My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Miss Lux lebih menggoda


__ADS_3

"Mom ?!" Pekik Xander,ketika membuka pintu kamarnya.


Plak


Oma Airin langsung memukul kepala putranya, ketika Xander yang membukakan pintu kamar.


"Dasar anak lucnut!" Umpat Oma Airin, dan menatap tajam putranya itu.


"Apa salahku?" Tanya Xander, sambil mengusap kepalanya.


Mendengar suara ribut di luar kamar, Jeje pun keluar kamar ingin melihat apa yang terjadi.


"Kau masih tanya apa salahmu?" Kesal Oma Airin.


"Mom, apa yang terjadi." Tanya Jeje.


"Nah, ini sumber masalahnya." Ucap Oma Airin, lalu menarik tangan Jeje untuk berdiri di sebelahnya.


"Lah, apa salahku Mom?" tanya Jeje, penuh keheranan.


"Kue Apem." Ucap Oma Airin absurd.


"Hahhh?!" Pekik Xander dan Jeje bersamaan.


"Ck! Ansel menangis sejak tadi! Tapi kalian malah asik indehoy di dalam kamar." Ketus Oma Airin, tak berfilter.


"Apa?!" Pekik Jeje, lalu ingin segera berlari keruang tengah.


"Ya! Botol gantungmu itu gondal-gandul." Oma Airin berucap sambil menarik tangan Jeje dan membenarkan Kancing Dress Jeje yang ada di depan dada.


Malu? Pastinya!

__ADS_1


Wajah Jeje sudah semerah tomat.


Dan, ini semua karena ulah suaminya.


Ah, ibu mertuanya selalu saja begitu tidak mempunyai filter.😆


Sedangkan Xander mengusap wajahnya kasar dengan frrustasi.


Bagaikan jatuh tertimpa tangga pula. Sudah tidak jadi di Spa malah kena omelan dari ibunya juga.😁


Setelah membetulkan pakaian nya, Jeje menuju ruang tengah dimana Four J berada.


"Apa lihat-lihat? Mau marah sama Mom? Ingat jalan menuju surgamu masih diblokir jadi kau harus menahannya." Omel Oma Airin, ketika Xander mentapnya dengan tajam.


"Ck! Nanti pedangku bisa karatan Mom!" Balas Xander, dengan kesal.


"Tenang saja jika nanti karatan, Mom akan menggerinda pedangmu itu." Balas Oma Airin.


"Mom!!" Pekik Xander, dan dengan reflek ia membekap Pedangnya yang sudah seperti terong rebus dengan kedua tangannya, dan hal itu membuat Oma Airin tertawa puas.


Malam hari di kediaman keluarga Clark.


Xander memangku Ansel di ruang tengah, sedangkan Jeje tengah sibuk dengan ketiga putranya di kamar Four J.


"Boy, kenapa kau posesif sekali, Hem?" Tanya Xander sambil menciumi pipi Ansel yang sudah terlihat gembul.


Ansel menatap ayahnya sambil menjulurkan lidahnya, seolah bayi berumur sembilan hari itu meledek sang ayah.


"Kau menjengkelkan sekali, Sesekali biarkan daddy dan Mami berduaan. Oke."


"Owekkkk.... Owekkkkk." Respon Ansel benar-benar sangat menjengkelkan sekali menurut Xander, karena putra bungsunya itu tidak dapat di ajak kerja sama.

__ADS_1


"Oke oke oke,Daddy tidak akan mengganggu mami lagi. Puas." Ucap Xander pada akhirnya. Dan, ajaibnya Ansel langsung terdiam dan tersenyum.


Melihat si bungsu bertingkah seperti itu, tentu saja membuat Xander gemas sendiri. Lalu, menguyel-uyel dada Ansel dengan gemas.


"Kau memang keturunan Airin Clark." Ucap Xander dengan nada pelan sambil terkekeh sendiri.


Tidak berselang lama, Devan dan Raya sampai rumah dengan keadaan yang kusut.


"Woah, kenapa muka kalian kusut sekali?" Tanya Xander,dengan nada meledek.


"Menurut Daddy?" Tanya Devan balik.


"Apa? Memang apa salahku?" Tanya Xander, seolah tidak merasa bersalah.


"Daddy meninggalkan kantor begitu saja, Tanpa memberi tahu kami dan hal itu membuat aku kesulitan,Dad." Protes Devan.


"Anggap saja ini hukuman buat kalian karena sudah berbuat mesum di kantor, Daddy." Sindir Xander, membuat Devan dan Raya berdehem.


"Em." Devan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


Sedangkan Raya menjadi salah tingkah dan segera melarikan diri. Tapi, sebelum itu Raya mencium kedua pipi Ansel dengan gemas.


"Cih!" Xander menatap malas menantunya.


"Bilang saja,Daddy kepanasan kan?" Ledek Devan,pada akhirnya.


"Jangan meledekku karena sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana rasanya golokmu dipingit." Balas Xander dengan nada kesal.


"Untuk apa di pingit. Jika ada Miss Lux yang lebih menggoda!" Seru Oma Airin dari arah tangga.


"Oma! Mom!"

__ADS_1


No Komen karena othor udah kram perut 🤣


Tambahin dong Vote dan hadiahnya 😘😘😘


__ADS_2