My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Yang aku butuhkan hanya kamu !


__ADS_3

Yang kemarin tanya ' Thor Part Raya sama Devan mana ?'


Nih Emak kasih,tapi awas saja ya kalau kalean gak ngasih Vote sama hadiah 👊


Sudah satu minggu Raya membantu Devan untuk mengurus perusahaan Daddynya,selama itu juga Xander berada dirumah dan memanjakan istrinya yang tengah mengandung 4 tuyul.


Hari ini Raya terlambat bangun karena ia ingin bersantai di hari Weekend.


"Morning menjelang siang Dad,Mam,holla Oma ?" Sapa Raya,sambil menciumi satu persatu pipi mereka.


"Siang Sayang" Jawab Xander dan Jeje bersamaan,sedangkan Oma sibuk berselfi ria dengan pakaian nyetriknya.


"Oma ! Udah jangan selfie terus nanti kamera HP Oma Pecah" seru Raya,sambil duduk di samping Xander.


"Enak saja ! Kamera HP Oma ini sudah di lapisi diamon jadi anti pecah dan retak walau di terjang badai dan bajir bandang sekali pun" Ucap Oma Airin tanpa mengalihkan pandangannya.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


"Wihh,bagaimana ? Keren kan ?" Oma Airin memperlihatkan fotonya pada Jeje.


"Astaga Oma !" pekik Xander lalu menutup kedua mata Jeje dengan telapak tangannya.


"Hih ,kalian ini tidak tahu gaul ya ? Lihat ini keren tahu !" Oma Airin mencebikan bibirnya kesal.


"Ha ha ha,sepertinya Mami harus mandi kembang tujuh rupa agar ke empat adikku tidak terkontaminasi kegesrekan Oma" Raya Terbahak.


Pletak


Oma Airin menimpuk Raya dengan sepatunya. Untung sepatunya itu terbuat dari spons jadi Raya tidak merasa kesakitan.


"Cucu kurang ajar !" Maki Oma Airin,bukannya takut Raya malah semakin terbahak.


Oma Airin lalu berdiri dari duduknya dan berselfi lagi sambil menampilkan senyuman manisnya.


"Ha ha ha haaa,Daddy coba lihat Oma seperti ha ha haaaa" Raya tidak dapat melanjutkan ucapannya.



Seperti ini penampilan Oma Airin,bagaimana cantik kan ? 🤩


Xander dan Jeje hanya menahan tawa.


"Sayang,sepertinya benar yang dikatakan Raya jika kau harus mandi kembang 7 rupa,ha ha ha haa" Xander yang biasanya bermuka datar saja sampai tertawa terbahak.


"Daddy !" Jeje menimpuk Suaminya dengan bantal sofa lalu dengan cepat Xander menangkap bantal itu untuk di gunakan menutupi wajahnya,terdengar jelas jika Xander masih tertawa terbahak di balik bantal itu.


"Wah ! Kalian memang benar-benar ya " Oma Airin berkacak pinggang.


Sedangkan para pelayan yang ada disana saja sampai tertawa terkencing karena melihat kelakuan Oma.

__ADS_1


Oma sebenarnya tidak marah,tapi hanya sedikit kesal saja,tapi tidak apa. Membuat orang tertawa kan suatu kebaikan juga kan ?.


Raya sudah berlari keluar rumah dan memasuki mobilnya,meninggalkan Keluarganya yang gesrek itu.


Tujuannya kini adalah apartemen Om Devan,karena ia ingin memberikan kejutan untuk calon suaminya itu.


Raya menghentikan mobilnya di toko kue,dan tak berselang lama setelah membawa sesuatu di tangannya,Raya memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya kembali.


Raya membuka pintu Apartemen Devan dengan pelan dan hati-hati agar tidak menimbulkan suara,lalu meletakan Sesuatu di tangannya itu diatas meja dapur.


"Pasti masih tidur" Raya mengendarkan pandangannya di setiap sudut Apartemen itu.


Ceklek


"Wowww "Raya terkejut saat membuka pintu kamar Devan.


"Sayang ?" panggil Devan, yang baru keluar kamar mandi hanya menggunakan boxer warna hitam untuk menutupi Golok saktinya.


Glek


Raya menelan ludahnya kasar saat melihat penampilan Devan begitu Hot dan membuat bulu kuduknya meremang.



"Eh ? He he hee" Raya tertawa canggung.


Aduhh itu roti sobek atau roti tawar ? Rasanya pengen gigit dan ngunyah. Batin Raya panas dingin.


