
Karena Jeje terus merengek dan mengancam. Maka dengan terpaksa Xander menuruti kemauan istri kecilnya.
Dan disinilah mereka sekarang berada di bandara internasional Soekarno-Hatta.
Jeje dengan wajah sumringahnya,berbeda dengan Xander yang terus menekuk wajahnya.
"Ayolah Dad,tersenyumlah" Ucap Jeje sambil memeluk lengan kekar suaminya dengan mesra.
Jeje terus memeluk lengannya dan itu membuat pedang pusaka suami nya menegang keras.
"Ingat janjimu dan aku akan menagihnya,nanti malam" Bisik Xander,tetap di telinga Jeje dan berhasil membuat bulu kuduk nya meremang.
Ahh,rasanya aku ingin bersembunyi di lubang semut. Rengek Jeje dalam hati,karena menyesali ucapannya sebelum ia dan suaminya kembali ketanah Air.
"Baik,kita akan kembali tapi dengan syarat,aku akan menagih jatahku setiap malam" Ucap Xander waktu itu.
"Oke deal" Jeje menjawab dengan cepat waktu itu. Ia berpikir jika suaminya sudah di Jakarta akan lupa dengan kegiatan panasnya itu.
Tapi nyatanya sekarang ? Suaminya bahkan sudah menagih janjinya padahal mereka belum sampai rumah.
"MAMII !!!!!!" teriak Raya dengan kerasnya,hingga membuat perhatian orang-orang di sekitar sana.
"Astaga anak itu" Gerutu Jeje dan Xander sangat malu dengan tingkah anak gadisnya itu.
"Hah,kangen sekali dengan kalian" Raya memeluk keduanya dengan erat.
Sedangkan Devan hanya menggelengkan kepalanya,saat melihat calon istrinya seperti anak-anak yang sudah lama berpisah dengan orang tuanya.
Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis seperti dia. Batin Devan.
"Raya ! Kasian mami mu " Xander menarik Jeje kedalam pelukannya.
"Cih,lebay " Cibir Raya.
"Ayo,kita segera masuk. Karena cuaca semakin panas" Ucap Xander, membukakan pintu mobil bagian belakang untuk istrinya tapi dengan cepat Raya menyerobot masuk lebih dulu barulah Jeje mengikutinya.
Huh,benarkan tebakanku. Pasti Raya nanti menipoli istriku. Batin Xander kesal,lalu segera masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Devan.
"Senangnya kalian kembali lebih cepat,aku kesepian tahu di rumah sendirian bersama Oma" Curhat Raya.
"Benarkah ? Lalu kenapa Oma tidak ikut ?" Tanya Jeje.
"Oma sedang mempersiapkan sesuatu untukmu ?" Bisik Raya.
"Benarkah ? Aku jadi penasaran" Ucap Jeje tersenyum lembut.
"Eh,apa itu ? " Raya menyipitkan matanya,saat melihat di leher Jeje ada ruam kemerahan dibalik Rambut panjangnya.
"Astaga !!! Ternyata Daddy ganas sekali " Pekik Raya,yang tanpa permisi menyibakan rambut panjang Jeje dan terpampanglah,bekas kissmark yang begitu banyak.
Xander memejamkan matanya lantaran malu karena tingkah anaknya,sedangkan wajah Jeje sudah bersemu merah sambil membenarkan rambutnya untuk menutupi lehernya lagi.
Anak ini mulutnya,benar-benar. Gumam Jeje dan Xander.
__ADS_1
"Sepertinya pedang saktimu masih tajam ya Bos" Ledek Devan sambil menahan tawanya.
"Bicara lagi ! Ku potong gajimu !" ancam Xander.
"Oke" Devan segera menutup mulutnya rapat tapi masih dengan menahan tawanya.
"Raya !! Bisa jaga sikapmu ?" Tegas Xander tanpa menoleh kebelakang karena tak tega melihat wajah istrinya yang pasti sudah sangat merah.
"Apa ? Memang aku salah apa ?" Tanya Raya tanpa dosa.
"Sepertinya kau harus memikirkan kembali untuk menikahi putriku" Keluh Xander kepada Devan.
"Hei,kenapa seperti itu?" Protes Devan.
"Apa kau tidak lihat tingkah absurdnya itu ? Selalu membuat pusing kepala" Keluh Xander lagi.
"Dad !! telingaku masih normal" Protes Raya dari jok belakang.
Saat ini mereka sudah sampai di kediaman kelurga Clark.
Oma Airin sudah menyambut dengan antusias pengantin baru itu.
