjadi pertarungan yang sangat panas beda di kamar Raya yang sedang memilih Lingerie seksih untuk ia kenakan di malam pertama nanti.
"Aduh,pilih yang mana ya ? Tidak ini kurang seksih" Raya melemparkan lingerie itu kesembarang arah.
"Oma sih ngasih solusinya setengah-setengah ! Jadi bingungkan !" Kesal Raya.
"Huhh,yang ini aja deh biar Om Devan nanti ngiler saat melihat body aku yang seksoy ini,hi hi hi". Raya memilih baju haram berwarna merah cabe transparan seperti saringan tahu.
"Eh,tapi aku minta saran juga deh sama mami ,cara memuaskan suami,hi hi hi" Otak Raya menjadi Traveling apa lagi sebelumnya dia melihat golok Devan yang mengangguk.
"Aduh,otak gw jadi ngeres gini eh tapi pasti sakit banget kalau dimasukin golok Om Devan,secarakan golok Om Devan sebesar ini" Raya memegangi lengannya sendiri.
Hot kan ? Othor aja sampai engap 🤣🤣🤣
Astaga Raya ! Lagi-lagi Oma yang jadi biangnya 🤣🤣🤣🤣
Entar malam up lagi
__ADS_1
Kasih Hadiah,vote dan like ! awas kalau enggak dikasih ! Ku cubit ginjal kalean atu-atu !