Devan menatap Raya dengan tatapan tajamnya.


Reflek Devan menutup golok nya dengan kedua tangannya.


"Raya !!!" Pekik Devan.


Sial ! Selalu saja begini. Umpat Devan dalam hati.


36 hari lagi sabar,lok golok sabar ya ! Sebentar lagi kau akan bertemu dengan sarung sempitmu. Batin Devan lagi mengusap goloknya yang sudah mulai On. Lalu Devan mengambil pakaian nya yang ada di dalam lemarinya.


Raya tertawa terbahak saat keluar dari kamar Devan,ia puas saat melihat ekspresi panik calon suaminya itu.


Devan keluar kamarnya dengan perasaan yang kesal di hatinya.


"Sayang " Panggil Raya saat melihat Devan keluar dari kamar.


Devan menatap malas Raya.


"Kesini aku mempunyai sesuatu untukmu,"


"Malas ! Kau pasti ingin menggodaku kan ?" Devan menatap tajam Raya.


"Ih,berburuk sangka itu tidak baik" Raya mengerucutkan bibirnya sebal. Devan jadi tidak tega melihatnya dan dengan terpaksa ia pun menghampiri Raya.


"Ayo ikut" Raya menggandeng tangan Devan dengan mesra dan menuntun pria itu menuju balkon.

__ADS_1


"Tara ! Kejutan" Raya bertepuk tangan lalu mencium pipi Devan.


"Sayang ini ?" Devan tidak percaya jika calon istrinya yang gesrek itu bisa bersikap romantis dan memberikan kejutan tak terduga.



Diatas meja yang terletak di balkon, ada kue kecil berbentuk tuxedo dan diatasnya ada mahkota kecil berwarna emas dan di bawah kue itu ada tulisan 'Happy Birthday,Honey' ,ada juga satu mug gelas berwarna putih dengan Custom foto dirinya dan Juga Raya,dan juga sebuah kotak hitam berbentuk 'Love' diatas kotak itu terdapat hiasan bunga mawar berwarna pink,merah dan putih.


"Kamu tidak sakit kan ? Atau kerasukan setan jatuh cinta " Devan masih tidak percaya dan meletakkan punggung tangannya di kening Raya.


"Ih !! Menyebalkan !" Raya menghempaskan tangan Devan dengan kasar,lalu ia segera meninggalkan Devan.


"Hei ! Mau kemana ?" Cegah Devan. Raya diam tidak menjawab pertanyaan Devan.


Devan pun mengerti jika gadis itu merajuk.


"Terimakasih" Devan memeluk Raya dari belakang kemudian mengecup pipi Raya,dan membuat Raya tersenyum malu-malu Embek.


Raya mengerucutkan bibirnya lucu.


"Disini tidak dicium nanti cemburu" Raya menunjuk bibirnya sendiri.


"Baik lah" Kemudian Devan mengecup Bibir Raya sekilas.


"Puas Nyonya ?" Tanya Devan terkekeh.


"Belum ! Tapi nanti dilanjut laginya he he he" Devan menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah gadis itu.


"Ayo tiup lilin dulu" Raya menarik tangan Devan dan mendudukan Devan di kursi,dan Raya duduk berseberangan dengan Devan.



"Sayang,terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku. Aku berharap hubungan kita ini bersatu hingga maut memisahkan" Ucap Devan sebelum menutup lilin itu.


Raya terharu dengan ucapan Devan


Wusshh


Devan meniup lilin Itu kemudian ia beranjak dari duduknya dan menggendong Raya menuju kamarnya.


"Om, hadiahnya !" Pekik Raya,ia sangat terkejut dengan aksi Devan.


Devan menghempaskan tubuh Raya di atas ranjang.


"Aku tidak membutuhkan hadiah itu,yang aku butuhkan hanya kamu dan ini" Devan menunjuk bibir Raya yang sangat menggoda itu,kemudian ia melabuhkan ciuman lembut dibibir seksih itu,Raya terbuai dan membalas setiap llumatan dan sesapan yang Devan berikan.


"Ahh,Om jangan," Raya menahan tangan Devan yang akan membuka sesuatu dibawah sana.


"Aku menginginkan nya !"


Bersambung 🤪🤪🤪🤪


Lanjutnya besok ya 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Yang udah Traveling maafin Emak ya 😆


Kasih vote dan hadiah buat Emak 😘😘


__ADS_2