
Setelah mengeluarkan Vla pudingnya, Xander membersihkan dirinya di kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri dan berpakian, Xander berpamitan kepada istrinya dan juga Four J yang tengah ada di kamar sebelah.
"Daddy, berangkat kerja. Boy." Ucap Xander, lalu mengecup pipi ke empat putranya satu per satu yang sudah terlelap kembali di dalam boxnya masing-masing.
Memang bayi seperti itu ya Mak, abis mimik susu terus bobok lagi.ðŸ¤
"Suamimu yang sangat tampan ini berangkat kerja dulu."
Cup
Tanpa malu, Xander mengecup bibir Jeje di depan ke empat baby sitternya. Tentu saja hal tersebut membuat mereka malu sendiri dan juga baper.
"Dad! Malu." Kesal Jeje, lalu memukul pundak suaminya dengan pelan, membuat Xander terkekeh lalu segera beranjak sana. Ia harus bergegas berangkat kekantor karena hari sudah semakin siang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari semakin sore, Jeje dan Four J tengah berada di taman belakang bersama ke empat baby sitternya dan juga dengan Oma Airin.
Tapi, tidak berselang lama datanglah tamu yang tidak di undang.
"Alohaa Every bodeh." Sapa Ema sambil menggendong hewan peliharaanya.
"OMG Ema!!" pekik Jeje dan Oma Airin bersamaan, ketika melihat penampilan Ema. Sedangkan empat baby sitter tersebut hanya mlongo dan terpesona dengan ketampanan Ema.
__ADS_1
"Ih, kenapose?" Tanya Ema dengan heran, sambil berjalan berlenggak-lenggok menuju tempat duduk dimana Jeje dan Oma Airin berada.
Ngek
Para baby sitter yang tadinya terpesona terhadap Ema, kini menjadi syok berat.
"Ternyata belok." Bisik salah satu baby sitter.
"Ho'oh, kecewa berat adek, bang." balas salah satunya.
"Kau tampan sekali." Pekik Jeje, sambil membolak balikkan badan Ema.
"Oh, Jelas dia tampan waktu siang hari dan akan berubah jadi kunti di malam hari." Sahut Oma Airin tergelak.
"Tapi, kau hari ini sangat tampan Ema dan apa ini? Oh,So cute." Puji Jeje, sambil mengusap kepala hewan peliharan Ema yang sangat menggemaskan dan lucu.
Ya. Hari ini Ema sangat tampan dengan pakaian santainya. Ia memakai kaos lengan panjang berwarna biru dan celana Jeans berwarna hitam dan jangan lupakan Kaca mata yang bertengger di hidungnya, membuat Ema terlihat seperti lelaki tulen.
"Jangan memuji Eike, Mami kecil. Nanti ada yang cembokur." Ucap Ema, lalu mendudukan dirinya di kursi yang tersisa disana.
"Heleh! Sok kecakepan kau." Sahut Oma Airin.
"Emang eike cakep badai, Oma tidak lihat para baby sitter itu pada ngences lihat eike yang tampan ini. Tapi sayangnya eike gak doyan sama kue apem hi hi hii. Eike doyannya sama lontong he he hee." Ema terkekeh sendiri.
"Emanuel!" Pekik Oma Airin, saat mendengar ucapan Ema yang tak berfilter.
__ADS_1
"Ih, Jangan sebut nama jantan eike. Oma." Sahut Ema dengan gaya gemulainya.
Jeje tergelak ketika mendengar perkataan Ema, membuat Four J terkejut dan menangis. Dengan sigap ke empat Baby sitternya menenangkan bayinya masing-masing.
"Jeje!" Seru Oma Airin.
"Maaf, Mom. Aku tidak tahan jika tidak tertawa" Ucap Jeje, menahan tawanya.
"Yei, memang nyebelin." Ema memalingkan wajahnya denga gaya kemayu.
"Hello apa kabar J1, J2, J3 and J4? Baru dua hari tidak bertemu sama kalean, Mimi peri sudah merindu dan gegana." Ema menyapa Four J dengan gaya gemulainya.
"Ema bisa tidak menyapa mereka dengan suara aslimu?" Tantang Oma Airin.
"Tidak bisa Oma, karena suara eike ini sudah hak paten." Jawab Ema.
"10 juta satu kalimat!"
Nah loh! Aku juga mau Oma🤣
Tambahin Vote dan hadiahnya😘
Bonus Visul Ema
__ADS_1