My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Masukan saja !


__ADS_3

"Jangan !" Teriak Xander.


Plak


"Ayo cepat bawa kerumah sakit," Sekali lagi Oma Airin memukul kepala putranya.


Dengan susah payah dan di bantu Tuan Fadaei,Xander menggendong istrinya menuju mobil yang sudah di persiapkan oleh supirnya di halaman depan.


"Pak Man,bangunkan Raya dan Devan dan katakan pada mereka berdua jika Maminya akan melahirkan," Ucap Oma Airin kepada Pak Man.


"Baik Nyonya," Pak Man, membungkuk hormat.


Saat ini mereka sudah di dalam mobil mewah yang akan membawa Jeje kerumah sakit. Dengan Formasi tempat duduk Oma Airin duduk di jok belakang tepat di samping Jeje,begitu juga Xander duduk di samping istrinya.


Sedangkan Tuan Fadaei menyetir dan Nyonya Fadaei duduk di bangku depan di samping pengemudi.


"Argghhhh sakit," Pekik Xander ketika tangannya di cengkram oleh Jeje.


"Itu lah perjuangan seorang istri ! Kau harus melihatnya,baru segitu saja sudah keok !" Sindiran Sadis dari Oma Airin untuk putranya.


"Tapi ini sakit Mom !" Xander memperlihatkan lengannya yang lecet karena di cengkram oleh Jeje.


"DAD !! Ini yang aku rasakan lebih sakit !" Pekik Jeje dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maaf sayang maaf," Xander merasa bersalah,kemudian Ia mengelus perut istrinya dan memberikan kekutaan untuk Jeje.


"Jika kalian ingin keluar maka keluarlah secara baik-baik jangan membuat Mami kalian sakit," Ucap Xander di dekat perut Istrinya.


"Dasar bodoh ! Yang namanya melahirkan tentu saja rasa nya sakit !" Oma Airin mengumpati Putranya.


Keluarga Clark walaupun sedikit heboh,tapi mereka saling menyayangi. Batin Nyonya Fadaei.


Sedangkan Tuan Fadaei fokus menyetir sambil terkekeh pelan karena melihat seorang Xander yang terkenal Arogant dan berwibawa terlihat bodoh ketika panik.


"Argghh ,Daddy sakitnya datang lagi," Pekik Jeje sambil mencengkram tangan Xander. Tapi kali ini Xander lebih menguasai dirinya untuk tidak berteriak tetapi rasa paniknya lebih mendominan.


"Tarik nafas dan hembuskan perlahan," Intruksi Oma Airin sambil mengusap perut Jeje berulang kali.


"Huhhh hahhh huuuhhhhh hahhhhh."


"YA !! Kenapa kau ikut tarik nafas ?" Tanya Oma Airin kepada Xander.


"Ada yang salah ? Aku hanya membantu istriku bernafas," Ucap Xander begitu saja.


Nyonya Fadaei sampai menepuk jidatnya sendiri saat mendengar ucapan besan nya itu.


Sedangkan Oma Airin mendengus kesal.


Tak berselang lama Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan UGD rumah sakit Xxx.

__ADS_1


Dan dengan cepat Jeje di tangani oleh dokter ahlinya dan juga Dokter keluarga Clark.


Kembali di kediaman keluarga Clark,Pak Man tengah berusaha membangunkan pasangan yang sudah terlelap dalam tidur karena kelelahan bergoyang cendol.


"Bagaimana ini ? Apa aku dobrak saja pintunya ?" Gumam Pak Man,mondar mandir di depan pintu markas 2,karena sejak tadi ia mengetuk pintu tapi tidak kunjung di buka oleh penghuni kamar itu.


"Ah tidak-tidak," Gumam Pak Man lagi,mengurungkan niat nya.


Kemudian Pak Man pun mengetuk pintu lebih keras lagi dan mengeluarkan tenaga dalam nya.


Sedangkan di dalam markas tempur 2,Devan merasa terusik tidur nya karena mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"CK,siapa sih ? Jam segini mengetuk pintu," Kesal Devan,ia melirik jam diatas nakas ternyata sudah jam 11 malam.


Dengan malas Devan beranjak diatas tempat tidur sebelum itu ia meraih boxernya yang teronggok diatas lantai lalu memakainya.


Devan membuka pintu sedikit ternyata di depan sana ada Pak Man.