"Kenapa kalian cepat sekali bulan madunya ?" Protes Oma Airin.
"Wah,kau masih utuh rupanya" Oma Airin membolak balikan tubuh Jeje.
"Mom !! Apa Mommy pikir aku ini akan memakan istriku sendiri" Kesal Xander,tapi Oma Airin tak mendengarkan kekesalan putranya itu.
"Mom !!" Xander memijat pelipisnya.
Sedangkan Raya tertawa cekikikan sambil menutup telinga Devan,bisa berabe jika Devan mendengar suatu hal yang enak-enak. Pikir Raya.
"Apa !! Mommy ingin mendengar dari mulut menantuku mommy sendiri" Ucap Oma Airin menatap sengit putranya.
"Apakah Pedang putraku masih berfungsi dengan baik ? Apakah masih tajam ? Ataukah dia masih kuat untuk memuaskanmu ?" Tanya Oma Airin beruntun,karena wanita paruh baya itu sangat penasaran.
"Semua berjalan baik Mom" Jawaban Jeje sangat tidak memuaskan bagi Oma Airin.
"Oma,lihatlah Leher Mami seperti kulit macan tutul" Raya menyahut.
"Benarkah ? Mana coba lihat !" Oma Airin menyibakkan rambut Jeje.
"Astaga,ternyata Putraku belum impoten !".
"Mommy !!!" Pekik Xander.
Sedangkan Raya dan Devan sudah tertawa terbahak-bahak.
Apa katanya ?
Impoten ?! Yang benar saja.
"Hei,berani berbicara seperti itu kepada Mommy mu,akan aku sunat lagi itu pedangmu" Balas Oma Airin menatap malas putranya.
__ADS_1
"Mom. Daddy masih normal dan sehari bisa lima kali nambah" Jawab Jeje,membela suaminya.
Memang benarkan ? Jika suaminya itu masih kuat sampai beronde-ronde.
"Wahhh,benarkah ? Kau memang keturunan keluarga Clark" Puji Oma Airin untuk putranya.
Sedangkan yang di puji hanya memutar kedua bola matanya nya malas.
"Sayang jangan dengarkan ucapan mereka" Ucap Raya ,terus menutupi telinga Devan.
"Ayo,kita harus istirahat" Ucap Xander ingin menarik tangan Jeje tapi segera di cegah oleh Oma Airin.
"Jeje seminggu kedepan akan tidur bersama Mommy dan Raya".
"What !!! Mom jangan bercanda !.
Inilah pengganggu yang Xander maksud,pastti Mommy dan putrinya akan menopoli istrinya.
"Tidak.! Aku tidak setuju !" Tolak Xander dengan tegas.Bisa-bisa pedangnya karatan jika tidak diasah.
"Harus setuju ! Karena Mommy sangat merindukan menantu mommy yang cantik ini" Ucap Oma Airin sambil mengelus tangan Jeje.
"Sayang,katakan tidak " Ucap Xander menatap Jeje dengan melas.
"Maaf ,Dad. Tapi yang di katakan Mommy benar,apa lagi Aku juga merindukan Mommy dan juga Raya,boleh ya Dad" Mohon Jeje dengan menatap Xander dengan puppy eyes nya.
Dia imut sekali,jadi tidak tega kan untuk menolak permintaanya. Batin Xander tak tega.
"Baiklah" ucap Xander,pasrah.
Dan bukan main girangnya Jeje saat ini,ia libur satu minggu untuk mengasah pedang suaminya.
"Jangan lesu seperti itu ! Mommy akan memberikan Edukasi untuk Jeje agar semakin pandai bermain" Ucap Oma Airin,membuat Jeje meringis sedangkan Xander bukan main senangnya.
"Mommy kau sangat baik sekali" Xander memeluk Oma Airin.
"Itu tidak gratis !".
"Mommy mau apa? Tas dari kulit badak,buaya,biawak,unta, atau apa ?" ucap Xander.
"Sebentar Mommy pikirkan" Oma Airin berpikir sejenak.
Mertuaku benar-benar limited edition. Batin Jeje,sambil menggelengakan kepalanya.
"Mommy ingin sepatu keluran terbaru dari kulit tokek !" Ucap Oma Airin.
"Memangnya ada Oma ?" Tanya Raya.
"Tentu saja ada jika Daddy mu yang membuatkannya, ha ha ha haa" Ucap Oma Airin tertawa terbahak,sedangkan Xander mendengus kesal karena permintaan aneh dari ibunya.
Satu keluarga Absurd 🤣🤣
Hadiah hadiah mana nih 🌹🌹😘😘😘
__ADS_1