"Katakan !" Ucap Devan dengan datar,kemudian membuka pintunya sedikit lebar.


"Emm," Pak Man menundukan kepalanya lantaran malu karena melihat penampilan Devan yang seperti itu,hanya menggunakan boxer berwarna hitam ditambah lagi di dada bidang Devan terdapat banyak tanda cinta di sana.


"Maaf,sebelumnya karena sudah mengganggu waktu, Tuan muda," Pak Man,benar-benar merasa tidak enak hati.


"Memang Pak Man sudah mengganggu," Ketus Devan.


"Berbelit !! Lama !! Jika tidak ada yang penting buat apa Pak Man menggangguku !" Ucap Devan,kemudian ingin menutup pintunya kembali.


"Nyonya Jeje akan melahirkan,Tuan," Ucap Pak Man dengan cepat dan menahan pintu kamar itu dengan kakinya.


"Kenapa tidak mengatakannya dari tadi !" Sahut Devan.


"Itu karena--,"


BRAK


Belum selesai bicara Devan sudah menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Ya Tuhan ! Tuan Devan ternyata lebih mengerikan dari Tuan besar," Gumam Pak Man,sambil mengelus dadanya.


Sedangkan di dalam kamar,Devan segera membangunkan istrinya.


"Ada apa sayang ? Mau minta nambah ?" Tanya Raya,masih memejamkan matanya.


"Sayang,buka matamu dulu," Pinta Devan.


"Tidak mau ! Aku masih ngantuk . Udah masukan saja golokmu," Ucap Raya,masih memejamkan matanya sambil membuka kedua pahanya.


"Sayang ! Ini urgent. Mami mau melahirkan," ucap Devan sedikit keras dan berhasil menyadarkan Raya.

__ADS_1


"WHATTT !" Pekik Raya,kemudian mendudukan dirinya.


"Ayo !" Ajak Raya yang sudah beranjak dari tempat tidur.


"Sayang ! Kita mau kerumah sakit," Ucap Devan,sambil memperhatikan tubuh Raya yang masih polos.


"Ah iya aku lupa," ucap Raya merona malu. Sedangkan Devan hanya menggelengkan kepalanya saja.


Kemudian kedua orang itu bergegas mamakai pakaian dan menuju rumah sakit Xxx.


"Semoga Mami dan adik-adikku baik-baik saja," Ucap Raya,sedikit berlari di lorong rumah sakit dan di ikuti Devan di belakangnya.


"Sayang jangan berlari nanti jatuh," Devan mengejar istrinya.


"Huh,dimana ruangan nya ?" Tanya Raya,sambil membungkuk kan tubuhnya dan tangannya bertopang di kedua lututnya sambil mengatur nafasnya.


"Di Ruang Operasi," Ucap Devan. Karena sebelum itu ia menghubungi Oma Airin.


"Ayo," Raya dan Devan berlari menuju ruang Operasi.


Sampai di depan ruang Operasi sudah ada Oma Airin,Tuan dan nyonya Fadaei


"Oma ?" Panggil Raya kemudian memeluk tubuh Oma Airin yang duduk di kursi panjang yang ada di sana.


Sedangkan Devan menatap kedua orang tuanya dengan datar.


"Bagaimana keadaan Mami ? Dan Daddy dimana ? Apakah adik-adikku sudah lahir ?" Tanya Raya beruntun.


"Raya,tanya nya satu-satu,Oma jadi bingung mau jawab yang mana dulu," Ucap Nyonya Fadaei.


"Maaf,Mom. Aku terlalu panik," Ucap Raya.


"Mami mu harus di operasi karena terlalu berisiko jika melahirkan normal," Ucap Oma Airin sendu.


"Dan Daddymu menemani didalam sana," Lanjut Oma Airin.


"Kita doakan yang terbaik,semoga Mami dan adik-adik mu baik-baik saja," Nyonya Fadaei.


"Amin," Ucap mereka bersamaan.


Sedangkan di dalam ruang operasi,Jeje sudah di bius setengah badan dan Operasi pun akan di mulai.


"Sayang kau pasti bisa," Ucap Xander kemudian mencium seluruh wajah istrinya.


"Aku sedikit takut," Ucap Jeje bergetar.


"Ada aku disini sayang. Kau harus kuat demi keempat buah hati kita," Ucap Xander terus menguatkan Istrinya.


Semoga lancar operasinya🤲🤲

__ADS_1


__ADS_2